WONOGIRI DARURAT SAMPAH! 126 Ribu Ton Menggunung, 61 Ribu Ton Belum Tertangani

1 day ago 4
SampahIlustrasi sampah. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Angka ini tidak bisa lagi dianggap biasa. Timbulan sampah di Kabupaten Wonogiri menembus 126.917,85 ton per tahun. Dari total tersebut, baru 65.255,96 ton yang berhasil dikelola. Artinya, masih ada sekitar 61.661,89 ton sampah setiap tahun yang belum tertangani secara optimal. Situasi ini menjadi alarm serius bagi seluruh elemen daerah.

Data tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi penanganan sampah di Pendopo Kecamatan Tirtomoyo, Rabu (11/2/2026). Forum yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB hingga 12.05 WIB itu dihadiri sekitar 60 peserta lintas sektor, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan PKP Wonogiri, Forkopimcam, kepala desa dan lurah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat.

Kondisi di lapangan menunjukkan tekanan nyata pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngadirojo. Setiap hari, sekitar 70 ton sampah masuk ke lokasi tersebut. Jika dihitung dalam setahun, jumlahnya bisa melampaui 25 ribu ton hanya dari aliran harian ke TPA. Beban itu semakin berat karena cakupan pelayanan DLH dan PKP baru menjangkau 20 dari 25 kecamatan di Wonogiri. Masih ada lima kecamatan yang belum terlayani maksimal.

Kepala DLH dan PKP Wonogiri, Bahari, menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus mengacu pada Perda Nomor 11 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah. Ia menyoroti praktik pembakaran sampah yang masih ditemukan di sejumlah wilayah. Cara tersebut dinilai berisiko terhadap kesehatan masyarakat dan mencemari lingkungan.

Kapolsek Tirtomoyo, Iptu Yuni Tri Suwarno Putra, menyatakan kesiapan jajaran kepolisian untuk mengawal kebijakan pengelolaan sampah melalui langkah preemtif, preventif, hingga penegakan hukum jika diperlukan. Ia menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat serta koordinasi aktif dengan pemerintah desa untuk mencegah pelanggaran seperti pembuangan dan pembakaran sampah sembarangan.

Menurutnya, solusi tidak cukup berhenti pada regulasi. Diperlukan gerakan bersama berbasis partisipasi warga. Salah satu langkah konkret yang didorong adalah pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan penguatan bank sampah di tingkat desa.

Direktur Bank Sampah Berseri Desa Krandegan, Riyanto, memaparkan bahwa pengelolaan sampah berbasis pemilahan mampu menghasilkan omzet antara Rp 30 juta hingga Rp 70 juta per bulan. Model tersebut dinilai realistis untuk diterapkan di Tirtomoyo dan wilayah lain guna mengurangi beban TPA sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.

Secara terpisah, Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo mewakili Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo menegaskan bahwa persoalan sampah berkaitan langsung dengan kesehatan publik, kelestarian lingkungan, dan stabilitas keamanan. Peran Bhabinkamtibmas akan diperkuat untuk pendampingan, sosialisasi regulasi, serta pengawasan di tingkat desa. Pendekatan humanis tetap diutamakan, namun penindakan akan dilakukan jika pelanggaran berulang dan berdampak luas.

Gambaran situasi sampah di Wonogiri saat ini:
🟢 Total timbulan per tahun: 126.917,85 ton
🟢 Sampah terkelola: 65.255,96 ton
🔴 Sampah belum tertangani optimal: 61.661,89 ton
🟢 Sampah masuk TPA Ngadirojo: ±70 ton per hari
🟢 Cakupan pelayanan DLH dan PKP: 20 dari 25 kecamatan

Rapat koordinasi di Tirtomoyo menjadi titik awal konsolidasi lintas sektor untuk membangun sistem pengelolaan sampah terpadu. Tantangannya jelas: menekan angka 61 ribu ton sampah yang belum tertangani dan memperluas layanan hingga seluruh kecamatan. Tanpa langkah terukur dan kolaborasi kuat, tekanan terhadap TPA Ngadirojo dan lingkungan sekitar akan semakin berat setiap tahunnya. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|