Program MBKM DKV ISI Surakarta Warnai Kegiatan Literasi Jumaring Bersama Kreator Buku Anak

4 hours ago 1
Kegiatan Literasi Jumaring Bersama Kreator Buku Anak, yang melibatkan peran serta Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) FSRD ISI Surakarta | Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) FSRD ISI Surakarta, Rosa Amelia Dwifitri, turut ambil bagian dalam proses dokumentasi kegiatan literasi Jumaring (Jumat Membaca Nyaring) di Toko Gumi, Yogyakarta. Keterlibatannya ini merupakan bagian dari penugasan program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dijalani bersama mitra Toko Gumi di bawah bimbingan Brilindra Pandanwangi, S.Ds., M.Sn.

Selama menjalani magang, Rosa bertanggung jawab pada berbagai pekerjaan desain dan dokumentasi. Mulai dari pengambilan foto, merekam jalannya kegiatan, hingga menyusun materi publikasi untuk kebutuhan arsip maupun media sosial mitra. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan baginya untuk mempraktikkan kemampuan visual di lingkungan kerja kreatif.

Rosa mengungkapkan bahwa penugasan magang ini sangat membantu pengembangan kemampuannya, khususnya dalam memahami kebutuhan dokumentasi kegiatan literasi. Dirinya merasa mendapat ruang belajar yang dekat dengan dunia industri kreatif yang sesungguhnya.
“Pengalaman magang ini membantu saya mengembangkan kemampuan dokumentasi sekaligus memahami kebutuhan visual dalam kegiatan literasi,” ujarnya, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Dari pihak mitra, keberadaan mahasiswa magang dinilai memberi dukungan nyata pada kebutuhan dokumentasi dan publikasi. Hasil dokumentasi juga digunakan sebagai arsip lembaga.

Selama periode magang tersebut, Rosa juga dilibatkan dalam program Jumaring, agenda literasi rutin setiap Jumat yang diadakan Toko Gumi. Pada gelaran 28 November 2025, kegiatan menghadirkan kreator buku anak “Lapar! Lapar! Lapar!”, yakni penulis sekaligus ilustrator Nurul Ashari dan penerbit Praba Shinta dari Mighty Jungle.

Keduanya hadir langsung untuk membacakan cerita dan berinteraksi dengan anak-anak. Suasana hangat terasa sejak sesi membaca nyaring dimulai. Anak-anak diajak menirukan suara tokoh, menebak alur, hingga mengamati ilustrasi yang ditampilkan. Respon antusias terlihat dari keberanian peserta bertanya dan menjawab selama sesi berlangsung.

Setelah mendengarkan cerita, anak-anak diajak membuat mahkota karakter, yaitu menghias mahkota sesuai tokoh dalam buku. Kegiatan sederhana ini mendorong kreativitas sekaligus mempererat interaksi antara anak dan orang tua. Acara kemudian ditutup dengan book signing, memberi kesempatan bagi peserta untuk membawa pulang buku bertanda tangan kreatornya.

Menurut Nurul Ashari dan Praba Shinta, kegiatan Jumaring bukan sekadar menghadirkan cerita, namun juga memperkenalkan proses kreatif di balik sebuah buku.
“Kegiatan Jumaring tidak hanya memberikan cerita dan pengalaman kreatif bagi anak-anak, tetapi juga membantu mereka memahami bahwa sebuah buku melalui proses panjang yang melibatkan banyak pihak,” ujar keduanya.

Gelaran Jumaring edisi kali ini berlangsung hangat dan meriah. Anak-anak terlihat aktif dan menikmati setiap aktivitas yang disiapkan. Melalui kehadiran mahasiswa magang, kegiatan dapat terdokumentasikan dengan baik sekaligus menjadi ruang praktik nyata bagi mahasiswa dalam menjelajahi lingkungan kerja kreatif dan edukatif. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|