Sejumlah alumni SMAN 3 Solo berfoto bersama di salah satu sudut kawasan pusat Kota Madiun, Sabtu (29/8/2026). Di sela dolan bareng, mereka menikmati suasana kota sambil mengabadikan momen kebersamaan yang menjadi bagian dari perjalanan sehari penuh dari Solo menuju Madiun | Foto: SuhamdaniMADIUN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Belasan alumni SMAN 3 Solo mengisi akhir pekan dengan cara yang sedikit berbeda. Jika biasanya mereka hanya berkumpul secara periodik di rumah salah satu anggota, kali ini pertemuan dibuat lebih berwarna dengan dolan bareng ke Madiun, Sabtu (29/8/2026).
Menggunakan satu mobil Hiace, rombongan berangkat dari Solo dengan suasana gayeng. Sebagian alumni datang bersama pasangan, sementara sebagian lainnya mengikuti perjalanan seorang diri. Sejak awal perjalanan, obrolan dan canda menjadi teman sepanjang jalan.
Perjalanan pagi itu mengambil rute pegunungan. Rombongan melintasi kawasan Tawangmangu dan kemudian bergerak naik menuju Sarangan. Sebelum melanjutkan perjalanan, mereka menyempatkan diri berhenti di kawasan Pasar Tawangmangu untuk sarapan di salah satu warung makan Bu Tituk.
Usai sarapan, perjalanan kembali dilanjutkan menuju Sarangan. Di kawasan wisata tersebut, rombongan mampir di Pinete Sarangan untuk menikmati secagkir kopi sekaligus beristirahat sejenak melepas penat. Tak lupa, para anggota yang kebanyakan sudah lanjut usia tersebut tak kurang gaya untuk sekadar foto selfie.
Sejumlah alumni SMAN 3 Solo duduk santai sembari menikmati secangkir kopi dengan beragam varian di Pinete, Sarangan, Sabtu (29/8/2026). Di tengah perjalanan menuju Madiun, momen ngopi di kawasan berhawa sejuk tersebut menjadi jeda untuk melepas penat sekaligus mempererat kembali suasana gayeng antarteman lama | Foto: SuhamdaniUdara dingin khas pegunungan dan hamparan hutan pinus di sekitar Sarangan membuat perjalanan pagi itu terasa berbeda. Bagi mereka, berhenti sejenak untuk ngopi sembari menikmati suasana menjadi bagian kecil yang justru membuat perjalanan semakin gayeng.
Dari Sarangan, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Magetan, Jawa Timur. Salah satu agenda berikutnya adalah mampir ke sentra kerajinan kulit di Jalan Sawo.
Beragam produk kerajinan kulit tersedia di kawasan tersebut. Kesempatan itu pun dimanfaatkan sejumlah anggota rombongan untuk berburu oleh-oleh. Mulai dari tas hingga berbagai aksesori menjadi barang yang menarik perhatian, bahkan beberapa di antaranya dibawa pulang sebagai buah tangan.
Dari Magetan, perjalanan dilanjutkan menuju Madiun. Saat mulai memasuki wilayah Madiun, hamparan tanaman tebu tampak menghiasi sejumlah ruas jalan yang dilalui rombongan. Di beberapa ruas jalan yang dilalui, tampak rel tua menyembul di antara permukaan jalan. Kenampakan rel-rel itu mengingatkan pada jejak perjalanan lori pengangkut tebu yang pernah menjadi bagian dari denyut industri gula di kawasan Madiun dan sekitarnya.
Setibanya di Madiun, rombongan sudah ditunggu salah seorang alumni yang kini tinggal dan menetap di kota tersebut. Alumni tersebut sekaligus menjadi tuan rumah dan pemandu perjalanan selama berada di Madiun.
Rombongan kemudian diajak menyusuri sejumlah destinasi dan titik menarik di Kota Madiun, termasuk kawasan oleh-oleh dan kompleks sekitar alun-alun kota. Perjalanan berlanjut ke kawasan Jalan Pahlawan. Saat itu, kawasan pusat Kota Madiun tengah dipenuhi berbagai persiapan menjelang gelaran Madiun Menari.
Sejumlah alumni SMAN 3 Solo berfoto bersama dengan latar belakang menara jam di pusat Kota Madiun, Sabtu (29/8/2026). Momen tersebut menjadi salah satu kenangan dalam agenda dolan bareng, sekaligus kesempatan mengabadikan kebersamaan setelah sekian lama disibukkan dengan rutinitas masing-masing | Foto: SuhamdaniJalan Pahlawan yang menjadi salah satu pusat kegiatan tersebut membentang dari kawasan Kantor Pemkab Madiun hingga rumah dinas Bupati Madiun. Menjelang sore, para penari mulai berdatangan ke lokasi.
Rombongan alumni SMAN 3 Solo pun ikut menikmati suasana persiapan tersebut. Beberapa anggota bahkan menyempatkan diri berfoto bersama para penari yang sebagian masih anak-anak. Terlihat anak-anak itu tertawa gembira.
