Pemandangan tak biasa terlihat di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo pada Senin (9/2/2025) pagi. Ratusan mobil pickup pengangkut sampah tampak antre mengular, menunggu giliran untuk membongkar muatan. AndoSOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemandangan tak biasa terlihat di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo pada Senin (9/2/2025) pagi. Ratusan mobil pickup pengangkut sampah tampak antre mengular, menunggu giliran untuk membongkar muatan. Antrean panjang ini dikeluhkan para petugas sampah karena durasi tunggu yang mencapai berjam-jam.
Salah satu petugas dari Kelurahan Banjarsari, Haryanto mengaku sudah mengantre selama satu jam untuk kloter sampah kedua. Sedangkan untuk kloter sampah pertama pada pukul 06.30 WIB sampai 08.30 WIB.
“Ini antre yang kedua, yang pertama tadi pukul 06.30 sampai 08.30 WIB,” ungkapnya.
Haryanto menjelaskan, penyebab antrean tersebut diduga karena TPA sudah penuh. Sehingga harus menanti untuk masuk ke TPA.
“Kalau penyebabnya pembuangannya mungkin enggak memenuhi syarat. Sudah penuh ya, jadinya mungkin pihak pengelola mau buang ke mana mungkin ya repot, mungkin penyebabnya ya itu,” jelasnya.
Menurut Haryanto antrean pikap pengangkut sampah ini sudah pernah terjadi. Namun, kali ini, antrean paling panjang.
“Sudah pernah terjadi sebelumnya, sudah sering. Iya ini paling panjang, biasanya nggak sampai depan rumah warga. Senin memang sudah biasa antre, tapi nggak sepanjang ini,” tandasnya.
Dilain pihak, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Herwin Tri Nugroho Adi, mengutarakan persoalan antrean pickup pengangkut sampah menuju TPA Putri Cempo tersebut dikarenakan ketersediaan alat berat.
“Semuanya terkendala di ketersediaan alat berat. Kami sedang mengajukan agar bisa mendatangkan alat berat yang dibutuhkan. Karena memang harus ada area-area yang dipersiapkan untuk menempatkan sampah-sampah yang setiap hari datang ke Putri Cempo,” ungkapnya saat dikonfirmasi.
Herwin mengaku saat ini alat berat yang ada di TPA Putri Cempo belum memadai untuk menangani sampah-sampah yang datang.
“Tidak memadai jumlahnya karena beberapa rusak. Makanya kami berusaha mendatangkan alat berat. Saya kemarin pagi itu datang ke Putri Cempo beberapa alat berat itu rusak gitu. Kemarin baru saya lihat yang bisa beraktivitas itu tinggal satu eskavator,” sambungnya.
Untuk kebutuhan darurat terlebih dahulu, Herwin menerangkan membutuhkan 3 tambahan ekskavator, doser, kemudian loader.
“Besuk dari BBWS akan datang satu ekskavator. Moga-moga bisa mengurangi beban sementara yang hari ini tadi hanya ditangani dengan satu ekskavator,” terangnya.
Selain mengupayakan penambahan alat berat, Herwin mengatakan pihaknya juga telah berkomunikasi dengan para camat. Untuk mengatur waktu pengangkutan sampah menuju TPA Putri Cempo. Agar tidak menimbulkan antrian panjang.
“Jadi ini memang setelah hari Minggu itu volume sampahnya di hari Senin banyak banget. Kami upayakan terus ini supaya mesin atau alat-alat berat yang sedang rusak bisa segera diperbaiki. Kalau sudah sehat semua insyaallah bisa segera diselesaikan,” tandasnya. Ando
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

10 hours ago
2

















































