Pemkab Langkat Komit Dorong Penguatan Industri Lokal

2 months ago 31

STABAT, SUMUTPOS.CO- Pemerintah Kabupaten Langkat Komit mendorong penguatan indsutri lokal. Itu terungkap dalam upacara memperingati Hari Kesadaran Nasional yang dipimpin Wakil Bupati Langkat, Tiorita br Surbakti.

Dalam pidatonya, Tiorita menekankan pentingnya Hari Kesadaran Nasional sebagai momentum untuk meneguhkan komitmen Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Upacara ini bukan sekadar rutinitas bulanan, tapi menjadi pengingat bagi seluruh ASN untuk terus meningkatkan kinerja dan integritas dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Ia menyebut, Pemkab Langkat saat ini mengelola 26 pasar tradisional melalui dinas perindustrian dan perdagangan. Pasar-pasar ini menjadi pusat transaksi sekaligus alat ukur dalam pemantauan harga bahan pokok.

Pemerintah juga terus melaksanakan operasi pasar, khususnya pada momen hari besar keagamaan, guna menjaga stabilitas harga beras sebagai bahan pokok penting (Bapokting). Ia juga mengajak seluruh ASN untuk turut berkontribusi dalam mengurangi inflasi dengan melakukan diversifikasi pangan dalam lingkungan keluarga.

Selain itu, ia menggarisbawahi pentingnya penguatan sektor industri melalui implementasi Perda Nomor 6 Tahun 2023 tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Langkat (RPIK) yang dipusatkan di Kecamatan Pangkalan Susu. Menurutnya, perangkat daerah harus berperan aktif dalam penerapan RPIK agar target pembangunan industri dapat tercapai.

“Kita pantau perkembangan industri, khususnya industri kecil dan rumah tangga, melalui Aplikasi SIINas. Dengan begitu, pelaku industri lokal dapat difasilitasi dalam penghitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), yang menjadi syarat utama dalam belanja barang dan jasa pemerintah melalui E-Katalog,” jelasnya.

Ia pun menegaskan agar setiap perangkat daerah memperhatikan nilai TKDN dalam pengadaan barang. Kepada dinas teknis, Tiorita meminta pendampingan penuh kepada pelaku industri kecil, termasuk dalam pengurusan NIB, PIRT, izin edar BPOM, sertifikat halal, label, merek, dan kemasan.

Peringatan Hari Kesadaran Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata. Namun, menjadi pengingat akan pentingnya pelayanan prima dan kecintaan terhadap produk dalam negeri.

“Sebagai ASN, kita harus menjadi contoh bagi masyarakat dengan mengedepankan penggunaan produk lokal dan mencintai hasil karya anak bangsa,” katanya. (ted/han)

STABAT, SUMUTPOS.CO- Pemerintah Kabupaten Langkat Komit mendorong penguatan indsutri lokal. Itu terungkap dalam upacara memperingati Hari Kesadaran Nasional yang dipimpin Wakil Bupati Langkat, Tiorita br Surbakti.

Dalam pidatonya, Tiorita menekankan pentingnya Hari Kesadaran Nasional sebagai momentum untuk meneguhkan komitmen Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Upacara ini bukan sekadar rutinitas bulanan, tapi menjadi pengingat bagi seluruh ASN untuk terus meningkatkan kinerja dan integritas dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Ia menyebut, Pemkab Langkat saat ini mengelola 26 pasar tradisional melalui dinas perindustrian dan perdagangan. Pasar-pasar ini menjadi pusat transaksi sekaligus alat ukur dalam pemantauan harga bahan pokok.

Pemerintah juga terus melaksanakan operasi pasar, khususnya pada momen hari besar keagamaan, guna menjaga stabilitas harga beras sebagai bahan pokok penting (Bapokting). Ia juga mengajak seluruh ASN untuk turut berkontribusi dalam mengurangi inflasi dengan melakukan diversifikasi pangan dalam lingkungan keluarga.

Selain itu, ia menggarisbawahi pentingnya penguatan sektor industri melalui implementasi Perda Nomor 6 Tahun 2023 tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Langkat (RPIK) yang dipusatkan di Kecamatan Pangkalan Susu. Menurutnya, perangkat daerah harus berperan aktif dalam penerapan RPIK agar target pembangunan industri dapat tercapai.

“Kita pantau perkembangan industri, khususnya industri kecil dan rumah tangga, melalui Aplikasi SIINas. Dengan begitu, pelaku industri lokal dapat difasilitasi dalam penghitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), yang menjadi syarat utama dalam belanja barang dan jasa pemerintah melalui E-Katalog,” jelasnya.

Ia pun menegaskan agar setiap perangkat daerah memperhatikan nilai TKDN dalam pengadaan barang. Kepada dinas teknis, Tiorita meminta pendampingan penuh kepada pelaku industri kecil, termasuk dalam pengurusan NIB, PIRT, izin edar BPOM, sertifikat halal, label, merek, dan kemasan.

Peringatan Hari Kesadaran Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata. Namun, menjadi pengingat akan pentingnya pelayanan prima dan kecintaan terhadap produk dalam negeri.

“Sebagai ASN, kita harus menjadi contoh bagi masyarakat dengan mengedepankan penggunaan produk lokal dan mencintai hasil karya anak bangsa,” katanya. (ted/han)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|