Ubah Mindset, Pemuda Papua Jangan Hanya Jadi Penonton

21 hours ago 4

JAYAPURA — Seruan bagi para pemuda Papua meningkatkan kapasitas dan terus berfikir positif serta tetap optimis dengan kemampuan yang dimiliki kembali disuarakan seorang motivator, Kaka Jose. Dihadapan sekitar 300 pemuda di Distrik Heram, Kota Jayapura, Jose mengajak semua untuk merefleksikan diri dan bangkit demi kemajuan Tanah Papua.

Hal tersebut dilontarkan dalam kegiatan diskusi bertajuk “Capacity Building Pemuda Heram Bersama Kaka Jose” yang digelar Sabtu (13/6 ) di pelataran rumah adat (Obhe) Ondoafi Heram Kota Jayapura. Kegiatan ini mengusung tema yakni membangun generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. Jose meyakini pemuda Papua memiliki kemampuan hanya saja selama ini belum dibangkitkan.

Iapun meminta agar para pemuda jangan hanya menjadi penonton tetapi bagaimana bisa mengubah mindset yang dimulai dari dalam diri masing-masing. Jose Alvan Ohei atau yang akrab disapa Kaka Jose menekankan pentingnya perubahan mindset tanpa harus selalu menyalahkan faktor eksternal atau lingkungan sekitar. Pemuda Heram diingatkan kembali akan identitas mereka yang memiliki rekam jejak sebagai pemimpin.

“Kita harus bahas bagaimana anak Papua bisa bangkit dari dalam, mengubah diri kita sendiri. Kita tidak bisa bilang ‘karena ini, karena itu’. Kita harus rubah dari dalam diri untuk bangun bangsa,” tutur Jose Alvan Ohei seperti rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Minggu (14/6). Ia menambahkan bahwa semangat ini sejalan dengan jargon pergerakan mereka, yaitu “Pemuda Heram Maju Bersama, Bangun Daerah”.

Kaka Jose menyinggung soal realita kehidupan sehari-hari di Papua. Ia menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang lebih senang membicarakan kegagalan orang lain atau merasa tidak senang saat melihat sesamanya meraih keberhasilan. Fenomena ini disebutnya sebagai budaya saling membagikan atau baku over energi negatif.

“Ada satu yang berhasil, kita bicara dia. Kita kumpul orang-orang untuk baku over energi negatif. Kasihan, dia lagi bahagia, dia punya berkat, dia punya semua, akhirnya jadi surut. Harusnya enerji positif yang ditularkan sehingga komunitas bisa maju sama-sama. Kenapa kita sulit maju, ini karena satu berhasil tapi kita sibuk bicara dia,” singgung Kaka Jose. Ia juga memberikan contoh konkret dalam dunia usaha lokal, di mana ia menyayangkan sikap enggan mendukung usaha yang dirintis oleh sesama anak daerah.

JAYAPURA — Seruan bagi para pemuda Papua meningkatkan kapasitas dan terus berfikir positif serta tetap optimis dengan kemampuan yang dimiliki kembali disuarakan seorang motivator, Kaka Jose. Dihadapan sekitar 300 pemuda di Distrik Heram, Kota Jayapura, Jose mengajak semua untuk merefleksikan diri dan bangkit demi kemajuan Tanah Papua.

Hal tersebut dilontarkan dalam kegiatan diskusi bertajuk “Capacity Building Pemuda Heram Bersama Kaka Jose” yang digelar Sabtu (13/6 ) di pelataran rumah adat (Obhe) Ondoafi Heram Kota Jayapura. Kegiatan ini mengusung tema yakni membangun generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. Jose meyakini pemuda Papua memiliki kemampuan hanya saja selama ini belum dibangkitkan.

Iapun meminta agar para pemuda jangan hanya menjadi penonton tetapi bagaimana bisa mengubah mindset yang dimulai dari dalam diri masing-masing. Jose Alvan Ohei atau yang akrab disapa Kaka Jose menekankan pentingnya perubahan mindset tanpa harus selalu menyalahkan faktor eksternal atau lingkungan sekitar. Pemuda Heram diingatkan kembali akan identitas mereka yang memiliki rekam jejak sebagai pemimpin.

“Kita harus bahas bagaimana anak Papua bisa bangkit dari dalam, mengubah diri kita sendiri. Kita tidak bisa bilang ‘karena ini, karena itu’. Kita harus rubah dari dalam diri untuk bangun bangsa,” tutur Jose Alvan Ohei seperti rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Minggu (14/6). Ia menambahkan bahwa semangat ini sejalan dengan jargon pergerakan mereka, yaitu “Pemuda Heram Maju Bersama, Bangun Daerah”.

Kaka Jose menyinggung soal realita kehidupan sehari-hari di Papua. Ia menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang lebih senang membicarakan kegagalan orang lain atau merasa tidak senang saat melihat sesamanya meraih keberhasilan. Fenomena ini disebutnya sebagai budaya saling membagikan atau baku over energi negatif.

“Ada satu yang berhasil, kita bicara dia. Kita kumpul orang-orang untuk baku over energi negatif. Kasihan, dia lagi bahagia, dia punya berkat, dia punya semua, akhirnya jadi surut. Harusnya enerji positif yang ditularkan sehingga komunitas bisa maju sama-sama. Kenapa kita sulit maju, ini karena satu berhasil tapi kita sibuk bicara dia,” singgung Kaka Jose. Ia juga memberikan contoh konkret dalam dunia usaha lokal, di mana ia menyayangkan sikap enggan mendukung usaha yang dirintis oleh sesama anak daerah.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|