Tingkatkan Daya Saing, SMK Bidang Kehutanan dan Pertanian se-Jawa Tengah Ikuti Workshop Internasional IPB

6 hours ago 4
ebanyak 52 orang peserta yang terdiri dari kepala sekolah hingga guru SMK se Jawa Tengah mengikuti workshop internasional yang digelar oleh Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Gedung Hartono Trade Center, Solo Baru, Rabu, (29/07/2026). Ando

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sebanyak 52 orang peserta yang terdiri dari kepala sekolah hingga guru SMK se Jawa Tengah mengikuti workshop internasional yang digelar oleh Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Gedung Hartono Trade Center, Solo Baru, Rabu, (29/07/2026).

Pada workshop ini IPB bekerja sama dengan perusahaan asal Jepang, Hasemen Co.,Ltd. Perusahan yang sudah berdiri sejak tahun 1922 bergerak di bidang jual beli dan pengolahan kayu.

Kepala Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah, Dewi Ariani
menjelaskan bahwa sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo.

Ada program penempatan 500 ribu pekerja migran Indonesia yang siap ditempatkan di luar negeri.

“Jadi kita untuk pekerja migran Indonesia yang ingin bekerja ke luar negeri. Wajib harus ada kompetensi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017. bahwa salah satu persyaratan untuk menjadi pekerja migran Indonesia adalah salah satunya selain usia minimal 18 tahun kemudian ada kompetensi ya yang wajib dimiliki,” ungkapnya.

Untuk mendukung program presiden ini. Ada program peningkatan kapasitas tenaga kerja sejumlah 500 ribu. Namun 500 ribu ini terbagi menjadi 4 tahun hingga tahun 2029.

“Targetnya itu seluruh Indonesia bukan hanya Jawa Tengah. Jadi tahun 2026 KP2MI mendapatkan target 40 ribu. Kemudian tahun 2027 kita mendapatkan target 140 ribu tahun 2028 kita mendapatkan target 180 ribu dan untuk tahun 2029 kita mendapatkan target 160 ribu dan total 500 ribu,” jelasnya.

Untuk Jawa Tengah sendiri Dewi menyebut pada tahun 2026 ini mendapatkan target sekitar 6.800. Namun untuk proses penempatannya sendiri bertahap.

“Karena pelatihan dan penempatan ini dua hal yang berbeda ya. Pelatihan harus ada kurikulumnya harus ada jam pelajarannya dan ini harus menyesuaikan dengan eee kurikulum yang ada. Sedangkan untuk proses penempatan ini setelah dilatih. Dikarenakan pelatihan ini tidak hanya pelatihan saja. Namun ada sertifikasinya dan sertifikasi ini yang akan digunakan untuk mendaftar menjadi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI),” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Departemen Manajemen Hutan IPB, Soni Trison menjelaskan bahwa workshop kali ini adalah untuk memberikan informasi kepada SMA, SMK yang ada di Jawa Tengah tentang peluang kerja khususnya di pertanian dan kehutanan yang ada di Jepang.

“Tadi kita melihat data banyak sekali ya peluang-peluang itu dan Jawa Tengah saya kira dengan kurang lebih ada 75 SMA, SMK itu berpeluang untuk meningkatkan kualitas daya saing. Sehingga nanti output lulusan SMK itu memang berdaya saing global. Jadi standarnya itu bisa kita tingkatkan untuk bekerja di Jepang,” katanya.

Dilain pihak, Wakil Direktur Utama Haseman, Yasunori Yamauchi menjelaskan bahwa peluang pekerja asing itu sangat tinggi, terutama dari Negara Indonesia.

“Karena mengingat Jepang kekurangan tenaga kerja. Untuk di perusahaan saya sendiri saya sudah menghire 15 orang. Sekarang lagi proses untuk dokumen. Nanti sekitar bulan 3 bulan Maret atau April itu akan didatangkan ke Jepang di pada waktu musim semi. Untuk selanjutnya kita akan meningkatkan jumlah pekerja orang asing juga,” pungkasnya. Ando

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|