Gunung Ngasem Terbakar! 3 Hektare Hutan di Sidoharjo Ludes

18 hours ago 8
KebakaranPetugas memadamkan api di lereng Gunung Ngasem Sidoharjo Wonogiri. Dok. Polres Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kebakaran hutan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Jateng Tenggara alias Wonogiri. Kali ini, kobaran api melanda kawasan lereng rangkaian Gunung Ngasem, tepatnya di Dusun Banyuripan RT 1 RW 3, Desa Tempursari, Kecamatan Sidoharjo, Senin (20/7/2026). Dalam hitungan jam, sekitar tiga hektare lahan yang dipenuhi rumpun bambu, semak belukar, dan pohon jati hangus terbakar.

Beruntung, respons cepat dari personel gabungan berhasil mencegah api meluas ke kawasan hutan yang lebih luas. Sinergi antara Polsek Sidoharjo, Koramil Sidoharjo, Perhutani Wonogiri, Relawan TRC Resigiri, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam mengendalikan kebakaran di medan yang cukup sulit dijangkau.

Peristiwa bermula sekitar pukul 12.30 WIB saat warga melihat kepulan asap tebal membumbung dari lereng Gunung Ngasem. Asap tersebut pertama kali diketahui oleh Budi Santoso yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi. Karena merasa ada yang tidak beres, ia segera mendekati sumber asap.

Setibanya di lokasi, api ternyata telah membakar rumpun bambu dan semak-semak kering. Menyadari kondisi tersebut berpotensi membesar, Budi langsung melaporkan temuannya kepada warga lainnya yang kemudian diteruskan ke Koramil Sidoharjo hingga akhirnya informasi tersebut diterima aparat kepolisian.

Tak menunggu lama, personel gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Namun proses pemadaman tidak berjalan mudah. Medan perbukitan yang curam membuat mobil pemadam kebakaran tidak dapat mencapai titik api.

Dengan mengandalkan alat manual dan peralatan sederhana, personel Polsek Sidoharjo, anggota Koramil, petugas Perhutani, sekitar 10 personel Relawan TRC Resigiri, serta warga berjibaku memadamkan kobaran api yang terus menjalar di tengah vegetasi kering akibat musim kemarau.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Setelah beberapa waktu melakukan pemadaman secara manual, api berhasil dikendalikan sehingga tidak sempat merambat ke kawasan hutan lain yang lebih luas.

Hasil pendataan sementara menunjukkan sekitar tiga hektare lahan mengalami kerusakan akibat kebakaran. Vegetasi yang terbakar didominasi rumpun bambu, semak belukar, dan sejumlah pohon jati.

Meski kerugian berupa kerusakan lahan cukup luas, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Seluruh personel yang terlibat dalam pemadaman juga berhasil menyelesaikan tugas dengan aman.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, penyebab kebakaran diduga dipicu gesekan ranting-ranting kering yang menghasilkan percikan api. Dalam kondisi cuaca panas dan vegetasi yang sangat mudah terbakar, percikan tersebut diduga menyulut semak belukar hingga api dengan cepat membesar. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pendalaman oleh petugas.

Mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat ketika suhu udara tinggi, kelembapan menurun, dan banyak vegetasi mengering.

Ia juga mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut. Menurutnya, koordinasi yang cepat antara aparat, relawan, dan masyarakat menjadi kunci sehingga kobaran api dapat segera dikendalikan sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.

Selain itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan, membuang puntung rokok sembarangan, maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu munculnya api di kawasan hutan. Apabila menemukan asap atau titik api sekecil apa pun, warga diminta segera melaporkannya kepada kepolisian atau instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Musim kemarau menjadi periode yang membutuhkan kewaspadaan bersama. Menjaga kelestarian hutan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi juga seluruh masyarakat agar kawasan hijau di Wonogiri tetap terpelihara dan terhindar dari ancaman kebakaran. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|