Revitalisasi Keraton Solo Dimulai Kamis Besok, Museum Akan Ditutup Selama Revitalisasi

6 hours ago 9
PB XIV Hangabehi saat meninjau revitalisasi Bangsal Pradonggo. Ando

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pakubuwono XIV Hangabehi menyebut revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta akan mulai dilaksanakan, Kamis, (23/07/2026). Hal ini disampaikan usai meninjau pelaksanaan revitalisasi Bangsal Pradonggo.

“Ya ini (revitalisasi) baru mau dimulai, ini (Bangsal Pradonggo) kita upayakan dulu. Karena sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi. Ini mengupayakan dulu yang atas supaya tidak menjadi beban. Awal-awal, nanti setelah itu bekerja sama dengan BPK. Mulai melanjutkan untuk dikerjakan secara maksimal,” ungkapnya ditemui Selasa, (21/07/2026).

PB XIV Hangabehi menambahkan untuk pengerjaan revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta sendiri rencana ada di 13 titik. Namun mungkin nanti fokusnya paling banyak ada di museum.

“Karena di museum koleksi-koleksinya ini juga harus segera di konservasi, didata, dan di inventaris semua. Harus melalui mekanisme yang benar, karena memang menyimpan banyak koleksi-koleksi yang harus benar-benar terawat untuk ke depan,” sambungnya.

Kamis mendatang BPK akan langsung terjun ke lapangan terlebih dahulu untuk melakukan peninjauan dan pengecekan lokasi yang mau dikerjakan. Setelah itu baru memindahkan beberapa koleksi ke tempat yang layak.

“Revitalisasi itu mulai dari sini Pagelaran, Singgih, Kasultanan, Anti Bedono, terus Keraton Kilen. Itu Keraton Kilen itu mencakup beberapa tempat loh itu. Nanti semuanya Pakubuwanan, Kraton Kilen itu semuanya nanti didandani serempak. Tapi mungkin mulainya dari museum dulu. Tapi tetap ini nanti kita usahakan semuanya langsung serempak barengan,” tandasnya.

Sementara itu Ketua LDA Keraton Solo, Gusti Moeng, menjelaskan bahwa ruang lingkup revitalisasi kali ini sangat luas, membentang dari area depan hingga kawasan dalam keraton.

“Kalau saya ngomong kawasan keraton karena meliputi mulai dari Pagelaran, Sitinggil, terus yang ada di dalam kedaton itu ada Museum dan Bangsal Pradonggo, Sasana Handrawina,” ujar Gusti Moeng.

“Terus nanti masuk ke Pakubanan dan Langen Katong. Terus yang besar kawasannya 2 hektar di Keraton Kilen itu,” urainya.

Terkait masih adanya beberapa titik kawasan vital yang akses pintunya digembok atau tertutup, Gusti Moeng menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu membuka secara paksa area tersebut demi kelancaran proyek revitalisasi.

“Yaitu nanti kita buka semua begitu. Kalau mereka enggak mau membuka, ya kita akan buka. Sebetulnya kan masalah ditutup itu kan kita udah selalu ngomong gitu, untuk dibuka,” terangnya.

Gusti Moeng lalu menyayangkan sikap kubu PB XIV Purbaya yang dinilainya sering bertindak sekehendak hati di area cagar budaya tersebut.

“Sementara mereka sak karpe dhewe (seenaknya sendiri) mlebu rene (masuk sini) sampai setengah tiga malam. Laki-laki semua. Caos dhahar katanya. Padahal caos dhahar itu di keraton itu ya ada waktunya. Ada harinya, ada waktunya. Ini. Terus untuk kalau tidak dibuka, ya kita buka saja,” tegasnya. Ando

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|