JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura dalam hal Wakil Wali Kota, Rustan Saru memastikan penanganan medis terhadap seorang balita korban luka bakar akibat tumpahan air panas di RSUD Ramela berjalan dengan baik. Selain memastikan pelayanan kesehatan, Rustan Saru juga akan membantu pengurusan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi keluarga pasien yang belum memiliki jaminan kesehatan.
Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru yang menjenguk pasien di RSUD Ramela pada Kamis (9/7) mengatakan korban merupakan warga Kampung Skow, Distrik Muara Tami. Luka bakar dialami pada bagian dada dan bahu kiri akibat terkena tumpahan air panas.
“Kami memastikan pasien sudah mendapatkan pelayanan yang baik di RSUD Ramela. Penanganan medis sudah dilakukan sejak awal, mulai dari infus, obat pereda nyeri, antibiotik hingga perawatan luka,” ujar Rustan.
Dalam kunjungan tersebut, Rustan juga menemukan bahwa kedua orang tua pasien belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Karena itu, Pemerintah Kota Jayapura segera mengambil dokumen administrasi keluarga untuk membantu proses pengurusan kepesertaan BPJS agar biaya pelayanan kesehatan dapat terjamin.
“Ada dua orang tua pasien yang belum memiliki BPJS. Dokumen mereka sudah kami ambil dan akan kami bantu mengurus kepesertaan BPJS supaya mendapatkan jaminan kesehatan,” katanya.
Rustan menjelaskan, salah satu kendala administrasi yang dihadapi keluarga adalah belum memiliki dokumen kependudukan yang lengkap, termasuk akta atau dokumen perkawinan yang menjadi salah satu persyaratan administrasi.
“Pemerintah akan membantu menyelesaikan administrasi yang diperlukan. Yang terpenting saat ini adalah memastikan keluarga bisa segera memperoleh jaminan kesehatan melalui BPJS sehingga pelayanan kepada pasien tetap berjalan dengan baik,” bebernya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Ramela, Frederiks Y. Hisage menjelaskan bahwa pasien dibawa ke RSUD Ramela dan sejak pertama kali masuk langsung mendapatkan penanganan medis. Tim dokter telah melakukan observasi, berkonsultasi dengan dokter bedah, serta memberikan terapi sesuai kondisi pasien.
“Sejak kemarin pasien sudah kami tangani dengan pemberian cairan infus, antibiotik, obat pereda nyeri, serta perawatan luka. Selanjutnya kemungkinan juga akan diberikan salep khusus untuk membantu mempercepat proses penyembuhan,” katanya.
Menurut Hisage, kondisi balita terus dipantau oleh tim medis. Apabila proses penyembuhan berjalan baik, pasien diperkirakan dapat dipulangkan dalam waktu sekitar satu minggu dengan tetap menjalani kontrol secara berkala.(kim)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura dalam hal Wakil Wali Kota, Rustan Saru memastikan penanganan medis terhadap seorang balita korban luka bakar akibat tumpahan air panas di RSUD Ramela berjalan dengan baik. Selain memastikan pelayanan kesehatan, Rustan Saru juga akan membantu pengurusan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi keluarga pasien yang belum memiliki jaminan kesehatan.
Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru yang menjenguk pasien di RSUD Ramela pada Kamis (9/7) mengatakan korban merupakan warga Kampung Skow, Distrik Muara Tami. Luka bakar dialami pada bagian dada dan bahu kiri akibat terkena tumpahan air panas.
“Kami memastikan pasien sudah mendapatkan pelayanan yang baik di RSUD Ramela. Penanganan medis sudah dilakukan sejak awal, mulai dari infus, obat pereda nyeri, antibiotik hingga perawatan luka,” ujar Rustan.
Dalam kunjungan tersebut, Rustan juga menemukan bahwa kedua orang tua pasien belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Karena itu, Pemerintah Kota Jayapura segera mengambil dokumen administrasi keluarga untuk membantu proses pengurusan kepesertaan BPJS agar biaya pelayanan kesehatan dapat terjamin.
“Ada dua orang tua pasien yang belum memiliki BPJS. Dokumen mereka sudah kami ambil dan akan kami bantu mengurus kepesertaan BPJS supaya mendapatkan jaminan kesehatan,” katanya.
Rustan menjelaskan, salah satu kendala administrasi yang dihadapi keluarga adalah belum memiliki dokumen kependudukan yang lengkap, termasuk akta atau dokumen perkawinan yang menjadi salah satu persyaratan administrasi.
“Pemerintah akan membantu menyelesaikan administrasi yang diperlukan. Yang terpenting saat ini adalah memastikan keluarga bisa segera memperoleh jaminan kesehatan melalui BPJS sehingga pelayanan kepada pasien tetap berjalan dengan baik,” bebernya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Ramela, Frederiks Y. Hisage menjelaskan bahwa pasien dibawa ke RSUD Ramela dan sejak pertama kali masuk langsung mendapatkan penanganan medis. Tim dokter telah melakukan observasi, berkonsultasi dengan dokter bedah, serta memberikan terapi sesuai kondisi pasien.
“Sejak kemarin pasien sudah kami tangani dengan pemberian cairan infus, antibiotik, obat pereda nyeri, serta perawatan luka. Selanjutnya kemungkinan juga akan diberikan salep khusus untuk membantu mempercepat proses penyembuhan,” katanya.
Menurut Hisage, kondisi balita terus dipantau oleh tim medis. Apabila proses penyembuhan berjalan baik, pasien diperkirakan dapat dipulangkan dalam waktu sekitar satu minggu dengan tetap menjalani kontrol secara berkala.(kim)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

















































