Tanah Gerak Bikin Desa Maribaya Nggak Aman, 23 Rumah Rusak Parah, Pegadaian Langsung Turun Bantu Warga

2 days ago 11
Tanah gerakPemberian bantuan buat korban tanah gerak di Desa Maribaya Purbalingga. Istimewa

PURBALINGGA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga lagi ada di situasi yang bener-bener nggak nyaman. Sejak Maret 2025, tanah di kawasan ini terus bergerak pelan tapi pasti. Puncaknya terjadi di November, ketika retakan makin lebar, rumah-rumah mulai miring, dan sebagian bangunan akhirnya rusak parah.

Data terakhir mencatat, ada sekitar 23 rumah warga yang kondisinya sudah nggak layak ditempati. Bukan cuma soal bangunan, akses jalan di desa juga ikut longsor, bikin mobilitas warga makin ribet. Meski nggak ada korban jiwa, dampaknya kerasa banget. Banyak warga harus angkat kaki dari rumah sendiri dan numpang hidup di tempat saudara atau kerabat terdekat karena tanahnya masih terus bergerak dan rawan.

Di tengah kondisi yang serba nggak pasti itu, bantuan datang dari PT Pegadaian. Lewat Pegadaian Kanwil XI Semarang, Pegadaian menyalurkan bantuan bencana ke warga terdampak di Desa Maribaya Purbalingga, wilayah kerja Area Purwokerto.

Penyaluran bantuan dilakukan pada Rabu, 26 November 2025. Pemimpin Wilayah Kanwil XI Semarang, Edy Purwanto, melalui Deputy Bisnis Area Purwokerto, Yuly Arsianty, datang langsung ke Posko Penanggulangan Bencana Tanah Bergerak Desa Maribaya. Mereka nggak cuma formalitas datang, tapi langsung serahin bantuan kebutuhan pokok buat warga.

Isi bantuannya bukan kaleng-kaleng. Mulai dari beras, minyak goreng, telur, gula, makanan kaleng, sampai susu disiapkan buat bantu warga bertahan di masa sulit ini. Yuly bilang, Pegadaian paham betul situasi warga yang terdampak, apalagi banyak aktivitas sehari-hari yang ikut tersendat karena kondisi lingkungan belum aman.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Desa Maribaya, Tarso Dwi Cahyanto. Nantinya, logistik akan dibagikan secara merata lewat tim relawan bencana desa, biar semua warga yang terdampak kebagian. Saat ini, mayoritas warga masih belum bisa balik ke rumah karena retakan tanah belum berhenti dan ada potensi longsor susulan.

Tarso mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Menurutnya, di situasi genting seperti sekarang, dukungan kebutuhan pokok jadi hal paling krusial buat warga yang lagi berusaha bertahan sambil nunggu kejelasan relokasi dari pemerintah.

Aksi ini sendiri merupakan bagian dari program CSR Pegadaian Peduli, yang memang fokus pada respons cepat bencana, termasuk bencana yang dipicu faktor alam dan perubahan iklim. Ke depan, Pegadaian Area Purwokerto juga sudah menyiapkan rencana bantuan lanjutan untuk wilayah lain yang mengalami kondisi serupa, seperti Wonosobo dan Majenang.

Di saat rumah sendiri jadi tempat yang nggak lagi aman, bantuan seperti ini jelas berarti besar. Buat warga Desa Maribaya, kehadiran Pegadaian setidaknya bikin mereka nggak merasa sendirian menghadapi bencana yang datang tiba-tiba dan berdampak panjang. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|