Gratis Tiket Masuk Tanpa Uang Parkir, di Agro Wisata Panggil Jatipurno Wonogiri Pengunjung Bisa Petik Buah Sendiri

3 hours ago 2
Agro wisataPengunjung memetik buah semangka di Agro Wisata Panggil Jatipurno Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ingin membeli semangka sekaligus merasakan sensasi memanen langsung dari kebun? Agro Wisata Panggil di Kelurahan Jatipurno, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, menawarkan pengalaman tersebut.

Pengunjung yang datang tidak hanya bisa memilih semangka untuk dibawa pulang. Mereka juga dapat memetik buah langsung dari tanaman, melihat area budidaya, sekaligus mengenal proses pertanian yang dilakukan petani setempat.

Yang membuatnya semakin menarik, pengunjung tidak dikenai tiket masuk maupun biaya parkir.

Konsep wisata berbasis kebun ini dikembangkan di tengah lahan pertanian semangka yang dikelola petani lokal. Jadi, aktivitas wisata berjalan berdampingan dengan kegiatan produksi pertanian.

Pengunjung dapat melihat tanaman semangka, memilih buah yang dinilai siap panen, kemudian memetiknya sendiri dengan arahan pengelola.

“Kami ingin menghadirkan suasana wisata edukatif yang memberdayakan petani. Jadi, pengunjung bukan hanya berwisata, tetapi juga bisa belajar,” kata Hartanto, Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Jatipurno Kecamatan Jatipurno Wonogiri sekaligus pengelola wisata agro, Selasa (15/9/2026).

Agro Wisata Panggil dikelola Kelompok Pos Penyuluh Kelurahan (Posluhkel) Makmur yang beranggotakan petani lokal. Kelompok tersebut selama ini mengembangkan budidaya semangka di wilayah Jatipurno.

Menariknya, semangka yang tersedia bukan hanya satu jenis.

✓ Semangka inul
✓ Semangka bulat
✓ Golden red tanpa biji

Ukuran buah rata-rata berada di kisaran 4–7 kilogram per buah. Untuk harga, semangka jenis umum dipasarkan sekitar Rp8.000–Rp10.000 per kilogram.

Sementara semangka golden red tanpa biji dibanderol sekitar Rp15.000 per kilogram.

Dengan pola pembelian langsung dari kebun, konsumen bisa melihat sendiri tanaman dan buah yang akan dibeli. Bagi yang datang bersama keluarga, pengalaman tersebut juga dapat menjadi kesempatan mengenalkan proses pertanian kepada anak-anak.

Petani Sudah Tanam Semangka Sejak 2015

Ketua Posluh Kelurahan Jatipurno, Joko Susilo, mengatakan budidaya semangka di wilayah tersebut bukan komoditas baru.

Petani setempat telah mengembangkan tanaman semangka sejak 2015. Saat ini terdapat sekitar 15 petani yang tergabung dalam kelompok tersebut.

Total lahan yang digunakan untuk budidaya semangka mencapai sekitar 5.000 meter persegi.

Pola tanam juga tidak dilakukan secara serentak. Sebagian petani memasuki masa panen ketika petani lainnya masih melakukan perawatan tanaman.

Sistem tersebut membuat aktivitas kebun berlangsung secara bergiliran. Saat satu lahan mulai dipanen, lahan lainnya masih tumbuh sehingga kegiatan budidaya tetap berjalan.

Pola tersebut juga membantu menjaga ketersediaan aktivitas di kawasan agro wisata.

Bagi konsumen, konsep ini memberikan pengalaman berbeda. Mereka tidak sekadar datang ke tempat penjualan buah, tetapi dapat melihat dari mana semangka berasal sebelum akhirnya dibawa pulang.

Sementara bagi petani, penjualan langsung dari kebun membuka peluang memperpendek rantai pemasaran.

Jatipurno Punya Banyak Komoditas

Potensi pertanian di Jatipurno juga tidak berhenti pada semangka.

Di wilayah Pule, misalnya, terdapat puluhan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Murni yang turut mengembangkan semangka dan mulai memasarkan hasil panen langsung dari lahan.

Sejumlah tanaman lain juga dikembangkan petani setempat, mulai dari bawang merah, cabai, sayuran, tembakau, alpukat hingga kakao.

Keragaman tersebut membuat sektor pertanian Jatipurno memiliki banyak pilihan komoditas yang bisa dikembangkan sesuai kondisi lahan dan kebutuhan pasar.

Hartanto berharap budidaya semangka di wilayah tersebut terus berkembang sehingga semakin banyak lahan produktif yang dapat memberikan tambahan pendapatan bagi petani.

“Kita berharap setiap tahun arealnya semakin berkembang dan tentunya dapat meningkatkan pendapatan petani,” ujarnya.

Konsep Agro Wisata Panggil pun menjadi salah satu cara mempertemukan petani dengan konsumen secara lebih dekat. Kebun tetap menjadi tempat produksi, tetapi pada saat yang sama dapat menjadi ruang belajar dan rekreasi sederhana bagi masyarakat.

Bagi masyarakat yang ingin membeli semangka sekaligus mencoba pengalaman memetik langsung dari kebun, Agro Wisata Panggil dapat menjadi salah satu pilihan wisata berbasis pertanian di Jatipurno.

Untuk informasi dan koordinasi kunjungan maupun pembelian, masyarakat dapat menghubungi pengelola melalui 0858-7786-1420.

Jadi, kalau biasanya membeli semangka hanya dengan memilih buah di lapak, di Panggil pengunjung bisa melihat tanamannya langsung, memilih buahnya, lalu memetik sendiri dari kebun. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|