Baru 9 Tahun, Siswi SD Ini Bikin Final Voli Makin Berwarna, Suguhkan Tari Nusantara Hasil Belajar dari YouTube

10 hours ago 10
TarianAsyifa Qotrunnada usai tampil di final turnamen voli. Dok. Pribadi

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Final pertandingan voli Pordus Jatirejo di Kelurahan Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo Wonogiri, Sabtu (5/9/2026), tak hanya menyuguhkan aksi para pemain di lapangan. Perhatian penonton juga tertuju kepada seorang siswi kelas 3 SD yang tampil percaya diri membawakan tari Nusantara secara solo.

Dia adalah Asyifa Qotrunnada, bocah berusia 9 tahun yang tampil di sela-sela rangkaian final voli. Dengan gerakan tari yang ia kuasai, Asyifa tampil di hadapan Kepala Desa, Sekretaris Desa, serta perangkat Desa Ngadirojo Kidul yang hadir menyaksikan pertandingan.

Yang menarik, kemampuan menari Asyifa tidak diperoleh dari sanggar atau kursus tari. Ia justru belajar secara mandiri dari rumah.

Bersama sang ibu, Asyifa berlatih dengan memanfaatkan video tutorial di YouTube. Dari latihan mandiri tersebut, ia kemudian berani membawa kemampuan menarinya ke atas panggung dan tampil seorang diri di hadapan khalayak.

Keberanian tampil solo pada usia 9 tahun menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut.

Sekretaris Desa Ngadirojo Kidul, Suwandi, mengapresiasi semangat Asyifa dan generasi muda yang masih memiliki ketertarikan terhadap kesenian tradisional di tengah perkembangan zaman.

“Saya bangga dengan anak-anak di era yang serba modern ini, masih ada semangat untuk melestarikan budaya dengan menari. Bahkan di usia dini sudah lihai tampil di depan khalayak ramai,” ujar Suwandi.

Menurutnya, penampilan Asyifa menjadi sesuatu yang patut diapresiasi karena ia berani tampil secara solo. Semangat tersebut dinilai menunjukkan bahwa kecintaan terhadap budaya dapat tumbuh sejak usia dini.

“Bahkan untuk Asyifa ini tampil solo, jadi saya pribadi bangga sebagai bagian dari Desa Ngadirojo Kidul ada semangat pelestari budaya,” lanjutnya.

Penampilan Asyifa pun memberikan warna tersendiri pada final Pordus Jatirejo. Di tengah riuhnya pertandingan voli dan dukungan penonton kepada masing-masing tim, kehadiran seorang anak berusia 9 tahun yang berani menampilkan tari Nusantara menjadi momen yang menarik perhatian.

Kisah Asyifa juga menunjukkan bahwa mengenalkan budaya kepada anak tidak selalu harus dimulai dari ruang kelas atau sanggar. Dengan kemauan belajar, dukungan keluarga, dan keberanian tampil, anak-anak bisa menemukan cara sendiri untuk mengenal sekaligus ikut menjaga kesenian Nusantara.

Bagi Asyifa, panggung final voli Pordus Jatirejo bukan hanya tempat untuk menunjukkan kemampuan menari. Penampilannya menjadi langkah kecil seorang anak untuk terus mencintai budaya Indonesia sejak usia dini. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|