JOMBANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tak ada yang menyangka tugas mengawal jalannya Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, menjadi pengabdian terakhir bagi Supangat, anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) asal Wonosalam, Jombang.
Supangat dilaporkan meninggal dunia setelah menuntaskan tugasnya dalam rangkaian Muktamar NU. Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi keluarga sekaligus para sahabatnya di Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser.
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin bahkan menunda kepulangannya dari Jombang setelah mendengar kabar tersebut. Ia bersama sejumlah kader memilih mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung.
“Ini merupakan kehilangan kita semua kader Ansor dan Banser. Jadwal pulang setelah Muktamar kami tunda dulu dan takziah ke rumah duka, menyampaikan rasa duka yang sama serta mendoakan almarhum, juga keluarganya biar diberikan kekuatan,” kata Addin dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).
Bagi rekan-rekan Supangat, kabar tersebut terasa begitu mengejutkan. Sebab, sepanjang menjalankan tugas, ia disebut tidak menunjukkan tanda-tanda sedang mengalami gangguan kesehatan.
Supangat masih menjalankan penugasan seperti biasa dan ikut melayani kebutuhan para muktamirin di tengah padatnya kegiatan Muktamar ke-35 NU.
Ia hanya sempat mengeluhkan rasa lelah ringan setelah menjalankan tugas di lapangan. Tidak ada tanda yang menunjukkan bahwa kondisi tersebut akan berujung pada kabar duka beberapa jam kemudian.
Setelah tugasnya selesai, Supangat pulang ke rumah pada sore hari. Bahkan ketika waktu Maghrib tiba, ia masih berkumpul bersama keluarganya dalam kondisi yang disebut normal.
Namun suasana berubah drastis pada sekitar pukul 02.00 dini hari. Kabar meninggalnya Supangat sampai kepada keluarga dan para sahabat, meninggalkan keterkejutan sekaligus duka mendalam.
Bagi GP Ansor, pengabdian Supangat selama menjalankan tugas di tengah agenda besar Muktamar NU menjadi bagian dari dedikasi kader yang bekerja di lapangan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.
Saat bertakziah, Addin menyampaikan penghormatan atas pengabdian tersebut sekaligus memastikan organisasi tidak akan membiarkan keluarga almarhum menghadapi masa duka seorang diri.
“Ini adalah kakak-kakak kalian, saudara dan keluarga kalian,” kata Addin sambil menunjuk para sahabat yang turut hadir di rumah duka.
Ia juga meminta keluarga tidak ragu menghubungi para kader Ansor dan Banser apabila membutuhkan bantuan.
“Jangan pernah merasa sendirian, kalau ada apa-apa hubungi kami. Insya Allah, kami akan selalu siap ganti,” tambah Koordinator Keamanan Nasional Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama tersebut.
Dalam takziah itu, Addin bersama para sahabat dan keluarga almarhum juga menggelar doa serta tahlil untuk Supangat.
Sebagai bentuk kepedulian organisasi, Addin turut menyerahkan santunan berupa uang tunai dan sembako kepada keluarga almarhum. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga yang tengah menghadapi kehilangan.
Kepergian Supangat sekaligus menjadi catatan duka di tengah berlangsungnya salah satu agenda terbesar organisasi NU tersebut. Dedikasinya dalam menjalankan tugas di tengah kesibukan Muktamar menjadi penghormatan tersendiri bagi keluarga besar Ansor dan Banser. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

4 hours ago
7

















































