MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyakit Gagal Ginjal Kronis (GGK) Stadium 5 menjadi kasus terbanyak yang ditangani dalam layanan rawat jalan di RSUD dr Pirngadi Kota Medan sepanjang Tahun 2025. Tercatat, total kunjungan pasien GGK Stadium 5 mencapai 7.751 kunjungan dalam kurun Januari hingga Desember 2025.
Plt Direktur Utama RSUD dr Pirngadi Kota Medan Mardohar Tambunan, menegaskan bahwa angka tersebut merupakan jumlah kunjungan, bukan jumlah pasien.
“Sepanjang Tahun 2025, jumlah kunjungan rawat jalan paling tinggi ada pada penyakit Gagal Ginjal Kronis Stadium 5, yakni 7.751 kunjungan. Ini bukan 7.751 pasien, tetapi jumlah total kedatangan pasien untuk berobat dan menjalani tindakan,” ujarnya saat ditemui, Jumat (20/2/2026).
Menurut dr Mardohar, tingginya angka kunjungan tersebut berkaitan dengan prosedur perawatan pasien GGK Stadium 5 yang mengharuskan menjalani hemodialisa (HD) atau cuci darah secara rutin, minimal dua kali dalam sepekan.
“Pasien GGK Stadium 5 wajib menjalani HD dua kali dalam seminggu. Artinya, dalam satu tahun satu pasien bisa menjalani lebih dari 96 kali tindakan. Itu sebabnya angka kunjungannya sangat tinggi,” jelasnya.
Selain GGK Stadium 5, penyakit Low Back Pain atau nyeri punggung bawah menempati posisi kedua dalam jumlah kunjungan rawat jalan terbanyak sepanjang 2025. Kasus seperti saraf terjepit, cedera otot, hingga gangguan tulang belakang lainnya tercatat mencapai 4.840 kunjungan.
“Kunjungan untuk Low Back Pain juga cukup tinggi karena pasien umumnya harus menjalani terapi rutin dan kontrol berkala,” katanya.
Sementara itu, penyakit prostat berada di urutan ketiga dengan total 3.653 kunjungan rawat jalan selama tahun 2025. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan layanan urologi di rumah sakit milik Pemerintah Kota Medan tersebut.
dr Mardohar menuturkan, pihaknya terus melakukan pendataan dan evaluasi terhadap tren penyakit yang dominan guna meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari sisi tenaga medis, fasilitas, maupun peralatan penunjang.
“Data ini menjadi dasar bagi kami untuk melakukan pembenahan di sektor-sektor yang paling dibutuhkan pasien. Baik itu penambahan alat, peningkatan kapasitas layanan, maupun penguatan SDM,” ujarnya.
Ia juga menyebut, perkembangan dan kebutuhan pelayanan di RSUD Pirngadi terus menjadi perhatian Pemerintah Kota Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Waas dan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap.
“Beberapa hari lalu kami menggelar rapat bersama Bapak Wakil Wali Kota untuk membahas perkembangan rumah sakit. Sesuai arahan pimpinan, RSUD Pirngadi akan terus berbenah demi memberikan pelayanan terbaik, khususnya bagi warga Kota Medan,” pungkasnya. (map/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyakit Gagal Ginjal Kronis (GGK) Stadium 5 menjadi kasus terbanyak yang ditangani dalam layanan rawat jalan di RSUD dr Pirngadi Kota Medan sepanjang Tahun 2025. Tercatat, total kunjungan pasien GGK Stadium 5 mencapai 7.751 kunjungan dalam kurun Januari hingga Desember 2025.
Plt Direktur Utama RSUD dr Pirngadi Kota Medan Mardohar Tambunan, menegaskan bahwa angka tersebut merupakan jumlah kunjungan, bukan jumlah pasien.
“Sepanjang Tahun 2025, jumlah kunjungan rawat jalan paling tinggi ada pada penyakit Gagal Ginjal Kronis Stadium 5, yakni 7.751 kunjungan. Ini bukan 7.751 pasien, tetapi jumlah total kedatangan pasien untuk berobat dan menjalani tindakan,” ujarnya saat ditemui, Jumat (20/2/2026).
Menurut dr Mardohar, tingginya angka kunjungan tersebut berkaitan dengan prosedur perawatan pasien GGK Stadium 5 yang mengharuskan menjalani hemodialisa (HD) atau cuci darah secara rutin, minimal dua kali dalam sepekan.
“Pasien GGK Stadium 5 wajib menjalani HD dua kali dalam seminggu. Artinya, dalam satu tahun satu pasien bisa menjalani lebih dari 96 kali tindakan. Itu sebabnya angka kunjungannya sangat tinggi,” jelasnya.
Selain GGK Stadium 5, penyakit Low Back Pain atau nyeri punggung bawah menempati posisi kedua dalam jumlah kunjungan rawat jalan terbanyak sepanjang 2025. Kasus seperti saraf terjepit, cedera otot, hingga gangguan tulang belakang lainnya tercatat mencapai 4.840 kunjungan.
“Kunjungan untuk Low Back Pain juga cukup tinggi karena pasien umumnya harus menjalani terapi rutin dan kontrol berkala,” katanya.
Sementara itu, penyakit prostat berada di urutan ketiga dengan total 3.653 kunjungan rawat jalan selama tahun 2025. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan layanan urologi di rumah sakit milik Pemerintah Kota Medan tersebut.
dr Mardohar menuturkan, pihaknya terus melakukan pendataan dan evaluasi terhadap tren penyakit yang dominan guna meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari sisi tenaga medis, fasilitas, maupun peralatan penunjang.
“Data ini menjadi dasar bagi kami untuk melakukan pembenahan di sektor-sektor yang paling dibutuhkan pasien. Baik itu penambahan alat, peningkatan kapasitas layanan, maupun penguatan SDM,” ujarnya.
Ia juga menyebut, perkembangan dan kebutuhan pelayanan di RSUD Pirngadi terus menjadi perhatian Pemerintah Kota Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Waas dan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap.
“Beberapa hari lalu kami menggelar rapat bersama Bapak Wakil Wali Kota untuk membahas perkembangan rumah sakit. Sesuai arahan pimpinan, RSUD Pirngadi akan terus berbenah demi memberikan pelayanan terbaik, khususnya bagi warga Kota Medan,” pungkasnya. (map/ila)

22 hours ago
3

















































