SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sempat dikabarkan terjadi ketegangan yang disebut-sebut terjadi antara kelompok Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Kabar tersebut dibantah langsung oleh pengurus PSHT Pusat Madiun Ranting Sambirejo. Dimana sebelumnya PSHT Cabang Sragen dengan Ketua Umum M. Taufik menuntut ketegasan dari aparatur negara, kubu PSHT Ranting Pusat Madiun justru menyatakan bahwa masalah legalitas sudah tuntas di tingkat daerah.
Deni Fadillah Rahman selaku Pengurus PSHT Pusat Madiun Ranting Sambirejo (P17), menegaskan bahwa wilayah tersebut “aman, kondusif, dan terkendali,” jelasnya.
Bantahan ini disampaikan Deni saat pihaknya menggelar pengumuman Surat Keputusan (SK) Ketua Ranting terpilih pada Selasa (25/11) malam, yang dibarengi dengan agenda rutin Khataman dan Sholawatan di Padepokan PSHT Sambirejo, bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Falah Bayanan.
“Perlu kami simpulkan bahwa Ranting Sambirejo ini aman. Tidak ada kok isu bentrok dan sebagainya,” ujar Deni.
Dia mengklaim, kegiatan Parapatan Ranting di Kantor Kecamatan yang memicu gejolak berlangsung kondusif sejak persiapan hingga dini hari, bahkan melebihi ekspektasi panitia dari sisi kehadiran. Kehadiran Muspika yang lengkap dalam acara tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa tidak ada masalah atau surat keberatan yang diterima oleh pihak kecamatan.
Saling Klaim Legalitas di Kesbangpol
Polemik legalitas antar kelompok PSHT di Sambirejo makin meruncing setelah kedua belah pihak saling mengklaim entitas yang sah.
Jika sebelumnya PSHT Cabang Sragen menuntut ketegasan dari aparatur negara, pihaknya justru menyatakan bahwa masalah legalitas sudah tuntas di tingkat daerah.
Deni mengklaim bahwa SK Kemenkumham yang menjadi dasar hukum organisasinya telah dikirimkan ke Badan Kesbangpol Sragen sejak tiga tahun lalu, jauh sebelum isu badan hukum ini ramai.
“Itu sudah terdaftar. Itu satu-satunya yang terdaftar di Sragen ya cuma PSHT Ranting Pusat Madiun ini,” klaim Deni.
Pihaknya mendorong pihak-pihak lain yang mengklaim memiliki legalitas untuk membawa dokumen mereka ke Kesbangpol agar dapat diaudiensikan bersama dan mendapatkan kepastian hukum, alih-alih hanya berpolemik di tingkat kecamatan atau kelurahan.
Lebih lanjut, Deni menegaskan bahwa perebutan keabsahan organisasi tidak menarik bagi akar rumput di Sambirejo. Menurutnya, masyarakat lebih fokus pada kontribusi PSHT. “Masyarakat Sambirejo ini sebenarnya tidak terlalu peduli kok ini siapa, ini siapa. Mereka yang mereka inginkan itu hanyalah bagaimana PSHT ini bisa Dharma untuk masyarakat,” katanya.
Huri Yanto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

1 day ago
10


















































