KLATEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sebuah mobil Toyota Innova bernopol AD 1305 UK mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan Jogja–Solo, tepatnya di Desa Prawatan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jumat (28/11/2025).
Peristiwa yang terjadi menjelang siang itu mengagetkan warga sekitar lantaran mobil sempat melompat (“jumping”) dua kali sebelum akhirnya berhenti setelah menabrak beberapa fasilitas umum.
Kerasnya benturan membuat badan mobil ringsek berat. Innova tersebut lebih dulu menghantam pagar Koramil Jogonalan, lalu terus melaju dan menabrak pagar taman desa milik Bumdes hingga akhirnya berhenti total.
Sejumlah warga yang tengah beraktivitas di sekitar lokasi langsung berhamburan keluar begitu mendengar suara benturan keras. Salah satunya adalah Suyanto, saksi mata yang berada tepat di seberang titik kejadian.
Pria 46 tahun itu mengaku melihat langsung bagaimana mobil yang dikemudikan seorang pemuda asal Pekalongan berinisial R (21) melaju dalam kecepatan tinggi sebelum mengalami kecelakaan.
“Posisi saya sedang menambalkan ban truk di bengkel jalur arah Jogja ke Solo (seberang lokasi). Saya melihat langsung mobil datang dari arah Solo mau ke Jogja, lari (melaju) kecepatan sekitar 70 km per jam,” ungkap Suyanto, Jumat (28/11/2025).
Suyanto menuturkan, sebelum kecelakaan terjadi, Innova tersebut sempat menyalip dua mobil lain yang melaju searah. Setelah menyalip dari kanan dan mengambil jalur kembali ke kiri, mobil mendadak oleng dan keluar jalur.
Mobil kemudian menghantam tiang listrik, menabrak papan baliho di pagar Koramil, lalu terperosok ke parit. Dari situ, mobil terpental hingga jumping dua kali, sebelum kembali melaju dan menabrak pot tanaman serta pagar taman desa.
“Terus masuk parit, lalu jumping dua kali dan menabrak tembok parkiran Koramil. Mobil masih melaju dan menabrak pot tanaman serta pagar tembok taman, baru berhenti,” ceritanya.
Suyanto mengaku warga yang melihat kejadian itu sempat berteriak histeris karena khawatir ada korban.
“Saat melihat itu semua teriak, pegawai yang ada di warung nasi goreng dan tambal ban semua teriak. Kami khawatir ada korban yang parah, tapi Alhamdulillah semua selamat,” tambahnya.
Suara benturan keras juga membuat warga spontan menoleh, terlebih kejadian berlangsung pada jam bubaran sekolah, sekitar pukul 11.30 WIB. Suyanto mengatakan suara tabrakan begitu keras sampai membuatnya refleks menahan napas.
Dari pihak kepolisian, Anggota Satlantas Polres Klaten, Aipda Herman Suryandana, menyampaikan bahwa kecelakaan tersebut diduga terjadi karena pengemudi hilang konsentrasi.
“Pengemudi diduga mengantuk sehingga oleng hilang kendali. Untuk kondisi mobil rusak berat tapi tidak ada korban luka,” jelasnya.
Meski tak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kerusakan pada mobil dan fasilitas umum tergolong cukup parah. Polisi kini masih memproses penanganan kecelakaan tersebut. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

12 hours ago
3


















































