LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pohon berukuran besar yang rimbun menutup Jalan Proklamasi, Kelurahan Kwalabingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat mendadak tumbang, Rabu (27/8) lalu. Sontak, peristiwa itu menghebohkan masyarakat. Soalnya, pengendara yang ketepatan melintas menjadi korban. Pohon tumbang itu diduga akibat angin kencang yang melanda Stabat.
“Tiba-tiba batang pohon mahoni patah ke jalan dan ada beberapa pengendara motor yang melintas ketimpa,” ungkap seorang warga di sekitar kejadian.
Peristiwa itu mendapat perhatian masyarakat dan langsung membantu. Atas peristiwa itu, masyarakat berharap, pohon-pohon besar yang tumbuh di pinggir jalan tersebut agar dapat diperhatikan lagi.
“Kalau bisa dicek satu-satu, mana pohon yang sudah tua agar dipotong saja, biar tidak menimbulkan korban jiwa,” bebernya.
Arus lalu lintas sedikit terhambat dan terganggu akibat peristiwa tersebut. Sementara petugas dari dinas terkait melakukan evakuasi batang pohon yang patah guna memastikan keselamatan pengendara.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Langkat, M Harmain menilai, peristiwa pohon tumbang karena faktor alam.
“Kejadian itu disebabkan oleh faktor alam angin kencang. Kami tetap melakukan peremajaan atau pemangkasan di Stabat,” ungkap Harmain, Kamis (28/8).
Harmain juga menyebutkan, sudah banyak surat masuk terkait permintaan untuk peremajaan pohon.
“Surat yang masuk (peremajaan pohon), sudah kami tindak lanjuti,” tuturnya.
Namun begitu, lanjutnya, peristiwa yang terjadi di Jembatan Penceng adalah di luar jangkauan.
“Untuk menindaklanjuti ini, kami akan remajakan atau lakukan pemangkasan pohon-pohon di sekitar Jembatan Penceng hingga Alun-Alun Tengku Amir Hamzah, atau sepanjang Jalan Proklamasi,” kata Harmain.
“Sebetulnya untuk peremajaan pohon di PU (Dinas Pekerjaan Umum), dialihkan ke DLH pada 2017. Kami melakukan perawatan sesuai permintaan masyarakat, itu yang kami lakukan,” jelasnya.
Dia juga menuturkan, ada tiga pengendara motor tertimpa akibat peristiwa itu. Terhadap para korban sudah mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Putri Bidadari.
“Ada tiga orang korban, sudah kami bantu terkait BPJS-nya. Sampai jam 21.00 WIB, saya dengan Kepala BPBD Langkat di RSU Putri Bidadari,” pungkas Harmain. (ted/saz)
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pohon berukuran besar yang rimbun menutup Jalan Proklamasi, Kelurahan Kwalabingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat mendadak tumbang, Rabu (27/8) lalu. Sontak, peristiwa itu menghebohkan masyarakat. Soalnya, pengendara yang ketepatan melintas menjadi korban. Pohon tumbang itu diduga akibat angin kencang yang melanda Stabat.
“Tiba-tiba batang pohon mahoni patah ke jalan dan ada beberapa pengendara motor yang melintas ketimpa,” ungkap seorang warga di sekitar kejadian.
Peristiwa itu mendapat perhatian masyarakat dan langsung membantu. Atas peristiwa itu, masyarakat berharap, pohon-pohon besar yang tumbuh di pinggir jalan tersebut agar dapat diperhatikan lagi.
“Kalau bisa dicek satu-satu, mana pohon yang sudah tua agar dipotong saja, biar tidak menimbulkan korban jiwa,” bebernya.
Arus lalu lintas sedikit terhambat dan terganggu akibat peristiwa tersebut. Sementara petugas dari dinas terkait melakukan evakuasi batang pohon yang patah guna memastikan keselamatan pengendara.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Langkat, M Harmain menilai, peristiwa pohon tumbang karena faktor alam.
“Kejadian itu disebabkan oleh faktor alam angin kencang. Kami tetap melakukan peremajaan atau pemangkasan di Stabat,” ungkap Harmain, Kamis (28/8).
Harmain juga menyebutkan, sudah banyak surat masuk terkait permintaan untuk peremajaan pohon.
“Surat yang masuk (peremajaan pohon), sudah kami tindak lanjuti,” tuturnya.
Namun begitu, lanjutnya, peristiwa yang terjadi di Jembatan Penceng adalah di luar jangkauan.
“Untuk menindaklanjuti ini, kami akan remajakan atau lakukan pemangkasan pohon-pohon di sekitar Jembatan Penceng hingga Alun-Alun Tengku Amir Hamzah, atau sepanjang Jalan Proklamasi,” kata Harmain.
“Sebetulnya untuk peremajaan pohon di PU (Dinas Pekerjaan Umum), dialihkan ke DLH pada 2017. Kami melakukan perawatan sesuai permintaan masyarakat, itu yang kami lakukan,” jelasnya.
Dia juga menuturkan, ada tiga pengendara motor tertimpa akibat peristiwa itu. Terhadap para korban sudah mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Putri Bidadari.
“Ada tiga orang korban, sudah kami bantu terkait BPJS-nya. Sampai jam 21.00 WIB, saya dengan Kepala BPBD Langkat di RSU Putri Bidadari,” pungkas Harmain. (ted/saz)