Kursi Gubernur BI Kosong, Apindo Sebut Destry Damayanti Kandidat Terkuat

22 hours ago 13
Perry Warjiyo | Wikipedia

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pengunduran diri Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia memunculkan pertanyaan besar mengenai siapa sosok yang paling tepat mengendalikan bank sentral di tengah tekanan ekonomi global.

Di mata kalangan dunia usaha, kesinambungan kebijakan dinilai jauh lebih penting daripada sekadar pergantian figur. Karena itu, nama Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mulai menguat sebagai kandidat yang dianggap paling siap meneruskan estafet kepemimpinan.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai Bank Indonesia (BI) membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mampu menjaga stabilitas moneter, tetapi juga memahami tantangan baru yang kini diemban bank sentral setelah berlakunya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Ketua Komite Analis Kebijakan Ekonomi Apindo, Aviliani, mengatakan ruang gerak BI kini semakin luas karena tidak lagi sebatas mengendalikan inflasi, nilai tukar, maupun sistem pembayaran. Bank sentral juga dituntut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kalau kita lihat di dalam Undang-Undang P2SK (Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan), Bank Indonesia itu sekarang punya tugas baru. Tidak hanya menjaga kestabilan moneter dan sistem pembayaran, tapi juga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menciptakan lingkungan yang kondusif terhadap sektor riil,” tutur Aviliani dalam Konferensi Pers Pra-Rakerkonas Apindo XXXV di Permata Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, bertambahnya mandat tersebut menuntut adanya koordinasi yang lebih erat antarlembaga ekonomi agar kebijakan yang diambil tidak berjalan sendiri-sendiri. Salah satu yang disorot adalah peran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Aviliani mengusulkan agar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dilibatkan dalam forum tersebut sehingga kebijakan yang dirumuskan tidak hanya berorientasi pada sektor keuangan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dunia usaha.

“Nanti KSSK mestinya harus ada Menteri Perekonomian supaya sektor riilnya juga tahu siapa yang harus didanai. Kalau selama ini kan hanya sistem keuangannya saja, tapi sektor riilnya tidak. Jadi ini bagus banget kalau bisa berkaitan dengan sektor riil,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai figur yang layak memimpin BI setelah Perry Warjiyo, Aviliani secara terbuka menyebut Destry Damayanti sebagai sosok yang paling tepat. Ia menilai keberlanjutan kepemimpinan akan membuat berbagai program strategis yang telah berjalan tidak mengalami gangguan.

“Kalau kita melihat sebenarnya Destry Damayanti ini sebaiknya memang bisa berkelanjutan. Kenapa? Karena selama ini banyak kebijakan-kebijakan baru dari Pak Perry itu juga bersama-sama dengan DGS (Deputi Gubernur Senior),” jelas Aviliani.

Selain memahami arah kebijakan Bank Indonesia, Destry dinilai memiliki hubungan kerja yang baik dengan berbagai kementerian dan pemangku kepentingan. Faktor tersebut dianggap penting untuk menjaga sinkronisasi antara kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil.

Menurut Aviliani, dunia usaha menginginkan seluruh instrumen kebijakan ekonomi bergerak seirama agar pelaku pasar memperoleh kepastian dan tidak menghadapi sinyal kebijakan yang saling bertolak belakang.

“Saya rasa kalau ini bisa dilanjutkan itu akan lebih bagus lagi antara kebijakan moneter, fiskal dan sektor riil. Karena harapan tentu saja dari Apindo ketiga kebijakan itu harus sama-sama supaya orang tidak bingung. Kalau tiga kebijakan ini bisa sama-sama tentunya akan ada harmoni yang baik,” imbuhnya.

Lead di atas dibuat berbeda dengan menyoroti dampak strategis kekosongan kursi Gubernur BI dan pentingnya kesinambungan kebijakan, sehingga lebih kuat sebagai pengantar tanpa melampaui fakta yang tersedia. [*]  Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|