SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suara di Jawa Tengah bakal menjadi rebutan di 2029 mendatang. Beberapa waktu lalu, Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep menyatakan bakal menjadikan Jateng sebagai kandang gajah.
Setelah itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menargetkan perolehan kursi Golkar di DPRD Jawa Tengah pada Pemilu 2029 mendatang bertambah dari hasil Pemilu 2024.
Hal itu dikatakan Bahlil saat menghadiri pelantikan pengurus DPD I Golkar Jawa Tengah di Hotel Mercure Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (5/9/2026).
Lantaran itulah, Bahlil meminta kepengurusan baru Dewan Pimpinan Daerah I Golkar Jawa Tengah memperkuat konsolidasi organisasi untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Kita ingin dengan pelantikan ini, teman-teman Jawa Tengah melakukan konsolidasi secara menyeluruh baik struktural maupun fungsional. Target kita ke depan untuk Provinsi Jawa Tengah nambah kursi,” kata Bahlil
Pernyataan Bahlil itu menunjukkan bahwa Golkar tidak ingin sekadar mempertahankan posisi yang diperoleh pada Pemilu 2024. Partai berlambang pohon beringin tersebut mulai memasang ancang-ancang untuk merebut tambahan kekuatan politik di sejumlah daerah pemilihan di Jawa Tengah.
Bagi Golkar, target tersebut bukan perkara ringan. Berdasarkan hasil Pemilu 2024, Golkar hanya mengantongi 17 kursi di DPRD Jawa Tengah. Jumlah tersebut masih berada di bawah PDI Perjuangan yang menguasai 33 kursi dan PKB dengan 20 kursi.
Artinya, jika ingin memperbesar pengaruhnya di parlemen Jawa Tengah, Golkar harus merebut sedikitnya beberapa kursi dari persaingan yang selama ini didominasi partai-partai tersebut.
Bahlil menilai peluang untuk melakukan lompatan masih terbuka. Karena itu, Jawa Tengah disebut menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian serius dari jajaran DPP Golkar.
Tantangan tersebut kemudian diterjemahkan pengurus Golkar Jawa Tengah ke dalam target yang lebih konkret. Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Anton Lami Suhadi menyebut angka 20 kursi sebagai sasaran minimal pada Pemilu 2029.
“Sementara ini kami coba minimal 20. Sekarang 17, nanti kenaikan-kenaikan yang harus dioptimalkan itu salah satunya daerah pemilihan Cilacap-Banyumas, kemudian dapil 10 Kebumen-Purworejo, dan antara Dapil 7 dan Dapil 9,” ujar Anton.
Dengan demikian, Golkar setidaknya harus menambah tiga kursi dari perolehan sebelumnya untuk mencapai target tersebut. Sejumlah dapil yang pada Pemilu 2024 belum memberikan hasil maksimal kini mulai dipetakan sebagai titik untuk mendongkrak perolehan kursi.
Anton mengatakan langkah pertama yang akan dilakukan adalah membenahi sekaligus menggerakkan mesin organisasi. Setelah kepengurusan baru dikukuhkan, Golkar Jawa Tengah akan menyiapkan rapat kerja daerah sebagai forum untuk menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029.
Tak berhenti pada rakerda, koordinasi juga akan diarahkan secara lebih spesifik berdasarkan daerah pemilihan. Pola tersebut dinilai penting karena karakteristik dan peta persaingan politik di setiap dapil Jawa Tengah tidak sama.
Di sisi lain, Golkar juga mulai melihat perubahan perilaku pemilih sebagai bagian penting dari strategi pemenangan. Partai tersebut berencana memperkuat digitalisasi organisasi untuk menjangkau kelompok pemilih yang selama ini semakin akrab dengan ruang digital.
“Pemilih ke depan sasarannya adalah kaum muda. Jadi yang sudah ada ditambah kaum muda. Dalam kepengurusan Partai Golkar ini ada dua kelompok besar, kelompok usia 50 tahun ke atas, tapi 60 persennya milenial dan generasi Z,” kata Anton.
Strategi menyasar pemilih muda tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Golkar mulai menyiapkan pendekatan yang tidak semata mengandalkan struktur partai di tingkat bawah. Media digital dipandang sebagai salah satu ruang penting untuk membangun kedekatan dengan calon pemilih, terutama generasi yang tidak lagi menjadikan aktivitas politik konvensional sebagai satu-satunya rujukan.
Anton menambahkan, rincian strategi pemenangan akan dibahas dalam rakerda. Pemetaan kekuatan politik di masing-masing dapil akan menjadi bagian penting untuk menentukan titik-titik yang harus diperkuat.
Dengan target minimal 20 kursi, Golkar Jawa Tengah kini memiliki pekerjaan rumah untuk mengubah target politik tersebut menjadi perolehan suara nyata. Apalagi, persaingan menuju Pemilu 2029 diperkirakan semakin ketat karena sejumlah partai mulai mengincar Jawa Tengah sebagai medan penting perebutan suara. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

13 hours ago
10


















































