UNS Dampingi UMKM HPDKI Surakarta, Olahan Daging Kambing Naik Kelas Lewat Inovasi dan Kemasan Vakum

19 hours ago 5
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berfoto bersama para pelaku UMKM yang tergabung dalam HPDKI Surakarta usai kegiatan sosialisasi dan pelatihan | Foto: Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, Fakultas Peternakan UNS memberikan pelatihan komprehensif kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) olahan daging kambing yang tergabung dalam Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Cabang Surakarta.

Kegiatan yang dipimpin Ketua Tim Pengabdian, Dr. Winny Swastike, S.Pt., M.P., tersebut digelar di Warung Tongseng Genthong milik Supartono,  yang merupakan salah satu anggota HPDKI Surakarta,  di Plosokerep, Gunungsari, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Para pelaku UMKM anggota HPDKI Surakarta tampak antusias mengikuti sesi pelatihan dan pendampingan yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta | Foto: Istimewa

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Winny Swastike menjelaskan, program tersebut didanai melalui Dana Non-APBN Universitas Sebelas Maret Tahun Anggaran 2026 dalam skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM HRG) berdasarkan Kontrak Nomor 463/UN27.22/PT.01.03/2026.

Menurut Winny, pelatihan berlangsung selama dua hari dan dilaksanakan oleh Tim HRG Food Technology of Animal Origin. Materi yang diberikan disusun sesuai kebutuhan pelaku usaha, mulai dari pemilihan kambing sehat, teknik mengasah pisau, penyembelihan halal, pemisahan karkas, pemotongan daging, pengolahan menjadi berbagai menu olahan, hingga teknik pengemasan menggunakan vacuum packaging.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama pelaku UMKM Tongseng Gentong, salah satu anggota HPDKI Surakarta, menunjukkan hasil praktik pengolahan produk berbahan daging kambing dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan | Foto: Istimewa

Selama kegiatan, jelas Winny, seluruh peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mengikuti praktik langsung (hands-on training) di setiap tahapan proses sehingga mampu memahami penerapan teknik secara menyeluruh.

Untuk memperkuat kompetensi peserta, tim juga menghadirkan Muhammad Iqbal, narasumber yang memiliki kompetensi sebagai Juru Sembelih Halal (JULEHA) sekaligus Butcher Junior.

Winny mengatakan peningkatan keterampilan teknis menjadi faktor penting dalam menghasilkan produk olahan daging kambing yang berkualitas, aman, halal, sekaligus memiliki nilai tambah di pasar.

“Pelatihan ini tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi juga dilanjutkan dengan pendampingan dan monitoring agar peserta mampu menerapkan teknologi yang telah dipelajari secara berkelanjutan,” ujarnya.

Hasil evaluasi menunjukkan program tersebut memberikan dampak positif. Menurutnya, kemampuan teknis peserta meningkat secara signifikan, terutama dalam memahami proses penyembelihan halal, penanganan karkas, hingga pengembangan inovasi produk.

Pendampingan yang dilakukan sebanyak lima kali juga mendorong para pelaku UMKM mulai menerapkan standar pengolahan yang lebih baik serta mengembangkan produk olahan daging kambing dalam kemasan vakum sehingga memiliki daya simpan lebih lama dan peluang pemasaran yang lebih luas.

Dari sisi ekonomi, para mitra turut melaporkan adanya peningkatan penjualan. Selain menu siap saji yang disajikan di lokasi usaha, produk olahan dalam kemasan vakum mulai diminati sehingga membuka peluang ekspansi pasar sekaligus meningkatkan nilai jual produk.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyerahkan bantuan peralatan penunjang usaha kepada pelaku UMKM yang tergabung dalam HPDKI Surakarta usai pelatihan | Foto: Istimewa

Program ini juga memberikan tambahan wawasan kepada peserta mengenai diversifikasi menu, teknik pengemasan modern, serta strategi meningkatkan daya saing usaha di tengah persaingan pasar.

Kegiatan pengabdian tersebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan tujuan ke-17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Melalui program jelas Winny, UNS berharap model pemberdayaan UMKM berbasis peternakan dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing pelaku usaha, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|