Kepsek SDN Harjodipuran Klarifikasi dugaan Guru Kasar terhadap Murid, Pemkot Solo Siapkan Sanksi dan Pendampingan

13 hours ago 12
Kepala SD Negeri Harjodipuran, Dwi Purwanti. Ando

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kepala SD Negeri Harjodipuran, Dwi Purwanti, memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tindakan kasar yang dilakukan seorang guru terhadap murid di sekolah tersebut.

Persoalan itu sebelumnya mencuat setelah orang tua murid menyampaikan keluhan melalui media sosial.

Dwi mengatakan pihak sekolah telah menindaklanjuti persoalan tersebut dengan memanggil orang tua murid maupun guru yang bersangkutan. Mediasi juga telah dilakukan untuk mempertemukan kedua pihak.

“Sudah saya tindaklanjuti tentang kejadian seperti itu, dengan mediasi orang tua. Sudah saya panggilkan gurunya. Bahkan sudah saya pertemukan dua-duanya,” kata Dwi saat ditemui, Jumat, (11/09/2026).

Menurutnya, pihak sekolah juga telah melaporkan dan mengoordinasikan persoalan tersebut kepada pengawas sekolah hingga Dinas Pendidikan.

Penanganan kemudian berlanjut dengan adanya mediasi di tingkat pemerintah daerah.
Dwi menyebut guru yang bersangkutan merupakan guru senior yang dalam waktu sekitar dua bulan akan memasuki masa pensiun.

Ia menilai persoalan tersebut salah satunya berkaitan dengan perbedaan pola atau paradigma dalam proses pembelajaran antara guru generasi lama dengan kondisi anak dan orang tua saat ini.

“Dikarenakan pembelajaran yang mengarah ke paradigma lama. Beliau itu sudah sepuh dan dua bulan lagi akan pensiun,” ujarnya.

Terkait informasi mengenai dugaan murid yang dijambak dan dijewer, Dwi menyebut tindakan tersebut menurut keterangan guru tidak dimaksudkan sebagai bentuk kekerasan yang menyebabkan luka.

Ia mengatakan tindakan itu dilakukan sebatas mencubit atau menyentuh murid karena gemas dan tidak meninggalkan bekas.

Sementara mengenai informasi guru membuang buku milik murid, Dwi memberikan penjelasan berbeda.

Menurutnya, buku tersebut bukan dibuang, melainkan dipindahkan dan diletakkan di tempat lain setelah selesai dinilai.

“Kalau Bu Guru itu kalau menilai, bukunya ditumpuk dulu. Semua yang sudah selesai ditumpuk, terus ditaruh di sampingnya. Kalau anaknya ada yang dibuang, mungkin memang agak banter,” jelasnya.

Dwi juga memastikan murid yang menjadi perhatian dalam persoalan tersebut tetap mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Ia menyebut anak tersebut tetap masuk sekolah seperti biasa.

“Masuk terus,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Ardi datang langsung ke SD Negeri Harjodipuran pada Kamis (10/9/2026) kemarin telah menindaklanjuti aduan terkait dugaan tindakan kasar terhadap murid tersebut.

Respati mempertemukan guru yang bersangkutan dengan orang tua murid.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua murid atas kejadian yang dialami anaknya.

Respati juga memastikan guru yang bersangkutan akan mendapatkan sanksi sebagai bentuk pembelajaran sekaligus peringatan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kita sanksi guru tersebut supaya menjadi peringatan agar tetap sabar memperlakukan anak. Karena mendidik anak perlu sentuhan yang lebih baik, jika memberi hukuman juga harus dengan maksud mendidik,” ujar Respati.

Selain memberikan sanksi kepada guru, Pemerintah Kota Solo juga menyiapkan pendampingan bagi murid yang terdampak. Pendampingan dilakukan untuk memastikan kejadian tersebut tidak menimbulkan trauma berkepanjangan bagi anak.

“Untuk anak yang terdampak, kita tambahkan psikolog klinis untuk trauma healing agar tidak ada trauma lagi,” jelasnya.

Respati menegaskan penanganan kasus tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Solo melakukan pembenahan sistem pendidikan, khususnya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi murid.

Menurutnya, transformasi pendidikan tidak hanya menyangkut peningkatan kualitas pembelajaran maupun sarana dan prasarana sekolah, tetapi juga memastikan setiap murid mendapatkan perlakuan yang baik serta merasa aman selama berada di lingkungan pendidikan.

“Kami terus fokus ke depannya agar kepuasan masyarakat terhadap sekolah negeri menjadi tinggi sekali. Dan kami berkomitmen untuk segera mengkoreksi kinerja guru kami agar orangtua lebih percaya lagi dan ini menjadi pelajaran kita semua agar bisa mengkoreksi kinerja,” imbuhnya.

Dengan adanya mediasi antara pihak sekolah, guru dan orang tua, serta pendampingan dari Pemkot Solo, persoalan tersebut diharapkan dapat diselesaikan dengan mengedepankan kepentingan dan perlindungan terhadap murid. Ando

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|