Kepsek SMAN 8 Jayapura Jeane Diane Maramis bersama Neeltje Deliana Insjowi Werimon,
Setelah 1 minggu usai menjadi anggota Paskibraka pada upacara HUT 81 RI di Istana Negara, Neeltje Deliana Insjowi Werimon akhirnya kembali ke sekolahnya di SMAN 8 Jayapura, pada Jumat (28/8). Seperti apakah antusias guru guru dan teman temanya ?
Laporan: Karolus Daot_Jayapura
Rintik hujan membasahi halaman SMAN 8 Jayapura, Jumat (28/8) siang. Di tengah suasana sederhana itu, seorang siswi berjalan memasuki halaman sekolah. Tepuk tangan dan sorak dari guru serta teman-temannya langsung pecah menyambut kedatangannya.
Foto/Diane Maramis for CeposDia adalah Neeltje Deliana Insjowi Werimon, siswi kelas XI SMAN 8 Jayapura yang baru saja kembali dari Jakarta setelah menjalankan tugas sebagai anggota Paskibraka Nasional 2026.
Namun, Neeltje bukan sekadar anggota Paskibraka. Pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, 17 Agustus 2026, ia dipercaya membawa baki bendera Merah Putih pada upacara penurunan bendera. Sebuah tugas yang mungkin menjadi impian bagi banyak pelajar di Indonesia.
Bagi SMAN 8 Jayapura, pencapaian itu terasa jauh lebih istimewa. Sekolah tersebut merupakan sekolah negeri yang masih tergolong baru. Bahkan, hingga kini proses pembelajarannya masih berlangsung dengan menumpang di gedung SDN 1 Entrop, Distrik Jayapura Selatan, sementara gedung permanen SMAN 8 Jayapura masih dalam proses pembangunan. Di tengah keterbatasan itulah, nama Neeltje justru berkibar hingga Istana Negara.
Kepala SMAN 8 Jayapura, Jeane Diane Maramis, tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya ketika menyambut kepulangan anak didiknya tersebut. Pelukan hangat diberikan kepada Neeltje begitu siswi itu tiba di sekolah.
“Ya, kami sangat bangga. Karena kami ini sekolah baru, tetapi kami mempunyai anak-anak yang hebat yang bersekolah di sini. Kami bersyukur Neeltje bisa sampai di tingkat nasional,” ujar Jeane, saat ditemui Cenderawasih Pos, Jumat (28/8).
Kepsek SMAN 8 Jayapura Jeane Diane Maramis bersama Neeltje Deliana Insjowi Werimon,
Setelah 1 minggu usai menjadi anggota Paskibraka pada upacara HUT 81 RI di Istana Negara, Neeltje Deliana Insjowi Werimon akhirnya kembali ke sekolahnya di SMAN 8 Jayapura, pada Jumat (28/8). Seperti apakah antusias guru guru dan teman temanya ?
Laporan: Karolus Daot_Jayapura
Rintik hujan membasahi halaman SMAN 8 Jayapura, Jumat (28/8) siang. Di tengah suasana sederhana itu, seorang siswi berjalan memasuki halaman sekolah. Tepuk tangan dan sorak dari guru serta teman-temannya langsung pecah menyambut kedatangannya.
Foto/Diane Maramis for CeposDia adalah Neeltje Deliana Insjowi Werimon, siswi kelas XI SMAN 8 Jayapura yang baru saja kembali dari Jakarta setelah menjalankan tugas sebagai anggota Paskibraka Nasional 2026.
Namun, Neeltje bukan sekadar anggota Paskibraka. Pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, 17 Agustus 2026, ia dipercaya membawa baki bendera Merah Putih pada upacara penurunan bendera. Sebuah tugas yang mungkin menjadi impian bagi banyak pelajar di Indonesia.
Bagi SMAN 8 Jayapura, pencapaian itu terasa jauh lebih istimewa. Sekolah tersebut merupakan sekolah negeri yang masih tergolong baru. Bahkan, hingga kini proses pembelajarannya masih berlangsung dengan menumpang di gedung SDN 1 Entrop, Distrik Jayapura Selatan, sementara gedung permanen SMAN 8 Jayapura masih dalam proses pembangunan. Di tengah keterbatasan itulah, nama Neeltje justru berkibar hingga Istana Negara.
Kepala SMAN 8 Jayapura, Jeane Diane Maramis, tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya ketika menyambut kepulangan anak didiknya tersebut. Pelukan hangat diberikan kepada Neeltje begitu siswi itu tiba di sekolah.
“Ya, kami sangat bangga. Karena kami ini sekolah baru, tetapi kami mempunyai anak-anak yang hebat yang bersekolah di sini. Kami bersyukur Neeltje bisa sampai di tingkat nasional,” ujar Jeane, saat ditemui Cenderawasih Pos, Jumat (28/8).


















































