Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar

13 hours ago 3

JAYAPURA–Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua akan menggencarkan penyuluhan bahaya narkotika dan zat adiktif lainnya di sekolah-sekolah menjelang dimulainya tahun ajaran baru.  Direktur Reserse Narkoba Polda Papua, Kombes Pol Alfian, mengatakan kegiatan tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan sebagai langkah pencegahan agar para pelajar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, ganja, minuman keras maupun obat-obatan berbahaya lainnya.

“Dalam rangka mengantisipasi anak-anak masuk sekolah, kami akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan penyuluhan kepada siswa-siswa baru mengenai bahaya narkotika, ganja, minuman keras dan zat berbahaya lainnya,” kata Alfian, di ruang kerjanya, Kamis (11/6).

Menurutnya, kegiatan penyuluhan selama ini rutin dilaksanakan oleh personel Ditresnarkoba Polda Papua melalui Kabag Binops bersama tim yang telah menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan.

Ia menegaskan, edukasi kepada pelajar sangat penting karena banyak anak yang belum memahami jenis, bentuk, dampak, maupun risiko penggunaan narkotika

. “Anak-anak ini belum tentu mengetahui bagaimana bentuk narkotika, dampaknya terhadap kesehatan, maupun risiko hukum yang dapat ditimbulkan. Karena itu perlu diberikan pemahaman sejak dini sebagai bekal bagi generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Terkait kemungkinan pelaksanaan tes urine bagi siswa baru, Alfian menjelaskan hal tersebut hanya dilakukan apabila ada permintaan dari pihak sekolah. Polda Papua sendiri lebih mengedepankan pendekatan edukatif dan sangat berhati-hati dalam melakukan pemeriksaan terhadap anak di bawah umur.

Menurutnya, pelaksanaan tes urine secara acak terhadap pelajar berpotensi memengaruhi kondisi psikologis anak apabila tidak dilakukan dengan pendekatan yang tepat. “Kami sangat berhati-hati terhadap anak-anak di bawah umur. Kalau dilakukan secara acak tanpa persiapan, dikhawatirkan mereka menjadi takut atau mengalami tekanan psikologis. Karena itu kami lebih mengutamakan penyuluhan dan edukasi terlebih dahulu,” jelasnya.

Meski demikian, apabila terdapat permintaan resmi dari sekolah, pihaknya siap berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk melaksanakan tes urine secara terukur dan sesuai prosedur. Selain memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, Ditresnarkoba Polda Papua juga akan menyampaikan berbagai informasi terkait ciri-ciri penyalahgunaan narkotika, dampak kesehatan, hingga upaya pencegahannya.

JAYAPURA–Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua akan menggencarkan penyuluhan bahaya narkotika dan zat adiktif lainnya di sekolah-sekolah menjelang dimulainya tahun ajaran baru.  Direktur Reserse Narkoba Polda Papua, Kombes Pol Alfian, mengatakan kegiatan tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan sebagai langkah pencegahan agar para pelajar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, ganja, minuman keras maupun obat-obatan berbahaya lainnya.

“Dalam rangka mengantisipasi anak-anak masuk sekolah, kami akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan penyuluhan kepada siswa-siswa baru mengenai bahaya narkotika, ganja, minuman keras dan zat berbahaya lainnya,” kata Alfian, di ruang kerjanya, Kamis (11/6).

Menurutnya, kegiatan penyuluhan selama ini rutin dilaksanakan oleh personel Ditresnarkoba Polda Papua melalui Kabag Binops bersama tim yang telah menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan.

Ia menegaskan, edukasi kepada pelajar sangat penting karena banyak anak yang belum memahami jenis, bentuk, dampak, maupun risiko penggunaan narkotika

. “Anak-anak ini belum tentu mengetahui bagaimana bentuk narkotika, dampaknya terhadap kesehatan, maupun risiko hukum yang dapat ditimbulkan. Karena itu perlu diberikan pemahaman sejak dini sebagai bekal bagi generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Terkait kemungkinan pelaksanaan tes urine bagi siswa baru, Alfian menjelaskan hal tersebut hanya dilakukan apabila ada permintaan dari pihak sekolah. Polda Papua sendiri lebih mengedepankan pendekatan edukatif dan sangat berhati-hati dalam melakukan pemeriksaan terhadap anak di bawah umur.

Menurutnya, pelaksanaan tes urine secara acak terhadap pelajar berpotensi memengaruhi kondisi psikologis anak apabila tidak dilakukan dengan pendekatan yang tepat. “Kami sangat berhati-hati terhadap anak-anak di bawah umur. Kalau dilakukan secara acak tanpa persiapan, dikhawatirkan mereka menjadi takut atau mengalami tekanan psikologis. Karena itu kami lebih mengutamakan penyuluhan dan edukasi terlebih dahulu,” jelasnya.

Meski demikian, apabila terdapat permintaan resmi dari sekolah, pihaknya siap berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk melaksanakan tes urine secara terukur dan sesuai prosedur. Selain memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, Ditresnarkoba Polda Papua juga akan menyampaikan berbagai informasi terkait ciri-ciri penyalahgunaan narkotika, dampak kesehatan, hingga upaya pencegahannya.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|