Firasat Kembaran Guntur, Penumpang Kapal Virgo Yang Tenggelam Asal Jebres : Statusnya Ingin Tidur, Badan Capek Ingin Tidur Terus

8 hours ago 9
irasat dirasakan oleh Guruh Adi Pangestu, saudara kembar Guntur Aji Pangestu sekaligus adik kandung, warga asal Kelurahan Jebres dan Kecamatan Jebres yang menjadi penumpang sebelum Kapal Virgo yang tenggelam di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026) dini hari.

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Firasat dirasakan oleh Guruh Adi Pangestu, saudara kembar Guntur Aji Pangestu sekaligus adik kandung, warga asal Kelurahan Jebres dan Kecamatan Jebres yang menjadi penumpang sebelum Kapal Virgo yang tenggelam di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026) dini hari.

Guruh mengaku memiliki perasaan tidak enak menjelang kabar kapal yang ditumpangi Guntur mengalami kecelakaan. Perasaan tersebut semakin diingat setelah mengetahui Guntur hingga kini belum ditemukan.

Guruh mengatakan, sehari sebelum kapal tenggelam, Guntur sempat mengunggah status WhatsApp. Dalam status tersebut, Guntur menyebut dirinya kelelahan dan ingin tidur.

“Statusnya ingin tidur. Badannya capek, ingin tidur terus katanya,” ujar Guruh, saat ditemui Selasa, (15/09/2026).

Tak hanya itu, Guruh mengaku mengalami hal yang menurutnya tidak biasa. Ia tiba-tiba memiliki keinginan untuk membuat story WhatsApp bersama saudara kembarnya.
Padahal, selama ini dirinya dan Guntur tidak pernah membuat story WhatsApp bersama.

“Saya pribadi sendiri kok punya gambaran pengin bikin story di WA sama Mas Guntur,” kata Guruh.

Keinginan tersebut muncul sekitar dua atau tiga hari sebelum kejadian. Namun, rencana itu tidak pernah terwujud.

Guruh mengaku komunikasi terakhir dengan Guntur terjadi pada 10 September 2026. Keduanya berbincang melalui telepon untuk sekadar menanyakan kabar.

“Komunikasi kami terakhir tanggal 10. Teleponan biasa, nanya-nanya kabar,” ujarnya

Saat komunikasi terakhir tersebut, Guntur belum bercerita mengenai kondisi atau keberadaannya di kapal. Menurut Guruh, pembicaraan berlangsung seperti komunikasi mereka sehari-hari.

Guruh kemudian mendapat kabar mengenai tenggelamnya Kapal Virgo. Ia mengaku sangat terkejut setelah mengetahui saudara kembarnya menjadi salah satu penumpang kapal tersebut.

Persoalan lain yang membuat keluarga harus melakukan pelurusan adalah identitas Guntur dalam manifes penumpang. Guntur diketahui menggunakan identitas saudara kembarnya, Guruh Adi Pangestu.

Guruh membantah bahwa keduanya biasa saling bertukar identitas atau SIM.

Menurutnya, penggunaan data tersebut baru diketahuinya dalam kejadian ini.
Guruh dan Guntur sama-sama bekerja sebagai sopir. Keduanya sebelumnya pernah bekerja bersama dan berada dalam satu kabin kendaraan.

Sementara itu, hingga Selasa (15/9/2026), Guntur masih belum ditemukan. Keluarga berharap proses pencarian korban Kapal Virgo dapat segera menemukan Guntur dan membawanya kembali kepada keluarga.

Bagi Guruh, firasat dan keinginan yang muncul sebelum kejadian kini menjadi kenangan yang terus teringat, terlebih karena komunikasi terakhir dengan saudara kembarnya terjadi hanya beberapa hari sebelum tragedi tersebut.

Selain Guntur, ada pula Ahda Dhiyaurrohman warga penjalan RT 01 RW 04, Gandekan, Jebres dan Aldo Nurahmansya warga Kepatihan Wetan, Jebres yang menjadi penumpang Kapal Virgo yang tenggelam. Ando

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|