JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pengendara kendaraan bermotor mendapat sedikit kabar lega di tengah tingginya biaya mobilitas sehari-hari. Sejumlah BBM nonsubsidi Pertamina mengalami penurunan harga, dengan pemangkasan paling besar terjadi pada Pertamax Turbo yang turun Rp1.000 per liter.
Perubahan harga tersebut tercatat pada Minggu (30/8/2026). Tiga produk BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian, yakni Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo.
Di wilayah Jawa Tengah, harga ketiga produk tersebut kini masing-masing berada di angka Rp15.950 untuk Pertamax, Rp16.600 untuk Pertamax Green 95, dan Rp18.300 per liter untuk Pertamax Turbo.
Dengan demikian, harga Pertamax turun Rp300 dari sebelumnya Rp16.250 per liter. Pertamax Green 95 turun Rp400 dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter.
Sementara itu, Pertamax Turbo mengalami penurunan paling besar. Harga BBM dengan RON 98 tersebut dipangkas Rp1.000 dari sebelumnya Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter.
Namun, tidak seluruh produk BBM Pertamina mengalami perubahan harga.
Dexlite masih dibanderol Rp19.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex berada di angka Rp21.150 per liter.
Bagi pengguna kendaraan yang rutin mengisi BBM nonsubsidi, selisih harga tersebut tentu cukup berarti jika dikalkulasikan dalam penggunaan harian. Apalagi, biaya bahan bakar menjadi salah satu pengeluaran rutin bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk bekerja maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.
Berbeda dengan BBM nonsubsidi, harga BBM bersubsidi masih bertahan pada level sebelumnya.
Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar berada di angka Rp6.800 per liter.
Artinya, perubahan harga kali ini lebih terasa bagi konsumen BBM nonsubsidi. Sementara masyarakat yang menggunakan Pertalite maupun Biosolar belum mendapatkan perubahan harga.
Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi memang dapat mengalami penyesuaian mengikuti perkembangan sejumlah indikator ekonomi dan energi.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan perubahan harga tersebut mengacu pada perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah serta ketentuan pemerintah.
“Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat,” ujar Kitty dalam keterangan resmi, Sabtu (1/8/2026).
Karena mekanisme tersebut, harga BBM nonsubsidi dapat berubah mengikuti kondisi ekonomi dan energi yang menjadi dasar perhitungan.
Harga BBM juga tidak otomatis sama di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu komponen yang dapat membuat harga berbeda antardaerah adalah Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan pemerintah daerah masing-masing.
Untuk wilayah Jawa Tengah, berdasarkan daftar harga dalam bahan tersebut, harga BBM Pertamina sama dengan wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Berikut harga BBM Pertamina di Jawa Tengah:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp15.950 per liter
- Pertamax Green 95: Rp16.600 per liter
- Pertamax Turbo: Rp18.300 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Dexlite: Rp19.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp21.150 per liter
Daftar tersebut menunjukkan bahwa penurunan harga paling besar terjadi pada Pertamax Turbo, sedangkan Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan.
Bagi konsumen, perubahan harga BBM tetap perlu dicermati karena harga yang berlaku dapat berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. Pertamina juga mengingatkan bahwa komponen seperti PBBKB menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga BBM di tingkat daerah.
Selain Jawa Tengah, daftar harga menunjukkan adanya perbedaan harga BBM Pertamina di sejumlah wilayah Indonesia. Di beberapa daerah, misalnya, harga Pertamax tercatat Rp16.300 atau Rp16.650 per liter, sementara wilayah Jawa dan sejumlah daerah lainnya tercatat Rp15.950 per liter.
Dengan penyesuaian tersebut, pengendara di wilayah Jawa Tengah kini membayar lebih rendah untuk tiga jenis BBM nonsubsidi dibandingkan harga sebelumnya, sementara harga BBM bersubsidi tetap tidak berubah. [*] Disarikan dari sumber berita medi daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

17 hours ago
17
















































