Sempat Tak Percaya Saat Disuruh Main Baki Sore

6 hours ago 9

Mendengar Cerita Perjalanan Nelce Warimon, Siswi SMA N 8 Jayapura Pembawa Baki 17 Agustus

Meski berasal dari sekolah yang baru beroperasi selama dua tahun ternyata tak bisa dipandang mata. Cerita prestasi tingkat nasional diukir salah satu siswinya. Siapa sangka pembawa baki penurunan bendera 17 Agustus di Istana Negara lalu berasal dari SMA N 8 Jayapura.

Laporan: Mustakim Ali_Jayapura

SMA Negeri 8 Kota Jayapura mungkin masih tergolong sekolah baru. Namun, nama sekolah itu kini tercatat dalam sebuah cerita yang membanggakan setelah salah satu siswinya, Nelce Deliana Ensaiwarimon, dipercaya menjadi pembawa baki pada prosesi penurunan Bendera Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, pada 17 Agustus 2026.

Bagi Kota Jayapura, keberhasilan Nelce bukan sekadar prestasi seorang pelajar. Ada nama sekolah, keluarga, Kota Jayapura hingga Provinsi Papua yang ikut dibawanya ke hadapan bangsa Indonesia. Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menyampaikan apresiasi atas pencapaian para anggota Paskibraka Kota Jayapura, khususnya Nelce yang berhasil menembus seleksi hingga tingkat nasional dan dipercaya menjalankan tugas penting dalam upacara kenegaraan di Istana Jakarta.

Menurut Abisai, pencapaian tersebut menjadi sebuah sejarah tersendiri bagi Kota Jayapura, terlebih karena Nelce berasal dari SMA Negeri 8 yang baru memasuki tahun kedua dalam perjalanan pendidikannya. “Ini merupakan suatu sejarah bagi Kota Jayapura, khususnya SMA Negeri 8 yang saat ini baru memasuki tahun kedua,” ujar Abisai.

Bagi pemerintah kota, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa usia sebuah sekolah bukanlah ukuran untuk menentukan sejauh mana potensi dan prestasi anak didiknya. Jauh sebelum berdiri di halaman Istana Negara, Nelce hanyalah seorang siswi berusia 16 tahun yang menjalani rutinitas sekolah seperti pelajar lainnya. Ia bahkan tidak pernah membayangkan perjalanan hidupnya akan membawanya sampai ke Istana.

Mendengar Cerita Perjalanan Nelce Warimon, Siswi SMA N 8 Jayapura Pembawa Baki 17 Agustus

Meski berasal dari sekolah yang baru beroperasi selama dua tahun ternyata tak bisa dipandang mata. Cerita prestasi tingkat nasional diukir salah satu siswinya. Siapa sangka pembawa baki penurunan bendera 17 Agustus di Istana Negara lalu berasal dari SMA N 8 Jayapura.

Laporan: Mustakim Ali_Jayapura

SMA Negeri 8 Kota Jayapura mungkin masih tergolong sekolah baru. Namun, nama sekolah itu kini tercatat dalam sebuah cerita yang membanggakan setelah salah satu siswinya, Nelce Deliana Ensaiwarimon, dipercaya menjadi pembawa baki pada prosesi penurunan Bendera Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, pada 17 Agustus 2026.

Bagi Kota Jayapura, keberhasilan Nelce bukan sekadar prestasi seorang pelajar. Ada nama sekolah, keluarga, Kota Jayapura hingga Provinsi Papua yang ikut dibawanya ke hadapan bangsa Indonesia. Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menyampaikan apresiasi atas pencapaian para anggota Paskibraka Kota Jayapura, khususnya Nelce yang berhasil menembus seleksi hingga tingkat nasional dan dipercaya menjalankan tugas penting dalam upacara kenegaraan di Istana Jakarta.

Menurut Abisai, pencapaian tersebut menjadi sebuah sejarah tersendiri bagi Kota Jayapura, terlebih karena Nelce berasal dari SMA Negeri 8 yang baru memasuki tahun kedua dalam perjalanan pendidikannya. “Ini merupakan suatu sejarah bagi Kota Jayapura, khususnya SMA Negeri 8 yang saat ini baru memasuki tahun kedua,” ujar Abisai.

Bagi pemerintah kota, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa usia sebuah sekolah bukanlah ukuran untuk menentukan sejauh mana potensi dan prestasi anak didiknya. Jauh sebelum berdiri di halaman Istana Negara, Nelce hanyalah seorang siswi berusia 16 tahun yang menjalani rutinitas sekolah seperti pelajar lainnya. Ia bahkan tidak pernah membayangkan perjalanan hidupnya akan membawanya sampai ke Istana.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|