Wali Kota Tegaskan MPLS Harus Bebas Kekerasan

17 hours ago 8

JAYAPURA – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Jayapura diharapkan menjadi momen yang menyenangkan sekaligus memberikan kesan positif bagi seluruh peserta didik baru.

Karena itu, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar memastikan seluruh rangkaian kegiatan MPLS berlangsung secara edukatif, humanis, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

Menurut Wali Kota, MPLS merupakan tahapan awal yang sangat penting dalam perjalanan pendidikan seorang siswa. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik baru diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tenaga pendidik, tata tertib, budaya sekolah, hingga berbagai kegiatan yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan.

Karena memiliki peran yang sangat penting, kata Abisai Rollo, pelaksanaan MPLS tidak boleh diwarnai tindakan yang dapat menimbulkan rasa takut, tekanan, ataupun trauma bagi siswa baru.

“Jangan sampai ada tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun selama MPLS berlangsung. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak kita,” tegasnya ke Cepos, Kamis (9/7).

Ia menekankan bahwa tujuan utama MPLS adalah membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru, sehingga seluruh kegiatan harus dilaksanakan dengan mengedepankan nilai-nilai pendidikan, pembentukan karakter, kedisiplinan, kebersamaan, serta saling menghormati antarsesama warga sekolah.

Wali Kota juga meminta seluruh kepala sekolah agar memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan MPLS di masing-masing sekolah. Pengawasan harus dilakukan secara maksimal agar seluruh kegiatan berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Selain kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan juga diminta aktif mendampingi seluruh rangkaian kegiatan. Kehadiran mereka dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah munculnya praktik senioritas, intimidasi, maupun tindakan lain yang dapat merugikan peserta didik baru.

Menurutnya, tidak boleh ada ruang bagi budaya perundungan ataupun tindakan yang merendahkan martabat siswa. Sebaliknya, para siswa senior harus menjadi teladan yang mampu memberikan contoh positif serta membantu adik-adik kelasnya beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

Abisai Rollo berharap momentum MPLS dimanfaatkan untuk membangun hubungan yang harmonis antara guru, siswa senior, dan peserta didik baru. Dengan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, para siswa baru akan lebih mudah menyesuaikan diri serta memiliki semangat untuk mengikuti seluruh proses pembelajaran.

“Jadikan MPLS sebagai ajang penyambutan yang hangat dan penuh rasa kekeluargaan. Dengan begitu, siswa baru akan merasa diterima, nyaman, dan semakin bersemangat mengikuti proses belajar di sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, lingkungan sekolah yang aman dan ramah akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter, mental, serta prestasi belajar peserta didik. Oleh sebab itu, seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga sekolah sebagai ruang yang bebas dari kekerasan dan diskriminasi.

Pemerintah Kota Jayapura, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai upaya yang bertujuan menciptakan satuan pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah anak.

Komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul melalui pendidikan yang berkarakter.(kim)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

JAYAPURA – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Jayapura diharapkan menjadi momen yang menyenangkan sekaligus memberikan kesan positif bagi seluruh peserta didik baru.

Karena itu, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar memastikan seluruh rangkaian kegiatan MPLS berlangsung secara edukatif, humanis, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

Menurut Wali Kota, MPLS merupakan tahapan awal yang sangat penting dalam perjalanan pendidikan seorang siswa. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik baru diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tenaga pendidik, tata tertib, budaya sekolah, hingga berbagai kegiatan yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan.

Karena memiliki peran yang sangat penting, kata Abisai Rollo, pelaksanaan MPLS tidak boleh diwarnai tindakan yang dapat menimbulkan rasa takut, tekanan, ataupun trauma bagi siswa baru.

“Jangan sampai ada tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun selama MPLS berlangsung. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak kita,” tegasnya ke Cepos, Kamis (9/7).

Ia menekankan bahwa tujuan utama MPLS adalah membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru, sehingga seluruh kegiatan harus dilaksanakan dengan mengedepankan nilai-nilai pendidikan, pembentukan karakter, kedisiplinan, kebersamaan, serta saling menghormati antarsesama warga sekolah.

Wali Kota juga meminta seluruh kepala sekolah agar memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan MPLS di masing-masing sekolah. Pengawasan harus dilakukan secara maksimal agar seluruh kegiatan berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Selain kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan juga diminta aktif mendampingi seluruh rangkaian kegiatan. Kehadiran mereka dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah munculnya praktik senioritas, intimidasi, maupun tindakan lain yang dapat merugikan peserta didik baru.

Menurutnya, tidak boleh ada ruang bagi budaya perundungan ataupun tindakan yang merendahkan martabat siswa. Sebaliknya, para siswa senior harus menjadi teladan yang mampu memberikan contoh positif serta membantu adik-adik kelasnya beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

Abisai Rollo berharap momentum MPLS dimanfaatkan untuk membangun hubungan yang harmonis antara guru, siswa senior, dan peserta didik baru. Dengan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, para siswa baru akan lebih mudah menyesuaikan diri serta memiliki semangat untuk mengikuti seluruh proses pembelajaran.

“Jadikan MPLS sebagai ajang penyambutan yang hangat dan penuh rasa kekeluargaan. Dengan begitu, siswa baru akan merasa diterima, nyaman, dan semakin bersemangat mengikuti proses belajar di sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, lingkungan sekolah yang aman dan ramah akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter, mental, serta prestasi belajar peserta didik. Oleh sebab itu, seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga sekolah sebagai ruang yang bebas dari kekerasan dan diskriminasi.

Pemerintah Kota Jayapura, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai upaya yang bertujuan menciptakan satuan pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah anak.

Komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul melalui pendidikan yang berkarakter.(kim)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|