Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia saat melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Surakarta | IstimewaSOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia terus memperkuat kapasitas Penyuluh Informasi Publik (PIP) melalui program Sarana Pelatihan dan Apresiasi Penyuluh Informasi Publik (SAPA PIP). Pada gelaran bertema “Menggaungkan Sekolah Rakyat, Mengakhiri Epidemi TBC”, Komdigi menekankan pentingnya peran PIP dalam menyebarluaskan informasi terkait program prioritas pemerintah, terutama mengenai Sekolah Rakyat dan penanganan penyakit TBC.
Dalam kesempatan itu, Angki Kusuma Dewi mendorong peserta agar benar-benar memahami materi yang disampaikan narasumber.
“Silahkan peserta untuk mencerna seluruh substansi materi yang disampaikan oleh para narasumber dan tolong sampaikan ini kepada seluruh masyarakat sebaik-baiknya sehingga masyarakat dapat teredukasi dengan baik, berpikir positif dan mampu memanfaatkan dan mengambil keuntungan dari semua program yang diberikan pemerintah,” ujarnya, seperti dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.
Penyuluh Informasi Publik (PIP) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) saat menyampaikan materi di depan para siswa sekolah rakyat | IstimewaSalah satu materi utama diberikan oleh Mujiastuti, Koordinator Tim Teknis Satgas Rekrutmen Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat Kementerian Sosial. Ia menjelaskan konsep dasar dan tujuan pendirian Sekolah Rakyat, yang dirancang untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi kelompok rentan.
“Ide program Sekolah Rakyat adalah untuk memutus mata rantai kemiskinan, memberikan kesempatan kepada semua anak untuk sekolah agar bisa memperbaiki ekonomi mereka,” terangnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta SAPA PIP diajak berkunjung ke Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Surakarta. Melalui kunjungan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana proses belajar berlangsung, mulai dari kegiatan akademik hingga kelas seni musik. Interaksi dengan suasana pembelajaran ini memberi gambaran konkret mengenai pelaksanaan pendidikan berbasis karakter, kreativitas, dan peningkatan kualitas hidup siswa dari keluarga prasejahtera.
Selain mendalami program Sekolah Rakyat, PIP juga mendapatkan materi terkait upaya eliminasi TBC. Sulistyo, Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya Kementerian Kesehatan, memaparkan strategi komunikasi publik dalam pendampingan pasien TBC. Ia menekankan pendekatan yang lebih empatik dan ramah terhadap pasien.
“Intinya adalah bahwa orang yang sakit TBC itu perlu pendampingan karena pengobatannya 6 bulan, kadang emosinya tidak stabil,” jelasnya.
Sesi pelatihan kemudian dilanjutkan dengan materi teknis berupa editing video. Peserta dibekali kemampuan membuat konten digital yang menarik dan efektif, mengingat peran PIP kini sangat terkait dengan penyebaran informasi melalui media sosial. Para peserta juga diberi kesempatan mempraktikkan pembuatan konten secara langsung.
“Hari ini kita membahas dan mempraktekkan langsung mengenai pembuatan konten yang harapannya akan membantu PIP dalam menjalankan tugasnya,” tuturnya menutup sesi materi.
Kegiatan SAPA PIP ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyuluh informasi publik, sehingga pesan-pesan penting pemerintah dapat tersampaikan secara lebih luas dan berdampak di masyarakat. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

3 hours ago
1

















































