12 KDKMP Wonogiri Selatan Rampung! Bangunan Megah Siap Gaspol, Ekonomi Desa Bakal Meledak

13 hours ago 4
KDKMPPenampakan gedung KDKMP Desa Saradan Kecamatan Baturetno Wonogiri. Joglosemarnews.com/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 12 gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Wonogiri selatan resmi tuntas dan siap dioperasikan. Proyek yang digarap serius ini menjadi penanda babak baru pergerakan ekonomi desa, dengan bangunan megah yang sudah berdiri kokoh dan fasilitas pergudangan berskala besar.

Dua belas KDKMP tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di Wonogiri selatan, yakni ✓ Baturetno ✓ Giriwoyo ✓ Giritontro ✓ Paranggupito ✓ Pracimantoro. Seluruh bangunan tahap pertama ini telah rampung pada 31 Januari 2026 dan dinyatakan sesuai spesifikasi teknis.

Tim konsultan pembangunan, Arif Rudi, memastikan pekerjaan konstruksi berjalan sesuai spek dan tepat waktu. Tahap pertama sudah selesai akhir Januari, sementara pembangunan di 13 titik tambahan saat ini terus dikebut dan ditargetkan rampung pada pertengahan Ramadan untuk tahap berikutnya.

“Alhamdulillah, semua sesuai spek,” ungkap dia, Jumat (13/2/2026).

Keberhasilan pembangunan KDKMP ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat. Dukungan juga datang dari jajaran Forkopimda Wonogiri, termasuk Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, serta Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo beserta jajaran.

“Terimakasih untuk peran serta aktif semuanya, Forkompinda, pemerintah desa/kelurahan maupun masyarakat,” sebut dia.

Dengan 12 gedung sudah berdiri dan 13 lainnya menyusul, Wonogiri selatan bersiap memasuki fase baru penguatan ekonomi berbasis desa. Infrastruktur sudah siap, sistem sedang dimatangkan, dan masyarakat menjadi aktor utama. Kini publik menanti, kiprah KDKMP menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan mempercepat kemandirian desa.

Untuk diketahui, berdasarkan rilis yang diterima KDKMP dirancang bukan hanya sebagai koperasi biasa. Konsepnya dibangun sebagai pusat aktivitas ekonomi desa yang terintegrasi. Nantinya, koperasi ini akan menghadirkan berbagai unit usaha yang langsung menyentuh kebutuhan warga, antara lain:

🔴 Gerai sembako harga terjangkau
🔴 Kantor layanan koperasi
🔴 Klinik kesehatan
🔴 Apotek desa
🔴 Unit logistik dan distribusi
🔴 Simpan pinjam
🔴 Gudang penyimpanan hasil produksi warga, dan lainnya

Gudang yang telah berdiri memiliki kapasitas besar dengan sistem logistik memadai. Fasilitas ini memungkinkan hasil pertanian, peternakan, dan produksi UMKM warga ditampung dan dikelola secara profesional, sehingga rantai distribusi menjadi lebih pendek dan nilai jual produk meningkat.

Koperasi desa/kelurahan memiliki posisi strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi rakyat. Dengan seluruh warga menjadi anggota, sistem ini mendorong model ekonomi dari warga, oleh warga, dan untuk warga. Pengurus berasal dari masyarakat setempat, sementara kepala desa atau lurah bertindak sebagai pengawas ex-officio. Pemerintah berperan sebagai fasilitator dan pendamping, termasuk dalam pelatihan manajemen usaha serta penguatan administrasi.

Keuntungan koperasi nantinya akan dibagikan dalam bentuk sisa hasil usaha (SHU) kepada anggota. Artinya, perputaran ekonomi tidak hanya berhenti di transaksi, tetapi kembali langsung ke masyarakat sebagai pemilik koperasi.

Dampak lainnya yang tak kalah penting adalah serapan tenaga kerja. Pada tahap awal, minimal 21 tenaga kerja lokal akan terlibat di setiap KDKMP. Seiring berkembangnya unit usaha, peluang kerja diproyeksikan terus bertambah, mulai dari sopir distribusi, pengelola kebun dan gudang, tenaga akuntansi, hingga operasional harian. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|