Kasus Ratusan Siswa Keracunan di Sleman, Hasil Lab Ungkap Temuan Bakteri dalam Bola-bola Ayam MBG

9 hours ago 11
Ilustrasi keracunan | freepik

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM Misteri di balik ratusan siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Sleman mulai mengerucut. Hasil pemeriksaan laboratorium menemukan bakteri Bacillus Cereus pada sampel menu bola-bola ayam saus mentai.

Temuan tersebut menjadi petunjuk penting dalam investigasi kejadian luar biasa (KLB) gejala keracunan yang terjadi setelah pembagian MBG pada Senin (31/8/2026). Namun, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menegaskan hasil laboratorium itu masih harus dicocokkan dengan penyelidikan epidemiologi dan penelusuran rantai makanan.

“Pemeriksaan laboratorium terbaru menemukan Bacillus Cereus positif pada sampel bola-bola ayam saus mentai,” Kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Khamidah Yuliati, Kamis (10/9/2026).

Menurut Yuli, hasil pemeriksaan mikrobiologi tersebut memperkuat dugaan yang sebelumnya muncul dari analisis epidemiologi. Dari berbagai menu yang dikonsumsi para penerima manfaat, bola-bola ayam saus mentai menunjukkan keterkaitan paling kuat dengan munculnya keluhan kesehatan.

Meski demikian, Dinkes Sleman belum menutup proses penyelidikan. Temuan bakteri pada sampel makanan belum serta-merta menjawab seluruh rangkaian persoalan, termasuk kapan dan di mana kontaminasi terjadi.

Karena itu, pemeriksaan akan dilanjutkan dengan membandingkan hasil laboratorium dengan temuan epidemiologi di lapangan. Penelusuran juga diarahkan ke seluruh rantai makanan untuk mencari titik kontaminasi yang diduga menjadi sumber persoalan.

“Hasil tersebut masih menjadi bagian dari proses investigasi dan akan dikorelasikan dengan hasil penyelidikan epidemiologi serta penelusuran food chain untuk memastikan hubungan dan titik kontaminasi,” ujarnya.

Di tengah proses pencarian sumber kontaminasi tersebut, skala dampak kasus ini juga tergambar dari data pemutakhiran Dinkes Sleman.

Hingga 6 September 2026 pukul 20.00 WIB, sebanyak 2.033 responden telah terdata. Dari jumlah tersebut, 1.627 orang diketahui mengonsumsi MBG, sedangkan 389 orang melaporkan mengalami keluhan kesehatan.

Keluhan yang paling banyak muncul berupa sakit perut dan diare. Kendati jumlah penerima manfaat yang mengeluhkan gangguan kesehatan mencapai ratusan orang, tidak ada pasien yang sampai harus menjalani rawat inap.

Sebanyak 20 orang tercatat sempat mendapatkan pelayanan medis secara rawat jalan.

Sebagai langkah pencegahan, produksi dan distribusi MBG dari SPPG Sleman Pandowoharjo hingga kini masih dihentikan sementara. Penghentian dilakukan selama proses investigasi dan evaluasi keamanan pangan berlangsung.

Dinkes Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dan sejumlah instansi terkait juga masih melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan penerima manfaat.

“Perkembangan penanganan selanjutnya akan disampaikan secara berkala berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah terverifikasi,” kata dia.

Menunggu Pembuktian Lebih Lanjut

Temuan Bacillus Cereus tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap SPPG yang memproduksi makanan MBG tersebut.

Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, sebelumnya menjelaskan bahwa setiap laporan dugaan keracunan akan diikuti evaluasi untuk mencari faktor yang kemungkinan menjadi penyebab.

Evaluasi tidak hanya mengandalkan dugaan awal. Pembuktian dilakukan melalui penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang diamankan Puskesmas maupun Dinas Kesehatan.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan apakah sumber persoalan memang berasal dari makanan yang diproduksi SPPG atau justru terdapat sumber lain.

Soal sanksi, Gagat mengatakan keputusan berada pada Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN.

“Tentu ada sesuai kebijakan sanksi yang diterapkan oleh Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan BGN. (Kalau) untuk pembiayaan pengobatan bagi yang diduga terdampak dapat melaporkan diri ke SPPG,” ujarnya.

Dengan ditemukannya Bacillus Cereus pada sampel bola-bola ayam saus mentai, penyelidikan kasus MBG Sleman kini memiliki petunjuk mikrobiologis yang lebih konkret. Namun, pertanyaan berikutnya bukan hanya soal bakteri apa yang ditemukan, melainkan dari mana bakteri itu berasal dan pada tahapan mana makanan tersebut terkontaminasi.

Jawaban atas pertanyaan itulah yang nantinya akan menentukan sumber sebenarnya dari kasus yang membuat ratusan penerima MBG mengalami keluhan kesehatan tersebut. [*]   Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|