Para siswa SMAN 1 Tawangsari berfoto bersama para narasumber usai mengikuti kegiatan “Sastra Masuk Sekolah–Bincang dan Temu Penulis Satupena Sukoharjo”. Kegiatan yang digelar Satupena Kabupaten Sukoharjo tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk berinteraksi langsung dengan para penulis sekaligus mengenal lebih dekat dunia sastra dan kepenulisan | Foto: IstimewaSUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengah era digital yang serba praktis dan instan, dunia sastra dan kepenulisan tetap berupaya didekatkan kepada generasi muda. Salah satunya melalui program “Sastra Masuk Sekolah-Bincang dan Temu Penulis Satupena Sukoharjo”.
Program yang digelar Persatuan Penulis Indonesia (Satupena) Kabupaten Sukoharjo tersebut menyasar kalangan pelajar dan berlangsung di SMA Negeri 1 Tawangsari, Kamis (3/9/2026).
Dikemas dengan konsep “Serius tapi Santai (Sersan)”, kegiatan itu menghadirkan empat penulis, yakni Bambang Hermanto, Daniel Agus Maryanto, Sari Aryanto, dan Suwito Sarjono. Mereka mengajak para siswa berbincang dan berbagi pengalaman seputar dunia sastra dan kepenulisan.
Ketua Satupena Sukoharjo, Daniel Agus Maryanto menjelaskan, semula ada keraguan di benak para guru untuk menyeleksi ribuan siswa menjadi 50 orang sebagai peserta bincang sastra tersebut.
“Tapi kenyataanya sungguh di luar ekspetasi, peserta justru membeludak sampai melebih kapasitas ruangan,” ujar Daniel Agus Maryanto kepada Joglosemarnews.
Daniel menjelaskan, melalui kegiatan tersebut, para siswa diajak mengenal lebih jauh dunia sastra dan kepenulisan yang selama ini mungkin masih dianggap sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka.
Kekhawatiran semula bahwa generasi muda kurang tertarik dengan dunia sastra, ternyata tidak sepenuhnya terbukti. Hal itu terlihat dari antusiasme para siswa terhadap kegiatan tersebut.
Atas: Seorang siswa terlihat sedang bertanya kepada narasumber saat sesi tanya jawab dalam kegiatan “Sastra Masuk Sekolah-Bincang dan Temu Penulis Satupena Sukoharjo”. Bawah: Daniel Agus Maryanto memberikan penjelasan kepada penanya | Foto: IstimewaBahkan dalam sesi tanya jawab, banyak siswa yang mengajukan aneka macam pertanyaan. Daniel Agus dan rekan-rekannya pun harus bahu membahu menjawab pertanyaan dari para siswa.
“Jujur, suasana seperti ini menjadi kabar menggembirakan bagi dunia sastra. Bahwa sastra masih ada harapan di kalangan generasi muda,” ujar Daniel.
Ia menegaskan, Satupena Sukoharjo, memang bertujuan untuk membuka ruang ekspresi bagi para siswa agar mereka tidak hanya mengenal sastra dari buku pelajaran, tetapi juga memahami proses kreatif di balik lahirnya sebuah karya.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong munculnya bibit-bibit penulis muda dari lingkungan sekolah,” lanjut Daniel yang juga penulis novel sejarah tersebut.
Harapannya, para siswa yang memiliki minat dan bakat menulis dapat terus mengembangkan kemampuannya hingga mampu menghasilkan karya yang dapat mengharumkan nama sekolah, baik dalam ajang sastra maupun kepenulisan di tingkat daerah dan nasional.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membuka wawasan siswa bahwa dunia sastra dan kepenulisan tidak sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang. Kepenulisan, jika ditekuni secara serius, juga dapat menjadi salah satu pilihan profesi yang menjanjikan di masa depan.
“Sastra Masuk Sekolah” sekaligus menjadi bagian dari upaya Satupena Sukoharjo mendekatkan para penulis dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Melalui pertemuan secara langsung dengan para penulis, siswa diharapkan mendapatkan gambaran yang lebih nyata mengenai proses kreatif, pengalaman, sekaligus peluang yang tersedia di dunia sastra dan kepenulisan.
Program tersebut membawa pesan bahwa seni, budaya, dan sastra merupakan bagian penting dari identitas suatu bangsa. Karena itu, pengenalan sastra kepada generasi muda dinilai penting dilakukan sejak lingkungan sekolah.
Guna mendekatkan sastra kepada generasi muda yang masuk kriteria Gen Z, Satupena Sukoharjo pun mengusung semangat dan tema yang kekinian. “Menulis Itu Keren, Sastra Itu Hidup, Masa Depan Itu Milikmu!” Demikian pesan utama dalam program tersebut. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

17 hours ago
15

















































