Panitia Kejuaraan Dragbike Piala Gubernur saat beraudiensi dengan Walikota Solo. Foto : dokSOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM —-Kota Solo akan kembali menjadi lokasi ajang balapan motor. Sedikitnya 600 pembalap dari berbagai kota di tanah air akan mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drag Bike yang berlangsung di Jalan Menteri Supeno, Manahan, Solo, Jateng pada Minggu, 6 September 2026.
Kejuaraan yang memperebutkan Piala Gubernur Jawa Tengah ini diperkirakan akan berlangsung seru dengan persaingan sengit di antara pembalap motor. Diharapkan menjadi ajang unjuk gigi para pembalap muda berbakat dari berbagai daerah.
Walikota Solo, Respati Ardi mendukung penuh penyelenggaraan kejuaraan drag bike di Kota Bengawan ini. Menurutnya, ajang tersebut akan menjadi sarana dan ruang ekspresi para penghobi otomotif khususnya balap motor secara legal.
Dukungan itu disampaikan Walikota Solo saat menerima audiensi panitia penyelenggara kejuaraan bertajuk Gubernur Jateng Drag Bike 2026 di Rumah Dinas Walikota Lodji Gandrung, Solo, Senin malam, 31 Agustus 2026.
Respati menyatakan, kejuaraan drab bike ini juga akan berdampak pada perputaran ekonomi di Kota Solo karena akan melibatkan sektor UMKM dan elemen ekonomi lain. “Event ini juga akan memperkuat branding Solo sebagai Kota Sport Tourism. Pemerintah kota siap menyukseskan acara ini,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan Gubernur Jateng Drag Bike 2026, Arif Yulianto mengatakan, dipilihnya Kota Solo untuk kejuaraan ini karena memiliki fasilitas sirkuit jalanan yang memadai. Selain itu antusiasme penonton juga tinggi.
Area drag bike ini akan mengambil lokasi di sekitar Stadion Manahan, mulai dari Kantor Dishub Solo ke barat hingga sekitar Kolam Renang Tirtomoyo. Penonton memanfaatkan area dalam Stadion Manahan.
“Solo dipilih untuk seri pertama karena memiliki tempat yang layak dari segi trek. Kemudian mudah dijangkau dari berbagai kota karena transportasi memadai. Di sini juga sudah beberapa kali digelar kejuaraan yang sama,” ungkap Arif Yulianto yang akrab disapa Arif Gonteng.
Arif menjelaskan ada tiga tujuan utama dari gelaran balap trek lurus ini. Pertama, menjaring bibit-bibit pembalap muda potensial guna dibina prestasinya. Kedua untuk memberikan ruang bagi anak muda untuk menyalurkan hobi balap agar tidak dilakukan di jalan raya. Ketiga, sebagai sarana edukasi tertib lalu lintas agar tidak balapan liar serta menggunakan knalpot brong.
“Dari kegiatan ini, harapan kami juga bisa menekan atau menghilangkan balapan liar. Karena bagaimana pun balap liar itu sebagian besar dilakukan oleh generasi muda. Kami ingin mewadahi itu agar jangan sampai nyawa mereka hilang sia-sia karena balap liar yang safety-nya tidak tidak diperhatikan,” ujar Arif Gonteng.
Walikota Respati Ardi mengapresiasi tujuan kegiatan ini yang mengkampanyekan tertib lalu lintas. Ia juga berpesan agar persiapan dan pengamanan pelaksanaan diperhatikan secara sungguh-sungguh khususnya untuk keselamatan pembalap dan penonton.
“Kita juga sepakat agar para penghobi balap bisa menghentikan atau menghilangkan balap liar di jalanan. Dan menggunakan kejuaraan drag bike ini untuk menyalurkan hobinya. Dengan adanya ajang ini bisa menjadi wadah untuk membuktikan keahlian para pembalap,” katanya.
Panitia juga terus mematangkan persiapan pelaksanaan balapan agar laga berjalan seru dan aman. Persiapan di lokasi terus dimatangkan dengan kecermatan ekstra. Mengingat arena balap menggunakan jalan raya umum di kawasan Manahan, dan aspek keselamatan menjadi harga mati yang tidak bisa dikompromikan.
“Kami terus melakukan pengecekan menyeluruh dan koordinasi ketat di lapangan agar semua kebutuhan teknis siap 100 persen. Karena menggunakan sirkuit non permanen di Manahan, aspek keselamatan, kenyamanan penonton, pembalap, marshal, dan seluruh elemen terikat menjadi prioritas utama kami,” tambah Arif.(Ali)
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

3 hours ago
4
















