Madiun Menari dijadwalkan berlangsung mulai sekitar pukul 18.00 WIB. Meski tidak sempat menyaksikan seluruh rangkaian acara, keberadaan mereka di tengah suasana persiapan kegiatan tersebut menjadi salah satu cerita menarik dalam perjalanan sehari itu.
Mampir di Pecel Pojok
Setiba di Madiun tengah hari dan sebelum menjelajahi kawasan pusat Kota Madiun, rombongan sempat menikmati makan siang di Warung Pecel Pojok di Jalan Cokroaminoto. Pecel menjadi salah satu kuliner yang lekat dengan identitas Madiun, sehingga mencicipinya menjadi bagian yang tak ingin dilewatkan.
“Sepanjang Jalan Cokroaminoto ini memang merupakan kawasan pecel Madiun. Tapi warung Pojok ini yang paling legend,” papar Petrus, sang pemandu.
Agenda berburu oleh-oleh kemudian dilanjutkan. Rombongan mampir ke kawasan Cokro untuk membeli roti sebelum kembali menikmati suasana pusat Kota Madiun. Meski hanya sehari, perjalanan tersebut cukup padat. Namun, menurut Koordinator Kegiatan, Alex, kepadatan agenda bukanlah hal utama dari dolan bareng tersebut.
Menurutnya, perjalanan kali ini justru menjadi variasi dari pola pertemuan alumni yang selama ini dilakukan secara periodik di rumah salah satu anggota.
“Biasanya kami ketemu dan kumpul di rumah salah satu teman. Supaya tidak bosan dan ada variasi, kali ini kami memilih dolan bareng,” ujar Alex.
Bagi Alex, nilai utama perjalanan bukan terletak pada banyaknya tempat yang dikunjungi. Lebih dari itu, perjalanan bersama menjadi kesempatan untuk mempertemukan kembali teman-teman lama dalam suasana yang santai dan jauh dari rutinitas.
Mulai dari ngobrol sepanjang perjalanan, sarapan bersama, ngopi di Sarangan, berburu kerajinan kulit, menikmati pecel, hingga menyusuri suasana Kota Madiun menjadi rangkaian kecil yang membuat perjalanan terasa hidup.
Apalagi, di Madiun mereka tidak sekadar menjadi wisatawan. Kehadiran salah seorang alumni yang kini menetap di kota tersebut membuat perjalanan terasa seperti kunjungan kepada sahabat lama sekaligus mendapat pemandu lokal.
Hal senada disampaikan Agus, salah seorang anggota rombongan. Menurutnya, dolan bareng alumni memiliki sensasi tersendiri karena bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi juga menjadi ruang untuk bernostalgia.
Setelah masing-masing alumni sibuk dengan pekerjaan dan kehidupan keluarga, kesempatan untuk duduk bersama, bercanda, saling bercerita, dan menikmati perjalanan menjadi sesuatu yang berharga.
“Kalau sudah kumpul begini, yang dicari sebenarnya bukan tempatnya saja. Bisa ngobrol dan bercanda bersama teman-teman lama itu yang menyenangkan,” kata Agus.
Di ujung perjalanannya, sejumlah alumni SMAN 3 Solo berfoto bersama saat mampir untuk makan malam di warung bakmi Jowo Gunungkidul Kang Dwi di Jalan Tanjung Raya, Madiun, Sabtu (29/8/2026) malam | Foto: SuhamdaniMenjelang malam, rangkaian dolan bareng tersebut ditutup dengan makan malam di Bakmi Jowo Gunungkidul Kang Dwi di Jalan Tanjung Raya. Usai makan malam, rombongan kemudian berpisah. Sisa perjalanan ada ditempuh melalui jalan tol untuk kembali menuju Solo.
Perjalanan sehari itu pun menjadi semacam jeda dari rutinitas. Dari dinginnya Sarangan, kuliner khas Madiun, sentra kerajinan kulit Magetan, suasana pusat kota hingga keramahan seorang alumni yang menjadi tuan rumah, semuanya berpadu menjadi cerita yang boleh dibawa pulang.
Bagi para alumni SMAN 3 Solo tersebut, perjalanan dolan bareng tersebut menjadi ruang untuk kembali duduk bersama, membuka cerita lama, bercanda seperti masa sekolah, sekaligus menjaga tali pertemanan yang tetap terhubung meski kehidupan masing-masing sudah berjalan dengan kesibukan yang berbeda.
Dan pada akhirnya, seperti perjalanan bersama kawan lama, yang paling membekas bukan semata-mata tempat yang didatangi, melainkan tawa, cerita dan kebersamaan yang tercipta sepanjang perjalanan. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

5 hours ago
10
















































