KB Sinar Kasih Awali Tradisi Literasi Dongeng, Launching Dihadiri Wakil Walikota Solo, Astrid Widayani

3 hours ago 1
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, S.E., S.S., M.B.A (6 kiri), Kepala KB Sinar Kasih, Ernawati Ambarningrum, S.H (7 kiri), founder SeKata, Didik Kartika (paling kiri) bersama bapak ibu guru berpose bersama usai launching buku antologi Dongeng-dongeng Kebajikan dari Negeri Sinar Kasih

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Melalui pendampingan dari komunitas SeKata, KB Sinar Kasih tergolong merupakan sekolah yang pertama kalinya di Kota Solo meluncurkan buku antologi dongeng karya dari guru dan orangtua murid.

Istimewanya, buku pada debut pertama tersebut akhirnya dilaunching oleh Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani, S.E., S.S., M.B.A di GKJ Nusukan, Solo pada Jumat (13/2/2026) pagi.

Didik Kartika selaku founder SeKata mengatakan, pelatihan menulis dongeng untuk orang tua murid tersebut baru pertama kali dilakukan di Kota Solo atau bahkan di Jawa Tengah.

Ia berharap, langkah kecil tersebut mampu menginspirasi orangtua yang lain untuk aktif menulis cerita untuk dirangkum dalam sebuah antologi.

“Dengan kumpulan cerita seperti ini, maka akan terjadi semacam subsidi silang cerita. Orang tua punya bank dongeng lebih banyak dan bervariasi untuk anak-anaknya,” ujar Didik Kartika.

Didik mengatakan, untuk membentuk Indonesia Emas, sebenarnya bisa diawali dengan membangun tradisi mendongeng seperti ini. Sehingga anak kelak tidak hanya pandai, tapi juga memiliki karakter dan empati terhadap sesama.

Sedangkan Kepala KB Sinar Kasih, Ernawati Ambarningrum, S.H. berterima kasih telah digandeng SeKata dalam sebuah gerakan literasi dongeng bagi guru dan orang tua murid.

Menurut Erna, literasi dongeng seperti itu baru pertama kali dilakukan di KB Sinar Kasih. Dia mengatakan, materi tersebut sangat bermanfaat bagi guru dan orang tua murid, terutama untuk menanamkan nilai karakter pada anak sejak dini.

“Ini juga menjadi pengalaman pertama bagi kami menulis sebuah cerita. Biasanya para guru mendongeng dari kisah-kisah lama yang sudah ada,” ujar Ernawati.

Ernawati bersyukur acara launching yang menghadirkan Wakil Walikota Surakarta tersebut berjalan dengan baik dan lancar, serta tak ada halangan apapun.

“Kami tadi hanya bisa berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Biarlah Di sendiri yang berkarya. Puji Tuhan semuanya berjalan baik,” ujarnya.

Rata-rata dari para guru, mengaku belum pernah menulis cerita dongeng untuk anak. Padahal dalam keseharian, mereka selalu mendongeng di kelas. Namun setelah mendapatkana trik menggali ide menulis dongeng, mereka berhasil menulis cerita.

Demikian pula bagi orangtua murid. Bagi mereka, menulis cerita sama sekali tak pernah mereka bayangkan. Namun tidak sedikit pula yang merasa tertantang untuk mencoba dan berhasil menelorkan karya.

Sedangkan Hamdani MW selaku editor menjelaskan, para guru dan orang tua murid akhirnya ketahuan memiliki ide-ide cerita yang bagus dan tajam, terutama setelah dipancing dengan trik tertentu.

Masalahnya kemudian adalah menata alur cerita, logika cerita dan tata bahasa. “Bagi seorang pemula yang benar-benar masih nol, sekadar menuangkan gagasan itu saja sudah bagus. Kalau melalui cara itu mereka sudah merasa senang dan nyaman, itu tanda-tanda baik,” paparnya. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|