JAYAPURA–Warga Kampung Biak, Kelurahan Abepantai, Distrik Abepura, mengaku jenuh menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi kepada pemerintah. Pasalnya, sejumlah kebutuhan dasar yang selama ini telah disampaikan kepada pemerintah kota maupun provinsi dinilai belum mendapat tindak lanjut nyata.
Keluhan tersebut disampaikan warga saat menerima kunjungan reses anggota DPR Provinsi Papua, Alberth Merauje, di Kampung Biak, Sabtu (29/8). Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari keterbatasan air bersih, penerangan listrik, kondisi rumah yang belum layak huni, bantuan pendidikan, kesehatan hingga dukungan bagi pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.
Warga bahkan mengaku sudah malas kembali menyampaikan aspirasi kepada para wakil rakyat maupun pemerintah karena persoalan yang sama terus berulang tanpa penyelesaian.
“Kami bosan bicara. Percuma bicara banyak, kalau pemerintah tidak kerjakan. Setiap kali pemilu datang ke sini tinggal janji, akan rehab rumah, perhatikan PDAM, bantuan beasiswa, tetapi nyatanya sampai sekarang hampir tidak ada yang dikerjakan,” ungkap salah seorang warga dalam sesi dialog.
Menurut warga, berbagai janji tersebut tidak hanya disampaikan oleh pemerintah tingkat kota, tetapi juga oleh pejabat maupun calon pemimpin yang datang ke wilayah mereka. Kondisi itu membuat masyarakat merasa tidak lagi memiliki harapan besar terhadap janji-janji pembangunan.
Menanggapi keluhan tersebut, Alberth Merauje mengatakan persoalan utama yang paling banyak disampaikan masyarakat Kampung Biak adalah kebutuhan air bersih. Menurutnya, ketersediaan air bersih dari PDAM masih menjadi kendala yang harus segera mendapat perhatian.
“Yang mereka harapkan paling pertama berkaitan dengan air. Air bersih itu menjadi kebutuhan mereka, sementara air bersih dari PDAM masih menjadi kendala. Nomor satu air bersih,” kata Alberth.
JAYAPURA–Warga Kampung Biak, Kelurahan Abepantai, Distrik Abepura, mengaku jenuh menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi kepada pemerintah. Pasalnya, sejumlah kebutuhan dasar yang selama ini telah disampaikan kepada pemerintah kota maupun provinsi dinilai belum mendapat tindak lanjut nyata.
Keluhan tersebut disampaikan warga saat menerima kunjungan reses anggota DPR Provinsi Papua, Alberth Merauje, di Kampung Biak, Sabtu (29/8). Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari keterbatasan air bersih, penerangan listrik, kondisi rumah yang belum layak huni, bantuan pendidikan, kesehatan hingga dukungan bagi pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.
Warga bahkan mengaku sudah malas kembali menyampaikan aspirasi kepada para wakil rakyat maupun pemerintah karena persoalan yang sama terus berulang tanpa penyelesaian.
“Kami bosan bicara. Percuma bicara banyak, kalau pemerintah tidak kerjakan. Setiap kali pemilu datang ke sini tinggal janji, akan rehab rumah, perhatikan PDAM, bantuan beasiswa, tetapi nyatanya sampai sekarang hampir tidak ada yang dikerjakan,” ungkap salah seorang warga dalam sesi dialog.
Menurut warga, berbagai janji tersebut tidak hanya disampaikan oleh pemerintah tingkat kota, tetapi juga oleh pejabat maupun calon pemimpin yang datang ke wilayah mereka. Kondisi itu membuat masyarakat merasa tidak lagi memiliki harapan besar terhadap janji-janji pembangunan.
Menanggapi keluhan tersebut, Alberth Merauje mengatakan persoalan utama yang paling banyak disampaikan masyarakat Kampung Biak adalah kebutuhan air bersih. Menurutnya, ketersediaan air bersih dari PDAM masih menjadi kendala yang harus segera mendapat perhatian.
“Yang mereka harapkan paling pertama berkaitan dengan air. Air bersih itu menjadi kebutuhan mereka, sementara air bersih dari PDAM masih menjadi kendala. Nomor satu air bersih,” kata Alberth.


















































