Politeknik Negeri Medan Dorong Pemberdayaan Guru MTs Raudhatul Hasanah Asahan Melalui Literasi Manajemen Wakaf Produktif

6 hours ago 2

ASAHAN, SUMUTPOS.CO- Suasana penuh antusias menyelimuti MTs Raudhatul Hasanah Asahan, Jumat (29/8/2025). Bertempat di Jalan Jeruk, Kelurahan Sentang, Kabupaten Asahan, tim dosen Politeknik Negeri Medan hadir melaksanakan kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan tema “Pemberdayaan Guru Madrasah Tsanawiyah melalui Literasi Manajemen Wakaf Produktif”.

Program ini tidak hanya menyajikan pelatihan teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktis bagi para guru agar mampu mengelola aset wakaf secara produktif, profesional, dan sesuai dengan prinsip ekonomi syariah.

Kegiatan ini dipimpin Dr. Ahmad Kholil, S.E., M.Si. selaku ketua tim, dengan dukungan para dosen anggota: Dr. Muhammad Zuhirsyan, Lc., M.A., Syarifuddin H.Z. Nasution, S.E., M.Si., Dr. Nurlinda, S.E., Ak., M.Si., serta Sabarita Tarigan, S.E., M.Si. Kehadiran tim ini menjadi wujud nyata sinergi antara kampus vokasi dan madrasah, di mana ilmu akademik diturunkan langsung untuk menjawab tantangan masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala MTs Raudhatul Hasanah Asahan Muhammad Meftah, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan Politeknik Negeri Medan. Beliau menekankan pentingnya literasi manajemen wakaf produktif agar madrasah mampu mengelola aset wakaf dengan baik demi mendukung kemandirian ekonomi lembaga dan peningkatan mutu pendidikan.

Salah satu sesi menarik disampaikan oleh Syarifuddin H.Z. Nasution, S.E., M.Si, yang membawakan materi bertajuk “Transparansi dan Akuntabilitas dalam Pengelolaan Keuangan Wakaf”. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya pencatatan keuangan wakaf secara tertib dan profesional agar aset wakaf tidak hanya aman, tetapi juga produktif.

Melalui simulasi sederhana, Syarifuddin memperlihatkan bagaimana guru dapat membuat laporan keuangan wakaf yang transparan, sehingga menumbuhkan kepercayaan publik sekaligus meningkatkan keberlanjutan program wakaf produktif di madrasah.

Selain pelatihan interaktif mengenai konsep wakaf produktif dan penerapan Business Model Canvas (BMC), kegiatan ini juga ditandai dengan pemberian bantuan LED Proyektor. Bantuan tersebut menjadi simbol penting yang mengaitkan literasi dan teknologi pembelajaran modern. Proyektor ini akan digunakan sebagai media presentasi, pelatihan, serta penyusunan rencana bisnis wakaf, sehingga ide-ide pemberdayaan dapat tersampaikan lebih jelas dan menarik.

Dengan adanya bantuan proyektor serta peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan, program PKM ini menegaskan komitmen Politeknik Negeri Medan untuk menjadikan guru sebagai pionir pemberdayaan ekonomi umat. Hasil dari kegiatan ini diharapkan bukan hanya peningkatan literasi manajemen wakaf, tetapi juga terciptanya inovasi berkelanjutan yang mendukung kemandirian ekonomi madrasah serta peningkatan mutu layanan pendidikan bagi masyarakat sekitar. (rel/adz)

ASAHAN, SUMUTPOS.CO- Suasana penuh antusias menyelimuti MTs Raudhatul Hasanah Asahan, Jumat (29/8/2025). Bertempat di Jalan Jeruk, Kelurahan Sentang, Kabupaten Asahan, tim dosen Politeknik Negeri Medan hadir melaksanakan kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan tema “Pemberdayaan Guru Madrasah Tsanawiyah melalui Literasi Manajemen Wakaf Produktif”.

Program ini tidak hanya menyajikan pelatihan teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktis bagi para guru agar mampu mengelola aset wakaf secara produktif, profesional, dan sesuai dengan prinsip ekonomi syariah.

Kegiatan ini dipimpin Dr. Ahmad Kholil, S.E., M.Si. selaku ketua tim, dengan dukungan para dosen anggota: Dr. Muhammad Zuhirsyan, Lc., M.A., Syarifuddin H.Z. Nasution, S.E., M.Si., Dr. Nurlinda, S.E., Ak., M.Si., serta Sabarita Tarigan, S.E., M.Si. Kehadiran tim ini menjadi wujud nyata sinergi antara kampus vokasi dan madrasah, di mana ilmu akademik diturunkan langsung untuk menjawab tantangan masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala MTs Raudhatul Hasanah Asahan Muhammad Meftah, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan Politeknik Negeri Medan. Beliau menekankan pentingnya literasi manajemen wakaf produktif agar madrasah mampu mengelola aset wakaf dengan baik demi mendukung kemandirian ekonomi lembaga dan peningkatan mutu pendidikan.

Salah satu sesi menarik disampaikan oleh Syarifuddin H.Z. Nasution, S.E., M.Si, yang membawakan materi bertajuk “Transparansi dan Akuntabilitas dalam Pengelolaan Keuangan Wakaf”. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya pencatatan keuangan wakaf secara tertib dan profesional agar aset wakaf tidak hanya aman, tetapi juga produktif.

Melalui simulasi sederhana, Syarifuddin memperlihatkan bagaimana guru dapat membuat laporan keuangan wakaf yang transparan, sehingga menumbuhkan kepercayaan publik sekaligus meningkatkan keberlanjutan program wakaf produktif di madrasah.

Selain pelatihan interaktif mengenai konsep wakaf produktif dan penerapan Business Model Canvas (BMC), kegiatan ini juga ditandai dengan pemberian bantuan LED Proyektor. Bantuan tersebut menjadi simbol penting yang mengaitkan literasi dan teknologi pembelajaran modern. Proyektor ini akan digunakan sebagai media presentasi, pelatihan, serta penyusunan rencana bisnis wakaf, sehingga ide-ide pemberdayaan dapat tersampaikan lebih jelas dan menarik.

Dengan adanya bantuan proyektor serta peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan, program PKM ini menegaskan komitmen Politeknik Negeri Medan untuk menjadikan guru sebagai pionir pemberdayaan ekonomi umat. Hasil dari kegiatan ini diharapkan bukan hanya peningkatan literasi manajemen wakaf, tetapi juga terciptanya inovasi berkelanjutan yang mendukung kemandirian ekonomi madrasah serta peningkatan mutu layanan pendidikan bagi masyarakat sekitar. (rel/adz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|