LUBUKPAKAM – Dua siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Lubukpakam Kabupaten Deliserdang dilarikan ke rumah sakit (RS).
Keduanya mengalami sakit perut secara bersamaan diduga usai memakan makan bergizi gratis (MBG), Selasa (8/9). Belum diketahui secara pasti, apa yang menjadi penyebab keduanya bisa sakit bersamaan.
Kepala SMP Negeri 1 Lubukpakam, Ahmad Affandi, ketika dikonfirmasi perwakilan wartawan mengakui peristiwa tersebut. Dijelaskan bahwa siswa yang sakit perut tersebut merupakan siswa kelas 9, masing-masing berinisial S dan N.
“Yang sakit perut cuma dua orang siswa saja. Sudah kami bawa ke RS Grand Med. Masih diobservasi di UGD. SPPG sudah kami panggil dan bertanggungjawab kok,” sebut Ahmad Affandi.
Lebih lanjut, Ahmad Affandi menjelaskan untuk SMP Negeri 1 Lubukpakam, penerima manfaat total ada sebanyak 1.010 orang. Jumlah itu sudah termasuk guru. Menu MBG dimakan setiap pagi pukul 07.30 WIB. Untuk menu MBG yang datang hari ini, yakni ikan asam manis, jagung dan sayur buncis tumis. Kemudian ada puding rasa alpukat. Secara pasti ia tidak paham apakah ada makanan yang bermasalah atau tidak.
“Sakit perutnya 15 menit setelah konsumsi puding bukan makanan. Tapi ada anak yang makan pudingnya sampai 2 nggak ada masalah. Setelah sakit perut anak ini ngadu ke guru dan sempat kami tangani dulu untuk pertolongan pertama. Kami kasih minyak angin lah,” ujar Ahmad Affandi.
Setelah memanggil pihak SPPG, pihak sekolah juga mengabari kedua orangtua siswa dan meminta uguntuk datang ke sekolah. Atas permintaan orang tua, baru kemudian siswa dibawa ke RS Grand Med Lubukpakam. Siswa dibawa dengan menumpangi mobil kepala sekolah.
“Jam 10.00 orangtua datang. Katanya mereka mau pastikan anaknya ke rumah sakit. Ada satu orang (yang sempat muntah). Ke rumah sakit tadi didampingi SPPG merekalah ngurusi di sana. Dokter katanya mau observasi dulu,” terang Affandi
Terpisah, Suharianto salah satu orangtua siswa yang anaknya mengalami sakit perut, saat dikonfirmasi wartawan secara langsung mengakui anaknya saat ini masih di rawat di Rumah Sakit Granmed.
“Anak saya diduga keracunan MBG, keterangan orang SPPG-nya dari puding, saya mendengar sendiri dan pihak keluarga anak yang diduga keracunan juga menyaksikan dan mendengar penjelasan dari SPPG-nya. Untuk itu saya berharap pihak SPPG tersebut harus bertanggungjawab” ujar Suharianto.
Saat ini, Ia menyebut bahwa anaknya sekarang sudah di rawat di ruangan dan di opname di RS Granmed Lubukpakam. Saat tadi di IGD, dirinya juga melihat pihak SPPG-nya yang berjumlah enam orang, yang juga melihat kondisi anak saya.
Suharianto yang juga merupakan mantan Kabid di Dinas Pendidikan Deli serdang itu juga menegaskan kalau pihak SPPG tidak bertanggung jawab terhadap peristiwa yang menimpa anaknya, maka dirinya akan melaporkan SPPG tersebut ke BGN pusat.
“Ya kalau mereka (SPPG) tidak bertanggung jawab , saya akan melaporkan ke BGN pusat agar SPPG nya di tindak” tegas Suharianto. (btr/azw)
LUBUKPAKAM – Dua siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Lubukpakam Kabupaten Deliserdang dilarikan ke rumah sakit (RS).
Keduanya mengalami sakit perut secara bersamaan diduga usai memakan makan bergizi gratis (MBG), Selasa (8/9). Belum diketahui secara pasti, apa yang menjadi penyebab keduanya bisa sakit bersamaan.
Kepala SMP Negeri 1 Lubukpakam, Ahmad Affandi, ketika dikonfirmasi perwakilan wartawan mengakui peristiwa tersebut. Dijelaskan bahwa siswa yang sakit perut tersebut merupakan siswa kelas 9, masing-masing berinisial S dan N.
“Yang sakit perut cuma dua orang siswa saja. Sudah kami bawa ke RS Grand Med. Masih diobservasi di UGD. SPPG sudah kami panggil dan bertanggungjawab kok,” sebut Ahmad Affandi.
Lebih lanjut, Ahmad Affandi menjelaskan untuk SMP Negeri 1 Lubukpakam, penerima manfaat total ada sebanyak 1.010 orang. Jumlah itu sudah termasuk guru. Menu MBG dimakan setiap pagi pukul 07.30 WIB. Untuk menu MBG yang datang hari ini, yakni ikan asam manis, jagung dan sayur buncis tumis. Kemudian ada puding rasa alpukat. Secara pasti ia tidak paham apakah ada makanan yang bermasalah atau tidak.
“Sakit perutnya 15 menit setelah konsumsi puding bukan makanan. Tapi ada anak yang makan pudingnya sampai 2 nggak ada masalah. Setelah sakit perut anak ini ngadu ke guru dan sempat kami tangani dulu untuk pertolongan pertama. Kami kasih minyak angin lah,” ujar Ahmad Affandi.
Setelah memanggil pihak SPPG, pihak sekolah juga mengabari kedua orangtua siswa dan meminta uguntuk datang ke sekolah. Atas permintaan orang tua, baru kemudian siswa dibawa ke RS Grand Med Lubukpakam. Siswa dibawa dengan menumpangi mobil kepala sekolah.
“Jam 10.00 orangtua datang. Katanya mereka mau pastikan anaknya ke rumah sakit. Ada satu orang (yang sempat muntah). Ke rumah sakit tadi didampingi SPPG merekalah ngurusi di sana. Dokter katanya mau observasi dulu,” terang Affandi
Terpisah, Suharianto salah satu orangtua siswa yang anaknya mengalami sakit perut, saat dikonfirmasi wartawan secara langsung mengakui anaknya saat ini masih di rawat di Rumah Sakit Granmed.
“Anak saya diduga keracunan MBG, keterangan orang SPPG-nya dari puding, saya mendengar sendiri dan pihak keluarga anak yang diduga keracunan juga menyaksikan dan mendengar penjelasan dari SPPG-nya. Untuk itu saya berharap pihak SPPG tersebut harus bertanggungjawab” ujar Suharianto.
Saat ini, Ia menyebut bahwa anaknya sekarang sudah di rawat di ruangan dan di opname di RS Granmed Lubukpakam. Saat tadi di IGD, dirinya juga melihat pihak SPPG-nya yang berjumlah enam orang, yang juga melihat kondisi anak saya.
Suharianto yang juga merupakan mantan Kabid di Dinas Pendidikan Deli serdang itu juga menegaskan kalau pihak SPPG tidak bertanggung jawab terhadap peristiwa yang menimpa anaknya, maka dirinya akan melaporkan SPPG tersebut ke BGN pusat.
“Ya kalau mereka (SPPG) tidak bertanggung jawab , saya akan melaporkan ke BGN pusat agar SPPG nya di tindak” tegas Suharianto. (btr/azw)

7 hours ago
9

















































