14 Tahun Dampingi Anak Yatim dan Dhuafa, BAYD Salimah Sukoharjo Peringati Milad dengan Pesan Kemerdekaan yang Tak Biasa

4 hours ago 3
Anak yatimMilad BAYD Sukoharjo. Istimewa

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Genap berusia 14 tahun, Bina Anak Yatim Dhuafa (BAYD) Salimah Sukoharjo terus menjalankan pendampingan bagi anak-anak yatim dan dhuafa. Momentum tersebut diperingati bersamaan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia melalui kegiatan “Semarak Milad BAYD Salimah Sukoharjo ke-14 dan Kemerdekaan Indonesia ke-81” di Baitul Qur’an Salimah Sukoharjo, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan dikemas dengan tausiyah, pemotongan tumpeng, penampilan bakat anak, pembagian hadiah berbagai lomba yang digelar selama Agustus, hingga sarapan soto bersama.

Bagi BAYD Salimah Sukoharjo, perjalanan selama 14 tahun tidak terlepas dari peran para donatur, relawan, mitra, dan masyarakat yang selama ini memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan sosial dan pembinaan anak yatim serta dhuafa.

Ketua BAYD Presty dalam sambutannya menyampaikan, perjalanan BAYD hingga memasuki usia ke-14 merupakan hasil kolaborasi dan kepedulian banyak pihak.

Menurutnya, peringatan milad menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan BAYD dalam menjalankan program sosial sekaligus pembinaan anak-anak yatim dan dhuafa.

Usia 14 tahun, kata dia, juga menjadi pengingat bahwa masih ada amanah yang harus dijalankan untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Apresiasi terhadap keberadaan BAYD Salimah Sukoharjo turut disampaikan Wiyarso, Lurah Jombor, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo. Ia memberikan dukungan atas kiprah BAYD yang selama ini ikut berperan dalam pembinaan anak yatim dan dhuafa.

Sementara itu, Dewan Pembina BAYD Salimah Sukoharjo, Bimawan, mengatakan milad ke-14 dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat langkah BAYD dalam menjalankan programnya.

Peringatan milad tahun ini juga dipadukan dengan momentum Kemerdekaan Indonesia ke-81. Menurut Bimawan, peringatan kemerdekaan dapat menjadi sarana untuk mengenalkan nilai perjuangan dan nasionalisme kepada anak-anak.

Ia juga mengajak peserta memahami kemerdekaan tidak hanya dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga dari perspektif keimanan.

“Kemerdekaan sendiri adalah kebebasan untuk bisa sepenuhnya beriman dan taat kepada Allah. Membebaskan manusia dari penghambaan, belenggu dan ketergantungan kepada sesama manusia menuju penghambaan dan pengabdian yang totalitas kepada Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta,” kata Bimawan.

Rangkaian acara kemudian ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan BAYD Salimah Sukoharjo selama 14 tahun.

Anak-anak juga mendapat ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka. Salah satunya melalui pembacaan puisi bertema kemerdekaan serta drama musikal yang mereka perankan.

Penampilan tersebut menjadi bagian dari kegiatan yang dirancang tidak hanya sebagai perayaan milad, tetapi juga memberikan ruang kepada anak-anak untuk berani tampil, mengembangkan bakat, dan menikmati kegiatan bersama.

Setelah penampilan anak dan pembagian hadiah lomba, kegiatan ditutup dengan sarapan soto bersama.

Selama 14 tahun perjalanannya, BAYD Salimah Sukoharjo hadir melalui kegiatan pendampingan dan pembinaan anak yatim serta dhuafa. Dukungan dari donatur, relawan, mitra dan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlangsungan berbagai kegiatan yang dijalankan.

Momentum milad ke-14 sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia tersebut menjadi ruang bagi BAYD untuk mempertemukan nilai kepedulian sosial, pembinaan anak, serta pendidikan tentang perjuangan dan kemerdekaan. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|