Sejumlah siswi SMP Muhammadiyah 7 Surakarta tampil membawakan tari tradisional dalam Pawai Kebudayaan di ajang CFD Solo, Jalan Slamet Riyadi, Minggu (6/9/2026). Mengenakan busana bernuansa tradisional dan selendang biru, para penari menghidupkan suasana pawai sekaligus menunjukkan kreativitas siswa dalam melestarikan seni budaya di ruang publik | Foto: IstimewaSOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suasana Car Free Day (CFD) Solo di Jalan Slamet Riyadi, Minggu (6/9/2026), semakin semarak dengan hadirnya pawai kebudayaan yang digelar SMP Muhammadiyah 7 Surakarta.
Mengusung tema “Bersama Melangkah, Bersama Menginspirasi, Bersama Membangun Generasi Berprestasi”, pawai tersebut menjadi ajang bagi para siswa untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mengenalkan beragam kesenian kepada masyarakat.
Melalui rilis ke Joglosemarnews, guru SMP Muhammadiyah 7 Surakarta, Fitriani Hermawanti menjelaskan, pawai melibatkan sekitar 30 orang guru dan karyawan serta siswa-siswi yang tergabung dalam organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan ekstrakurikuler tari serta karawitan.
Arak-arakan dimulai dari kawasan Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di depan Solo Grand Mall (SGM), yang kemudian bergerak ke arah timur menuju titik nol di kawasan Gladak.
Rombongan pawai dibagi dalam beberapa bagian. Di barisan paling depan terdapat penari dan cucuk lampah. Tiga siswa tampil mengenakan kostum lorek dan topeng reog, disusul tiga penari yang turut membuka barisan.
Di belakangnya, barisan siswa-siswi membawa spanduk sekaligus memainkan sejumlah alat musik tradisional, seperti gong dan kenong. Sementara rombongan paling belakang diisi para guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 7 Surakarta.
Para siswa SMP Muhammadiyah 7 Surakarta mengikuti pawai budaya di ajang CFD Solo, Jalan Slamet Riyadi, Minggu (6/9/2026). Di barisan paling depan, membawa spanduk identitas sekolah | Foto: IstimewaKoordinator acara, Rudy Sulistanto, mengatakan pawai tersebut sengaja digelar di ruang publik agar pertunjukan kesenian yang selama ini berkembang di lingkungan sekolah dapat dinikmati masyarakat secara langsung.
“Tujuan diadakan acara ini untuk mengajak masyarakat umum di CFD untuk menikmati sajian kesenian yang diramu on the road,” ujar Rudy.
Menurut dia, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan SMP Muhammadiyah 7 Surakarta kepada masyarakat.
Sekolah tersebut ingin menunjukkan identitasnya sebagai lembaga pendidikan yang menginspirasi, islami, berwawasan Adiwiyata serta ramah anak.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman tampil di hadapan publik, tetapi juga diajak mengenal, merawat dan mengekspresikan seni budaya melalui kegiatan yang kreatif dan edukatif.
Pawai kebudayaan itu pun menjadi salah satu cara SMP Muhammadiyah 7 Surakarta menghadirkan aktivitas seni dan pendidikan ke tengah masyarakat melalui ruang publik CFD Soloraya. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

17 hours ago
12

















































