WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus tumbler penumpang KRL yang sempat viral di media sosial kini berujung pada langkah lanjutan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero). Pasca ramainya cerita kehilangan tumbler milik penumpang bernama Anita, KAI justru menegaskan imbauan agar penumpang membawa tumbler atau botol minum pribadi saat menggunakan layanan kereta api, khususnya di wilayah Daop 6 Yogyakarta.
Peristiwa ini bermula saat Anita menumpang KRL Commuter Line rute Tanah Abang–Rangkasbitung pada Senin malam (17/11/2025). Ia berada di gerbong khusus perempuan dan turun di Stasiun Rawa Buntu sekitar pukul 19.40 WIB. Usai turun, Anita baru menyadari cooler bag miliknya tertinggal di bagasi kereta. Laporan segera dibuat ke petugas, dan malam itu juga tas berhasil ditemukan dalam kondisi aman.
Namun kejutan muncul keesokan harinya. Saat cooler bag diambil di Stasiun Rangkasbitung bersama suaminya, Alvin, tumbler yang berada di dalam tas dinyatakan hilang. Tas kembali, tetapi isi utamanya tidak ada. Dari penelusuran, petugas pengamanan bernama Argi mengakui tidak sempat memeriksa isi tas ketika pertama kali mengamankan barang tersebut karena kondisi stasiun sedang padat.
Argi kemudian menghubungi Anita dan suaminya untuk meminta maaf. Ia juga menyampaikan kesediaan membantu pencarian melalui rekaman CCTV hingga menawarkan penggantian harga tumbler senilai Rp300 ribu apabila tidak ditemukan. Kasus tersebut akhirnya selesai secara damai dan tidak berlanjut ke ranah hukum. Informasi yang beredar kemudian juga diluruskan oleh KAI Commuter bahwa tidak ada pemecatan petugas akibat insiden ini.
Menariknya, di tengah perhatian publik terkait kehilangan tumbler tersebut, KAI kembali menyoroti kebijakan yang sudah berjalan di wilayah operasinya, yakni penyediaan fasilitas air minum gratis atau drinking water station di sejumlah stasiun. Fasilitas ini memungkinkan penumpang mengisi ulang air minum dengan membawa tumbler sendiri, tanpa perlu membeli air kemasan sekali pakai.
PT KAI Daop 6 Yogyakarta menjelaskan, drinking water station telah tersedia di berbagai stasiun layanan KA jarak jauh, KA lokal, hingga commuter line. Untuk stasiun KA jarak jauh, fasilitas ini bisa ditemukan di Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Purwosari, dan Solo Jebres. Sementara pada layanan KA lokal dan Commuter Line, water station tersedia di Stasiun Yogyakarta, Wates, Maguwo, Klaten, dan Palur.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, Jumat (28/11/2025), menyampaikan bahwa keberadaan water station ini ditujukan untuk memudahkan akses air minum bagi penumpang sekaligus mendorong kebiasaan membawa botol minum pribadi. Dengan cara ini, KAI ingin mengurangi ketergantungan pada air minum kemasan plastik sekali pakai yang berpotensi menambah limbah.
Di sisi lain, pasca kasus tumbler hilang yang ramai diperbincangkan, KAI juga kembali mengingatkan penumpang agar lebih waspada terhadap barang bawaan pribadi, termasuk botol minum atau tumbler. Selama berada di stasiun maupun di atas kereta, seluruh barang yang dibawa penumpang tetap menjadi tanggung jawab masing-masing.
KAI menilai, fasilitas air minum gratis ini tetap aman, higienis, dan mudah diakses, selama penumpang disiplin menjaga barang miliknya sendiri. Dengan membawa tumbler, penumpang tidak hanya diuntungkan secara praktis dan ekonomis, tetapi juga turut berpartisipasi dalam kebiasaan perjalanan yang lebih ramah lingkungan. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

1 day ago
6


















































