SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kota Semarang bakal meledak oleh euforia olahraga tanah air. Venue Sport Climbing Center GOR Jatidiri resmi ditunjuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing FPTI XIX tahun 2025, sebuah ajang yang dipastikan menyedot perhatian publik dari seluruh Indonesia.
Gelaran berskala nasional ini bukan sekadar turnamen biasa. Semua indikator mengarah pada satu hal: pertarungan kelas elite. Atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah akan saling mengadu kecepatan, teknik, dan keberanian di dinding tebing buatan terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini.
Namun yang membuat atmosfer semakin panas bukan hanya persaingan antardaerah. Sejumlah nama raksasa olahraga panjat tebing dunia dipastikan turun langsung, menjadikan Kejurnas 2025 sebagai panggung spektakuler yang nyaris setara event internasional.
Veddriq Leonardo dan Kiromal Katibin—dua ikon speed world record holder Indonesia—telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Kehadiran duo ini sudah cukup untuk membuat tensi kompetisi memuncak. Belum lagi hadirnya Desak Made Rita Kusuma Dewi, Raharjati Nursyamsa, hingga Putra Tri Ramadani yang kini digadang-gadang sebagai salah satu generasi penerus paling menjanjikan.
Masyarakat dipastikan akan menyaksikan aksi memanjat dengan kecepatan kilat, manuver ekstrem, serta duel adrenalin yang selama ini hanya bisa disaksikan lewat layar kaca. Kali ini, semua itu tersaji langsung di depan mata.
Misi Besar: Memasyarakatkan Panjat Tebing Lewat Aksi Para Jawara
Sekretaris PP FPTI, Wahyu Pristiawan Buntoro, menegaskan bahwa Kejurnas ini membawa misi strategis bagi perkembangan panjat tebing Indonesia. Menurutnya, olahraga ini sudah memasuki era baru—bukan lagi olahraga spesifik kelompok khusus, tetapi siap menjadi tontonan dan gaya hidup masyarakat.
“Panjat tebing itu menarik, cepat, penuh strategi, dan sangat menghibur. Kami ingin masyarakat merasakan sendiri atmosfernya, mendekatkan diri dengan atlet, dan makin cinta dengan olahraga ini,” tegas Wahyu.
Kehadiran para atlet top bukan hanya untuk seremoni. Mereka benar-benar bertanding, memperebutkan podium nasional, membuktikan kualitas, sekaligus memberi inspirasi langsung kepada masyarakat.
Panitia pelaksana memastikan satu hal yang membuat ajang ini makin spesial: gratis untuk umum. Tidak ada tiket, tidak ada batasan, semua orang bisa datang.
Warga Semarang dan sekitarnya cukup datang ke GOR Jatidiri dan menikmati atmosfer kompetisi kelas dunia tanpa pungutan biaya. Ini menjadi momen langka menyaksikan aksi Veddriq, Katibin, Desak, dan para bintang lainnya melesat di dinding tebing dengan kecepatan yang tidak masuk akal.
Dipastikan, setiap nomor lomba—Speed, Lead, hingga Boulder—akan menghadirkan ketegangan dan tepuk tangan yang tidak putus dari para penonton.
Kejurnas FPTI XIX 2025 siap menyuguhkan tontonan yang benar-benar berbeda. Speed akan jadi nomor paling mematikan, Lead menyajikan duel strategi tingkat tinggi, sementara Boulder memamerkan kekuatan dan kreativitas atlet saat menaklukkan lintasan-lintasan tersulit.
Semarang bukan hanya menjadi tuan rumah, tetapi saksi dari lahirnya jawara-jawara baru dan pertarungan sengit antarikon nasional.
Atmosfer panas, venue megah, atlet kelas dunia, dan akses gratis—kombinasi ini memastikan Kejurnas Panjat Tebing 2025 akan menjadi salah satu event paling ditunggu tahun depan.
Jika Anda pecinta olahraga atau sekadar ingin merasakan sensasi kompetisi ekstrem, GOR Jatidiri adalah tempat yang wajib Anda datangi. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

1 week ago
12


















































