WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Harapan ribuan guru dan dosen di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) akhirnya menemui titik terang. Setelah melalui proses panjang mulai dari pembahasan di DPR hingga persetujuan Kementerian Keuangan, anggaran tambahan senilai Rp5,783 triliun kini resmi masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Agama dan siap memasuki tahap pencairan.
Kabar ini menjadi informasi yang paling dinantikan para guru maupun dosen lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan Sertifikasi Dosen Tahun 2025. Bahkan, Kementerian Agama memastikan proses pencairan mulai dilakukan pekan depan, sehingga satuan kerja di seluruh Indonesia diminta segera menindaklanjuti administrasi pembayaran.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, memastikan seluruh tahapan pengusulan anggaran tambahan telah rampung.
“Alhamdulillah, setelah melalui serangkaian proses pengusulan, sejak persetujuan dari Komisi VIII hingga Kementerian Keuangan, hari ini kita memastikan usulan ABT (anggaran biaya tambahan) Kemenag untuk tunjangan profesi guru dan dosen lulusan Pendidikan Profesi Guru dan Sertifikasi Dosen tahun 2025 sudah masuk DIPA Kemenag,” tegas Kamaruddin Amin, Selasa (21/7/2026).
Masuknya anggaran tersebut menjadi penanda bahwa dana sudah tersedia dan siap didistribusikan kepada seluruh satuan kerja Kementerian Agama di berbagai daerah.
Nilai anggaran tambahan yang mencapai Rp5,783 triliun telah dialokasikan ke 604 satuan kerja (satker) Kementerian Agama yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari Kantor Wilayah Kemenag Provinsi hingga Kantor Kemenag Kabupaten dan Kota.
Dengan telah masuknya dana ke dalam DIPA masing-masing satker, proses administrasi pencairan kini tinggal menunggu pelaksanaan di tingkat daerah.
Kamaruddin Amin menegaskan bahwa pekan depan pencairan sudah bisa dimulai, sehingga para guru dan dosen binaan Kementerian Agama dapat segera menerima hak mereka.
“Minggu depan, proses pencairan sudah bisa dimulai. Ini tentu menjadi kabar baik buat para guru dan dosen binaan Kementerian Agama,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh satuan kerja bergerak cepat agar dana tersebut tidak tertahan terlalu lama dalam proses administrasi.
Menurutnya, anggaran yang selama ini dinantikan akhirnya telah tersedia sehingga seluruh satker diharapkan segera memproses pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku.
“Alokasi anggaran yang selama ini dinantikan kini sudah tersedia. Setiap satker Kemenag harus segera memproses pencairannya agar bisa segera dapat dimanfaatkan para guru dan dosen,” kata Kamaruddin Amin.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Keuangan atas dukungan yang diberikan selama proses pengajuan anggaran tambahan berlangsung.
Menurutnya, sinergi tersebut memberikan dukungan nyata terhadap peningkatan kesejahteraan sekaligus penghargaan atas profesionalisme guru dan dosen binaan Kementerian Agama.
Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan Setjen Kementerian Agama, Kastolan, menjelaskan bahwa proses pengajuan tambahan anggaran sebenarnya telah dimulai sejak awal tahun.
Usulan tersebut diajukan dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI pada 28 Januari 2026. Setelah memperoleh persetujuan DPR, usulan kemudian diteruskan kepada Kementerian Keuangan untuk mendapatkan pengesahan anggaran.
Tahapan berikutnya berlangsung pada 14 Juli 2026, ketika Kementerian Keuangan menerbitkan Surat Penetapan Satuan Anggaran Bagian Anggaran (SP SABA) yang menjadi dasar penambahan anggaran belanja pegawai di lingkungan Kementerian Agama.
Dokumen tersebut sekaligus menjadi dasar hukum bertambahnya pagu anggaran Kementerian Agama sehingga proses pengalokasian ke seluruh satuan kerja dapat dilakukan.
Kastolan memastikan seluruh proses kini telah selesai.
“Alhamdulillah hari ini sudah masuk DIPA 604 Satker Kemenag sehingga pekan depan sudah bisa diproses pencairannya,” tandasnya.
Dengan kepastian tersebut, para guru dan dosen lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) maupun Sertifikasi Dosen Tahun 2025 kini tinggal menunggu proses administrasi di masing-masing satuan kerja. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pencairan tunjangan profesi mulai bergulir pada pekan depan di berbagai daerah di Indonesia. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

20 hours ago
6


















































