Dua Dosen UMS Dikukuhkan sebagai Guru Besar Teknik Kimia, Kembangkan Inovasi Ramah Lingkungan

1 day ago 6
Prof. Ir. Muhammad Mujibuburohman, S.T., M.T., Ph.D., dan Prof. Ir. Herry Purnama, M.T., Ph.D., IPM. Humas UMS

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Dua profesor dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) baru saja mendapat gelar Guru Besar di bidang Teknik Kimia. Mereka adalah Prof. Ir. Muhammad Mujibuburohman, S.T., M.T., Ph.D., dan Prof. Ir. Herry Purnama, M.T., Ph.D., IPM.

Keduanya menghadirkan inovasi penting dalam pengembangan teknologi separasi serta teknologi bersih dan pengolahan limbah untuk mendukung kehidupan berkelanjutan. Prof. Mujib, sapaan akrab Muhammad Mujibuburohman, menyelesaikan pendidikan S-1 dan S-2 di Jurusan Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM), sebelum melanjutkan S-3 di University of Waterloo, Canada.

Sejak awal, ia menaruh perhatian pada bidang teknologi separasi seperti distilasi, adsorpsi, ekstraksi, membran, serta kajian transport phenomena dan modeling.

Dalam riset saat menempuh gelar masternya, Mujib mengembangkan metode Fixed Adsorptive Distillation (FAD), yakni kombinasi distilasi dan adsorpsi untuk memurnikan larutan azeotrop. Metode ini dinilai lebih sederhana dibandingkan teknologi konvensional seperti azeotrope distillation, extractive distillation, atau reactive distillation karena tidak mengubah sistem kesetimbangan larutan.

Saat menempuh S-3, Mujib menekuni teknologi separasi berbasis membran, yaitu pervaporasi. Teknologi ini dimanfaatkan untuk mengisolasi bahan aroma alami dari tanaman. Menurutnya, teknologi ini menawarkan solusi ramah lingkungan karena tidak memerlukan energi tinggi seperti distilasi dan tidak menggunakan solven beracun seperti ekstraksi.

“Dengan membran selektif, konsentrasi bahan aroma dari 0,3% bisa meningkat lebih dari 50%. Ini membuka peluang besar bagi industri makanan, farmasi, maupun kosmetik,” jelas Mujib, Rabu (27/8/2025).

Sementara itu, Prof. Ir. Herry Purnama, M.T., Ph.D., IPM., menekankan kepakarannya pada teknologi bersih dan pengolahan limbah. Baginya, aktivitas manusia dan pertumbuhan industri tak terelakkan memberi dampak serius terhadap lingkungan.

“Kita harus mengakui, pencemaran lingkungan masih banyak terjadi di Indonesia. Di sinilah teknologi bersih berperan, agar limbah dapat diminimalisir sejak awal,” ungkapnya.

Sejak masa studi S-2 dan S-3, Herry telah fokus pada pengolahan limbah, mulai dari metode biologis, fotokatalisis menggunakan titanium dioksida dengan bantuan sinar UV, hingga pengembangan adsorben berbasis limbah pertanian.

Ia juga memperkenalkan inovasi Green Emulsion Liquid Membrane (GELM), yaitu teknologi membran cair ramah lingkungan yang berbahan dasar minyak goreng bekas. Teknologi ini dinilai mampu mengikat polutan secara lebih efektif sekaligus memanfaatkan limbah rumah tangga yang selama ini terbuang.

Menurutnya, setiap teknologi memiliki keunggulan dan keterbatasan. Karena itu, kombinasi beberapa metode sering diperlukan untuk menghasilkan pengolahan limbah yang komprehensif, mulai dari tahap primer, sekunder, hingga tersier.

“Prinsip teknologi bersih adalah reduksi. Semakin sedikit limbah yang dihasilkan sejak awal, semakin mudah bagi kita menjaga lingkungan tetap lestari,” pungkasnya.

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|