Kerugian Whoosh Kian Membengkak, Kementerian Keuangan Siapkan Skema Ambil Alih Utang

9 hours ago 14
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa | Wikipedia

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemerintah mulai menempuh langkah besar untuk menyelamatkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) yang hingga kini masih dibayangi kerugian dan beban utang. Kementerian Keuangan memastikan akan mengambil alih pengelolaan utang proyek strategis nasional tersebut melalui skema restrukturisasi yang ditargetkan tuntas pada September 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pembahasan restrukturisasi telah dilakukan bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Dalam skema tersebut, utang proyek Whoosh akan dialihkan dari Danantara kepada Kementerian Keuangan.

“Ini diserahkan dari Danantara ke Kementerian Keuangan. Prosesnya kami percepat, mungkin pertengahan September sudah clear,” kata Purbaya usai bertemu Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (5/8/2026).

Meski pemerintah akan mengambil alih pengelolaan utang tersebut, Purbaya menegaskan langkah itu tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, pengelolaan utang akan dilakukan melalui salah satu Special Mission Vehicle (SMV) atau lembaga pembiayaan khusus di bawah Kementerian Keuangan.

“Nanti akan kami pakai salah satu tangan SMV fiskal untuk mengelola itu,” ujarnya.

Tak hanya soal utang, pemerintah juga menyiapkan perubahan tata kelola perusahaan. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) nantinya akan berada di bawah koordinasi Kementerian Keuangan, tidak lagi berada di bawah kendali PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai pemegang saham mayoritas dalam konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Purbaya mengungkapkan pemerintah juga telah berkomunikasi dengan pihak China mengenai kelanjutan proyek tersebut.

“Kami tanya ke China juga sepertinya mereka mau melanjutkan proyek ini dan mungkin akan diperpanjang ke Jawa Timur,” katanya.

Rencana restrukturisasi Whoosh sejatinya telah disiapkan sejak awal tahun. Pemerintah bahkan menggagas pembentukan Komite Nasional Kereta Cepat yang direncanakan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Edi Suliso, mengatakan pembentukan komite tersebut tinggal menunggu terbitnya Peraturan Presiden (Perpres).

“Tinggal menunggu Perpres, kami tidak bisa menyampaikan isinya,” ujarnya.

Langkah restrukturisasi ini dilakukan di tengah kondisi keuangan proyek Whoosh yang masih belum menunjukkan perbaikan meski telah beroperasi sejak 2023.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang terbit pada Desember 2025, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) diproyeksikan masih mengalami kerugian hingga 2029.

Kondisi itu berlanjut pada semester pertama 2026. Dalam laporan keuangan konsolidasian interim PT Kereta Api Indonesia (Persero), PSBI membukukan rugi bersih sebesar Rp5,13 triliun, meningkat dibandingkan kerugian tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,99 triliun.

Selain rugi, total aset PSBI juga turun dari Rp25,2 triliun menjadi Rp21,5 triliun per 30 Juni 2026. Di saat yang sama, liabilitas perusahaan meningkat dari Rp20,1 triliun menjadi Rp21,5 triliun.

Menanggapi rencana restrukturisasi tersebut, Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyatakan pihaknya menyambut baik langkah pemerintah. Saat ini KCIC masih melengkapi data yang diminta Kementerian Keuangan dan Danantara sebagai bagian dari proses restrukturisasi.

Di sisi operasional, KCIC mengaku terus berupaya meningkatkan jumlah penumpang serta pendapatan, baik dari penjualan tiket maupun sumber pendapatan lainnya.

“Termasuk berkolaborasi agar wilayah yang lalui Whoosh dapat terus mendapatkan dampak yang positif untuk peningkatan dari sisi ekonomi,” kata Eva.

Ia menjelaskan KCIC juga menggandeng berbagai destinasi wisata di Jakarta dan Bandung melalui program Whoosh Value Plus, yang memberikan berbagai keuntungan bagi penumpang, mulai dari akses gratis ke tempat wisata hingga promo kuliner dan penginapan.

Selain itu, KCIC terus berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk meningkatkan aksesibilitas menuju stasiun-stasiun Whoosh, seperti di Karawang, Padalarang, dan Tegalluar.

“Salah satunya jalur akses saat ini kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk aksesibilitas stasiun-stasiun Whoosh, seperti Karawang, Padalarang, Tegalluar,” pungkas Eva. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|