YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Banyak orang merasa sehat-sehat saja, padahal kerusakan hati akibat hepatitis B maupun hepatitis C bisa berkembang secara perlahan tanpa disadari. Kondisi inilah yang membuat deteksi dini menjadi langkah penting agar penyakit tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.
Menjelang peringatan Hari Hepatitis Sedunia setiap 28 Juli, perhatian terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan hati kembali meningkat. Momentum ini dimanfaatkan FUJIFILM Indonesia dengan menghadirkan teknologi medis terbaru yang mendukung skrining hepatitis B dan hepatitis C dalam rangkaian Kongres Nasional dan Pertemuan Ilmiah PPHI–PGI–PEGI 2026 di Yogyakarta pada 25–26 Juli 2026.
Melalui dukungan perangkat ultrasonografi (USG) berteknologi tinggi, tenaga medis dapat melakukan evaluasi kondisi hati peserta skrining secara lebih cepat, akurat, nyaman, dan tanpa tindakan invasif. Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu memperluas kesadaran masyarakat bahwa pemeriksaan kesehatan hati kini semakin mudah dilakukan.
Salah satu keunggulan teknologi USG yang dihadirkan adalah fitur Shear Wave Measurement (SWM). Teknologi ini memungkinkan dokter mengukur tingkat kekakuan jaringan hati atau liver stiffness secara kuantitatif. Hasil pengukuran tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam mendeteksi fibrosis hati akibat infeksi hepatitis B maupun hepatitis C sejak tahap awal.
Dengan metode non-invasif, pasien tidak perlu menjalani prosedur yang menimbulkan rasa sakit. Pemeriksaan dapat dilakukan lebih nyaman sekaligus memberikan gambaran kondisi jaringan hati secara objektif sehingga dokter dapat menentukan langkah penanganan yang lebih tepat.
Tidak hanya itu, sistem ultrasonografi tersebut juga menghasilkan kualitas pencitraan yang sangat detail sehingga struktur organ hati dapat terlihat lebih jelas. Kemampuan visualisasi yang tinggi membantu tenaga medis mempercepat proses pemeriksaan sekaligus meningkatkan ketepatan dalam melakukan evaluasi kondisi pasien.
Presiden Direktur FUJIFILM Indonesia, Masato Yamamoto, menegaskan bahwa deteksi dini merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan peluang penanganan penyakit hati.
“Kami percaya bahwa setiap masyarakat berhak mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. Melalui dukungan pada program skrining hepatitis B & C dalam rangka Kongres Nasional dan Pertemuan Ilmiah PPHI–PGI–PEGI 2026 ini, kami berharap dapat turut meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini sebagai langkah pencegahan, sekaligus membantu memperluas akses terhadap pemeriksaan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat,” ungkap Masato Yamamoto.
Selain mendukung kegiatan skrining, FUJIFILM Indonesia juga memperkenalkan HPB (Hepato–Pancreato–Biliary) Solution, sebuah solusi layanan kesehatan terintegrasi yang menggabungkan teknologi ultrasonografi (USG), endoskopi, serta mobile C-arm.
Ketiga teknologi tersebut dirancang saling melengkapi dalam mendukung perjalanan pelayanan pasien secara menyeluruh, mulai dari tahap skrining awal, proses diagnosis, tindakan intervensi medis, hingga evaluasi dan pemantauan lanjutan terhadap penyakit hati, pankreas, maupun bilier, termasuk hepatitis B dan hepatitis C.
Direktur FUJIFILM Indonesia, Handra Effendi, mengatakan bahwa perkembangan dunia kesehatan mendorong kebutuhan akan sistem pelayanan yang semakin terintegrasi agar tenaga medis dapat bekerja lebih efektif.
“Kami ingin menghadirkan solusi yang membantu tenaga medis bekerja lebih cepat, akurat, dan efisien. Melalui HPB Solution, kami berkomitmen mendukung penanganan penyakit hati secara lebih komprehensif sehingga fasilitas kesehatan dapat memberikan layanan yang semakin optimal bagi masyarakat,” terang Handra.
Perkembangan teknologi kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan medis di Indonesia. Peralatan diagnostik yang semakin modern tidak hanya membantu dokter mengambil keputusan klinis secara lebih cepat, tetapi juga memberikan pengalaman pemeriksaan yang lebih nyaman bagi pasien.
Melalui dukungan terhadap program skrining hepatitis B dan hepatitis C serta pengembangan solusi diagnostik yang terintegrasi, FUJIFILM Indonesia terus memperluas kontribusinya dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan nasional. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat deteksi dini penyakit hati sehingga masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh penanganan sejak tahap awal sebelum penyakit berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
Deteksi dini kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan bagian penting dari gaya hidup sehat. Semakin cepat kondisi hati diketahui, semakin besar pula peluang menjaga kualitas hidup di masa depan. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

13 hours ago
6


















































