REMBANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tak kalah dengan kasus di Sidoarjo yang dalam perkembangan terakhir mencapai 566 korban, dugaan keracunan MBG giliran terjadi di Rembang.
Jumlah korban keracunan bahkan jauh melebihi korban di Sidoharjo. Sebanyak 777 warga SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dilaporkan terdampak kasus keracunan makanan dalam program MBG. Mereka terdiri dari 752 siswa serta 25 guru dan tenaga tata usaha.
Rentetan kejadian tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Rembang mengambil langkah penghentian sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan, Kecamatan Lasem.
Dapur yang memasok makanan MBG ke sekolah tersebut dihentikan mulai Sabtu (5/9/2026). Penghentian dilakukan sembari menunggu evaluasi menyeluruh mengenai proses pengolahan makanan dan penanganan kasus tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Fahrudin mengatakan keputusan itu diambil agar proses pengolahan makanan di dapur SPPG Soditan dapat dikaji ulang.
“Operasionalnya mulai besok diberhentikan sementara untuk dikaji ulang dan bagaimana penanganannya selanjutnya,” ujar Fahrudin, Jumat (4/9/2026).
Pemkab Rembang, lanjut dia, juga memastikan persoalan biaya tidak dibebankan kepada para korban. Seluruh biaya pengobatan warga yang terdampak akan ditanggung oleh pengelola SPPG Soditan.
Jaminan tersebut berlaku baik bagi korban yang cukup mendapatkan pengobatan jalan maupun mereka yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang masih berupaya memetakan kondisi para korban sekaligus mencari penyebab gangguan kesehatan yang terjadi setelah konsumsi makanan MBG.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofii mengatakan keluhan yang muncul mayoritas berkaitan dengan sistem pencernaan.
Gejalanya antara lain mual, muntah, dan diare. Korban yang mengalami keluhan ringan diperbolehkan menjalani pemulihan di rumah, sedangkan mereka yang membutuhkan penanganan lebih lanjut diarahkan ke fasilitas kesehatan.
Berdasarkan pendataan Dinkes Rembang, sebanyak 21 siswa sempat mendapatkan penanganan di Puskesmas Lasem.
Dari jumlah tersebut, lima siswa harus menjalani rawat inap. Mereka mengalami muntah dan diare berulang sehingga dikhawatirkan mengalami dehidrasi.
Sementara 16 siswa lainnya cukup mendapatkan layanan rawat jalan.
Penanganan medis juga diberikan kepada dua siswa di Puskesmas Pancur. Satu siswa lainnya menjalani pemeriksaan melalui dokter praktik mandiri di wilayah Lasem.
Sampel Makanan Diuji
Di tengah penanganan para korban, Dinkes Rembang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
Dugaan awal mengarah pada makanan MBG yang dikonsumsi para siswa pada Rabu (2/9/2026).
Saat itu, paket makanan yang dibagikan berisi nasi, ayam bakar, lalapan, serta buah semangka.
Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan indikasi yang mengarah pada kondisi ayam yang dikonsumsi para siswa.
“Ada di antara beberapa itu yang ayamnya sudah agak, teksturnya kurang baik. Sementara hipotesisnya di situ,” terang Ali.
Meski demikian, Ali menegaskan temuan tersebut belum bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kejadian.
Kepastian mengenai sumber gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Sampel makanan telah diamankan untuk diperiksa melalui pengujian kimia dan bakteriologis.
“Insyaa Allah besok kita kirimkan ke Labkes Provinsi. Kita tunggu hasilnya untuk uji kimia dan uji bakteriologis terkait dengan kasus ini,” kata Ali.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya diharapkan dapat menjawab pertanyaan paling penting dalam kasus ini: apakah gangguan kesehatan yang menimpa ratusan warga SMAN 1 Lasem benar-benar berkaitan dengan makanan MBG yang mereka konsumsi.
Sembari menunggu jawaban laboratorium, operasional dapur SPPG Soditan untuk sementara dihentikan. Evaluasi terhadap proses pengolahan makanan pun menjadi langkah penting untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

22 hours ago
16


















































