Tiga Kapal Nelayan Dilaporkan Alami  Musibah di PNG, Nasib Belasan ABK Belum Diketahui 

13 hours ago 9

MERAUKE – Tiga kapal nelayan asal Merauke, Papua Selatan, dilaporkan mengalami musibah di perairan Papua Nugini. Satu kapal dipastikan tenggelam, sementara dua kapal lainnya masih belum diketahui keberadaannya. Belasan anak buah kapal (ABK) yang berada di ketiga kapal tersebut hingga kini juga belum diketahui nasibnya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan sekitar 18 ABK berada di tiga kapal tersebut. Dari laporan sementara, satu kapal dilaporkan tenggelam.  Nahkoda KM Raditi Jaya, Basri, dikabarkan berhasil menyelamatkan diri setelah mendapat pertolongan dari nelayan di Papua Nugini.

Seorang nelayan di Merauke mengatakan cuaca di lokasi kejadian sedang buruk dengan tinggi gelombang mencapai 2 hingga 3 meter.

“Kapal yang dinakhodai Basri tenggelam hari Minggu kemarin. Gelombang tinggi sekitar 2 sampai 3 meter. Kapal kami terpaksa kembali ke Merauke karena takut. Dua kapal lain belum pasti, apakah tenggelam atau ditangkap. Saat dikontak dengan radio, tidak ada jawaban dari mereka,” ujarnya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Papua Selatan, Taufik Latarisa, membenarkan adanya laporan musibah yang menimpa kapal-kapal nelayan asal Merauke tersebut.

Menurutnya, kapal yang dipastikan tenggelam adalah KM Cahaya Rafa berukuran 47 Gross Ton (GT). Sementara itu, informasi mengenai dua kapal lainnya masih dalam proses penelusuran karena belum ada laporan resmi dari otoritas terkait.

“Kami memang menerima informasi bahwa ada satu kapal yang tenggelam dan dua kapal lainnya mengalami masalah. Tetapi sampai sekarang kami belum bisa memastikan apakah dua kapal itu tenggelam atau diamankan oleh otoritas Papua Nugini,” kata Taufik.

Ia menjelaskan, salah seorang ABK bernama Nirwan yang berada di kapal yang tenggelam tersebut hingga kini masih belum ditemukan.

HNSI Papua Selatan saat ini terus berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Merauke, Badan Pengelola Perbatasan, serta jaringan nelayan Indonesia di Papua Nugini untuk memperoleh informasi yang akurat.

“Laporan yang kami terima masih simpang siur. Ada informasi bahwa dua kapal tersebut tenggelam, ada juga yang menyebut terdampar lalu diamankan oleh polisi Papua Nugini. Karena itu kami masih melakukan verifikasi sebelum menyampaikan data yang pasti kepada publik,” ujarnya. (ulo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

MERAUKE – Tiga kapal nelayan asal Merauke, Papua Selatan, dilaporkan mengalami musibah di perairan Papua Nugini. Satu kapal dipastikan tenggelam, sementara dua kapal lainnya masih belum diketahui keberadaannya. Belasan anak buah kapal (ABK) yang berada di ketiga kapal tersebut hingga kini juga belum diketahui nasibnya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan sekitar 18 ABK berada di tiga kapal tersebut. Dari laporan sementara, satu kapal dilaporkan tenggelam.  Nahkoda KM Raditi Jaya, Basri, dikabarkan berhasil menyelamatkan diri setelah mendapat pertolongan dari nelayan di Papua Nugini.

Seorang nelayan di Merauke mengatakan cuaca di lokasi kejadian sedang buruk dengan tinggi gelombang mencapai 2 hingga 3 meter.

“Kapal yang dinakhodai Basri tenggelam hari Minggu kemarin. Gelombang tinggi sekitar 2 sampai 3 meter. Kapal kami terpaksa kembali ke Merauke karena takut. Dua kapal lain belum pasti, apakah tenggelam atau ditangkap. Saat dikontak dengan radio, tidak ada jawaban dari mereka,” ujarnya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Papua Selatan, Taufik Latarisa, membenarkan adanya laporan musibah yang menimpa kapal-kapal nelayan asal Merauke tersebut.

Menurutnya, kapal yang dipastikan tenggelam adalah KM Cahaya Rafa berukuran 47 Gross Ton (GT). Sementara itu, informasi mengenai dua kapal lainnya masih dalam proses penelusuran karena belum ada laporan resmi dari otoritas terkait.

“Kami memang menerima informasi bahwa ada satu kapal yang tenggelam dan dua kapal lainnya mengalami masalah. Tetapi sampai sekarang kami belum bisa memastikan apakah dua kapal itu tenggelam atau diamankan oleh otoritas Papua Nugini,” kata Taufik.

Ia menjelaskan, salah seorang ABK bernama Nirwan yang berada di kapal yang tenggelam tersebut hingga kini masih belum ditemukan.

HNSI Papua Selatan saat ini terus berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Merauke, Badan Pengelola Perbatasan, serta jaringan nelayan Indonesia di Papua Nugini untuk memperoleh informasi yang akurat.

“Laporan yang kami terima masih simpang siur. Ada informasi bahwa dua kapal tersebut tenggelam, ada juga yang menyebut terdampar lalu diamankan oleh polisi Papua Nugini. Karena itu kami masih melakukan verifikasi sebelum menyampaikan data yang pasti kepada publik,” ujarnya. (ulo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|