MEDAN, SUMUTPOS.CO– Tim dosen dan mahasiswa dari Politeknik Negeri Medan (Polmed) melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Pengenalan Bahasa Inggris Sejak Dini” di lingkungan Masjid Al-Halim, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor. Program ini menyasar anak-anak usia 5–10 tahun untuk memperkenalkan dasar-dasar Bahasa Inggris melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini diketuai Nuraini, dengan anggota Raya Puspita Sari, Siti Asnida Nofianna, Ermyna Seri, dan Ade Irma Khairani. Dengan melibatkan 35 anak dan difasilitasi oleh Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Masjid Al-Halim.
Program difokuskan pada pengenalan kosakata dasar seperti warna, angka, anggota tubuh, dan sapaan sederhana, dengan metode belajar sambil bermain. Media yang digunakan antara lain kartu gambar, lagu anak-anak, kuis interaktif, dan permainan edukatif.
“Anak-anak sangat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka terlihat aktif dan senang belajar dengan metode yang kami terapkan,” ungkap Nuraini, ketua tim pelaksana dari Polmed.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya akses anak-anak di lingkungan tersebut terhadap pembelajaran Bahasa Inggris yang interaktif. Berdasarkan observasi awal, kemampuan berbahasa lisan dalam Bahasa Inggris masih rendah, meskipun pelajaran bahasa asing telah diberikan di sekolah.
Masjid Al-Halim dipilih sebagai lokasi karena letaknya yang strategis di tengah permukiman warga serta ketersediaan ruang terbuka yang mendukung kegiatan belajar. Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Masjid Al-Halim turut memberikan dukungan penuh, mulai dari penyediaan fasilitas hingga koordinasi peserta.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa lingkungan masjid bisa menjadi pusat pendidikan nonformal yang mendukung pengembangan anak-anak, tak hanya dari sisi religius tetapi juga akademik.
Metode yang digunakan mengacu pada pendekatan learning through play atau belajar sambil bermain. Anak-anak diajak bernyanyi lagu “Hello Song”, menebak gambar tubuh manusia dalam Bahasa Inggris, hingga menyebut warna dan angka secara bersama-sama.
Pendekatan ini tidak hanya memudahkan anak dalam menyerap materi, tetapi juga menjaga suasana pembelajaran tetap hidup dan menyenangkan. Dalam sesi permainan kelompok, anak-anak bekerja sama dan berlomba menyebutkan nama-nama benda dalam Bahasa Inggris, menciptakan suasana kompetitif yang sehat sekaligus mengasah daya ingat mereka.
Pihak mitra juga menyambut baik program ini. Ketua BKM Masjid Al-Halim, Sahono, menyatakan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana pendidikan bisa dilakukan di luar sekolah dengan metode yang menyenangkan. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa jadi program rutin. Anak-anak jadi semangat, dan masjid juga semakin hidup dengan kegiatan positif,” ujarnya. (rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO– Tim dosen dan mahasiswa dari Politeknik Negeri Medan (Polmed) melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Pengenalan Bahasa Inggris Sejak Dini” di lingkungan Masjid Al-Halim, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor. Program ini menyasar anak-anak usia 5–10 tahun untuk memperkenalkan dasar-dasar Bahasa Inggris melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini diketuai Nuraini, dengan anggota Raya Puspita Sari, Siti Asnida Nofianna, Ermyna Seri, dan Ade Irma Khairani. Dengan melibatkan 35 anak dan difasilitasi oleh Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Masjid Al-Halim.
Program difokuskan pada pengenalan kosakata dasar seperti warna, angka, anggota tubuh, dan sapaan sederhana, dengan metode belajar sambil bermain. Media yang digunakan antara lain kartu gambar, lagu anak-anak, kuis interaktif, dan permainan edukatif.
“Anak-anak sangat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka terlihat aktif dan senang belajar dengan metode yang kami terapkan,” ungkap Nuraini, ketua tim pelaksana dari Polmed.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya akses anak-anak di lingkungan tersebut terhadap pembelajaran Bahasa Inggris yang interaktif. Berdasarkan observasi awal, kemampuan berbahasa lisan dalam Bahasa Inggris masih rendah, meskipun pelajaran bahasa asing telah diberikan di sekolah.
Masjid Al-Halim dipilih sebagai lokasi karena letaknya yang strategis di tengah permukiman warga serta ketersediaan ruang terbuka yang mendukung kegiatan belajar. Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Masjid Al-Halim turut memberikan dukungan penuh, mulai dari penyediaan fasilitas hingga koordinasi peserta.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa lingkungan masjid bisa menjadi pusat pendidikan nonformal yang mendukung pengembangan anak-anak, tak hanya dari sisi religius tetapi juga akademik.
Metode yang digunakan mengacu pada pendekatan learning through play atau belajar sambil bermain. Anak-anak diajak bernyanyi lagu “Hello Song”, menebak gambar tubuh manusia dalam Bahasa Inggris, hingga menyebut warna dan angka secara bersama-sama.
Pendekatan ini tidak hanya memudahkan anak dalam menyerap materi, tetapi juga menjaga suasana pembelajaran tetap hidup dan menyenangkan. Dalam sesi permainan kelompok, anak-anak bekerja sama dan berlomba menyebutkan nama-nama benda dalam Bahasa Inggris, menciptakan suasana kompetitif yang sehat sekaligus mengasah daya ingat mereka.
Pihak mitra juga menyambut baik program ini. Ketua BKM Masjid Al-Halim, Sahono, menyatakan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana pendidikan bisa dilakukan di luar sekolah dengan metode yang menyenangkan. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa jadi program rutin. Anak-anak jadi semangat, dan masjid juga semakin hidup dengan kegiatan positif,” ujarnya. (rel)