Penyaluran bantuan air bersih untuk warga Desa Basuhan Kecamatan Eromoko Wonogiri. Dok. Polres Wonogiri
Penyaluran bantuan air bersih untuk warga Desa Basuhan Kecamatan Eromoko Wonogiri. Dok. Polres WonogiriWONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Musim kemarau membuat warga di sejumlah wilayah Kabupaten Wonogiri kesulitan mendapatkan air bersih. Di Desa Basuhan, Kecamatan Eromoko, kondisi tersebut dirasakan langsung oleh 328 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Merespons kondisi itu, Polres Wonogiri menyalurkan 10 tangki air bersih kepada warga Desa Basuhan, Selasa (1/9/2026).
Bantuan diserahkan di Balai Desa Basuhan dan dihadiri Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim, Ketua Bhayangkari Cabang Wonogiri Yuanita Haris Munandar Hasyim, jajaran pejabat utama Polres Wonogiri, Kapolsek Eromoko AKP Mulyadi serta masyarakat.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga di empat dusun yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air, yakni Dusun Kendal, Wonosumo, Pagersari dan Danggolo.
Kepala Desa Basuhan, Sutini, mengatakan persoalan air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama warga ketika musim kemarau tiba. Empat dusun tersebut dihuni lebih dari 300 warga dan sebagian masyarakat harus mengandalkan pasokan air tangki.
“Di musim kemarau, ada empat dusun yang tidak memiliki sumber air yang bisa diandalkan. Warga kami mengandalkan air tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Sutini.
Kondisi tersebut membuat bantuan air bersih memiliki arti penting bagi masyarakat. Pasokan yang datang dapat digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan dasar selama sumber air yang tersedia tidak mampu mencukupi kebutuhan.
“Kami sangat berbahagia mendapatkan bantuan air bersih dari Polres Wonogiri. Ini tentu sangat meringankan beban warga kami,” katanya.
Ketua Bhayangkari Cabang Wonogiri, Yuanita Haris Munandar Hasyim, mengatakan persoalan kekeringan tidak hanya terjadi di Desa Basuhan. Sejumlah wilayah lain juga menghadapi kondisi serupa, bahkan sebagian masyarakat harus memanfaatkan air tadah hujan.
“Di mana-mana banyak wilayah yang mengalami kekeringan. Ada beberapa desa yang bahkan menggunakan air tadah hujan,” ujarnya.
Menurut Yuanita, bantuan yang disalurkan saat ini masih terbatas. Namun, pihaknya membuka peluang untuk kembali membantu masyarakat apabila kondisi kekeringan masih berlangsung.
“Bantuan yang saat ini kami berikan memang masih kurang, tetapi kami berharap di lain waktu bisa memberikan bantuan lagi,” imbuhnya.
Setelah penyerahan bantuan secara simbolis di balai desa, rombongan kemudian menuju Dusun Kendal untuk melihat langsung proses pendistribusian air kepada masyarakat.
Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Wonogiri membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau. Namun, kebutuhan air bersih di wilayah rawan kekeringan tidak cukup diselesaikan hanya dengan distribusi tangki secara berkala.
Karena itu, koordinasi lintas pihak juga didorong untuk mencari solusi yang lebih permanen. Salah satu opsi yang dapat dikembangkan adalah pembangunan sumur bor serta penyediaan sarana penampungan air di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kekeringan tinggi.
Bagi warga empat dusun di Desa Basuhan, persoalan air bukan sekadar soal ketersediaan pasokan sesaat. Ketika musim kemarau datang dan sumber air tidak lagi dapat diandalkan, air tangki menjadi penopang kebutuhan sehari-hari.
Penyaluran 10 tangki air kali ini setidaknya membantu memenuhi kebutuhan warga. Di sisi lain, kondisi tersebut kembali menunjukkan pentingnya membangun sumber air yang dapat diandalkan agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan setiap kali kemarau panjang melanda. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

5 hours ago
11
















































