WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Usia boleh di atas 40 tahun, tetapi semangat bertanding di Lapangan Mini Desa Tanjungsari, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, tak kalah dengan pemain muda.
Hal itu terlihat dalam laga final sepak bola kategori usia 40 tahun ke atas alias sepakbola jago kapuk pada Pekan Olahraga Dusun (Pordus) III Desa Tanjungsari, Minggu (30/8/2026).
Duel antara Dusun Kaung dan Dusun Ngrau menjadi salah satu pertandingan yang paling menarik perhatian warga dalam penutupan Pordus III. Kedua kesebelasan tampil ngotot sejak awal pertandingan dengan mengandalkan pengalaman, stamina, dan kekompakan pemain.
Hasil akhirnya cukup tegas. Dusun Kaung berhasil mengalahkan Dusun Ngrau dengan skor 3-1 dan berhak menyandang gelar juara pertama sepak bola kategori usia 40 tahun ke atas.
Pertandingan tersebut menjadi penutup rangkaian Pordus III yang telah berlangsung sejak 22 Agustus 2026. Sebanyak sembilan tim atau perwakilan dusun di Desa Tanjungsari ambil bagian dalam kegiatan olahraga tersebut.
Bagi warga, Pordus bukan hanya soal siapa yang menjadi juara. Lapangan olahraga berubah menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai dusun, sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk berkompetisi secara sehat.
Setelah laga final berakhir, rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan piala dan uang pembinaan kepada para pemenang. Bupati Wonogiri Setyo Sukarno hadir langsung dalam acara penutupan dan menyerahkan penghargaan kepada para juara.
Ketua Panitia Pordus III Desa Tanjungsari, Wahyudi, mengapresiasi kehadiran Bupati Wonogiri dalam acara tersebut.
“Panitia menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Wonogiri Setyo Sukarno yang telah hadir dan berkenan menyerahkan hadiah kepada para juara. Kehadiran beliau tentu menjadi penyemangat bagi masyarakat dan seluruh peserta Pordus,” ujar Wahyudi.
Namun, ada hal lain yang membuat penutupan Pordus III semakin menarik perhatian warga.
Panitia ternyata tidak hanya menyiapkan pertandingan dan hadiah bagi para juara. Penonton yang datang juga mendapat kesempatan mengikuti undian berhadiah dengan tiket masuk atau HTM Rp10 ribu.
Syaratnya sederhana. Penonton yang membeli tiket mendapatkan kupon untuk mengikuti undian yang disiapkan panitia.
Hasilnya, seorang warga beruntung membawa pulang hadiah utama berupa satu unit sepeda motor.
Hadiah tersebut jatuh kepada Kadiman dari Dusun Ploso.
Tak berhenti di sana, hadiah lain yang disiapkan panitia juga membuat warga antusias. Bnarso mendapatkan hadiah berupa satu ekor kambing, sedangkan satu ekor kambing lainnya berhasil dibawa pulang Sugiyo, warga Jarangan.
Dengan demikian, penutupan Pordus III bukan hanya menjadi panggung bagi para pemain untuk memperebutkan gelar juara. Penonton pun memiliki kesempatan membawa pulang hadiah dari undian yang disiapkan panitia.
Dari sisi pertandingan, keberhasilan Dusun Kaung meraih kemenangan 3-1 membuat tim tersebut menjadi yang terbaik dalam kategori sepak bola usia 40 tahun ke atas. Dusun Ngrau harus puas sebagai juara kedua, sedangkan posisi juara ketiga diraih bersama sesuai hasil dan ketentuan pertandingan yang ditetapkan panitia.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Pordus III Desa Tanjungsari. Kegiatan olahraga berbasis masyarakat dinilai memiliki manfaat lebih luas karena tidak hanya mendorong warga aktif berolahraga, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antardusun.
Pordus III Desa Tanjungsari berlangsung selama sembilan hari, mulai 22 hingga 30 Agustus 2026. Selama kegiatan, warga dari sembilan perwakilan dusun ikut ambil bagian dalam kompetisi sekaligus mendukung tim masing-masing.
Persaingan di lapangan menjadi bagian dari pertandingan, sementara semangat kebersamaan tetap menjadi benang merah kegiatan.
Dusun Kaung akhirnya menutup Pordus III dengan status juara setelah menang 3-1 atas Dusun Ngrau. Di sisi lain, Kadiman membawa pulang sepeda motor dari tiket Rp10 ribu. Dua momen tersebut menjadi cerita paling menarik dari penutupan Pordus III Desa Tanjungsari.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pertandingan tahunan, tetapi terus berkembang menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga kebugaran, menumbuhkan sportivitas, serta memperkuat persaudaraan antarwarga di Desa Tanjungsari. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

21 hours ago
11


















































